Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Muhammad Armand

Universitas Sultan Hasanuddin Makassar-Sulsel-Mandar-Sunni

Sholat Dance, Didikan Siapa?

OPINI | 20 April 2013 | 17:09 Dibaca: 821   Komentar: 38   5

TERSENTIL sukmaku, saksikan rekaman anak-anak meng-OVJ-kan gerakan sholatnya orang Islam. Dipermula dengan ayat pertama, Surah Al-Fatiha. Surah ‘pamungkas’ ini pun dilafazkan, jika Anda simak dengan teliti, maka lafaz itu tak sesuai dengan tajwid. Tiada dayaku untuk menunda ketersinggungan kaum Muslimin Indonesia, pula kecutnya umat Islam se-dunia. Kisah ke-lima siswi Toli-toli itupun berakhir sadis, mereka tertimpa ‘azab’ dengan pemecatan sepihak. Maka sesungguhnya, perlakuan ini belumlah edukatif.

13664515741284594187Keterangan gambar: Saya seorang ayah, tak bermaksud ‘takabbur’. Saya katakan kepada Anda bahwa saya siapkan waktu untuk mengajari mengaji putraku ini sembari memantau kemajuannya di TPA

Di pelbagai mediapun, ke lima ‘korban’ pendidikan itu dilaknat, nyaris semua orang tak sanggup menahan lidah untuk menghakimi anak-anak itu, mereka terbukti bersalah dengan meyakinkan (bahasa hukum, red). Idealnya kepala sekolah mendaulat hukuman bertahap atau mengadukan ke pihak berwajib karena ini relevan dengan pasal-pasal penistaan agama, bukan lagi sebatas area ’sekitar’ sekolah.

Prediksi saya, anak-anak pelakon Tarian Sholat itu akan dijebloskan ke penjara anak-anak. Orang-orang pun akan mengapresiasi atas hukuman itu, baik yang senang, gundah, bahagia bahkan tak menerima. Yang tak menerima, tentulah kedua orangtua ‘tersangka’. Tindakan memilukan dan memalukan sekaligus aib bagi keluarga, pun aib bagi Agama Islam. Jangankan kaum muslimin yang ahli sholat, yang tak pernah sholatpun akan tersudutkan akan tarian spektakuler itu.

Namun, jauh nun sana, tanyalah hati Anda selaku orang tua, benarkah Anda telah membekali anak-anak Anda dengan pendidikan non formal, pendidikan keluarga semisal mengajarinya sendiri sholat dengan benar, rela duduk di depannya, mengajari mengaji, mengenal Al-Qur’an dengan bersungguh-sungguh?. Selanjutnya, di zaman yang super instan ini, tak sedikit ayah-ibu menyerahkan secara sempurna pendidikan anak-anaknya di sekolah.

Sesungguhnya, ‘madrasah’ terbaik berada di ruangan rumah, guru terindah adalah ayah ibu, dan katakanlah sejujurnya, apa yang telah Anda lakukan kepada anak-anak Anda?. Dan jika anak Anda terperangkap dalam duka, terjebak dalam pusaran keburukan dengan beragam perangai tak baik. Anda wajib bersaksi bahwa itulah hasil didikan Anda. Dan jangan pernah salahkan anak-anak Anda….!

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nasib Petani Teh Rakyat Tidak Senikmat Rasa …

Fadil Kirom | | 28 March 2015 | 12:38

Qur’an Digital, Bagaimana Dengan …

Ahmad Imam Satriya | | 28 March 2015 | 16:09

Ayo Rekatkan Budaya Bersama Taman Mini …

Kompasiana | | 06 March 2015 | 18:03

Masih Ada Tuhan Di Saku …

Riecki Serpihan Kel... | | 28 March 2015 | 13:05

Kabar Terkini Yaman dari Seorang Yamani …

Parmantos | | 28 March 2015 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Mengapa Kamu Tidak Berjilbab? …

Feby Indirani | 4 jam lalu

“Evan Dimas Adalah Fotokopi Xavi ”Aji …

Attar Musharih | 5 jam lalu

ARB Prahara Bagi Golkar …

Restoe Bumi Victori... | 8 jam lalu

Dari BBM Naik, Pemerintah Ambil Dana Rakyat …

Ashwin Pulungan | 9 jam lalu

Ahok Insyaf, Ini Baru Ahok! …

Syaripudin Zuhri | 9 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: