Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Alipius Sadaniang

Adil Ka' Talino Ba Curamin Ka' Saruga Ba Sengat Ka' Jubata. Idup diri' nian ina selengkapnya

Potensi Sumber daya Manusia (SDM) dan Permasalahannya di Kalimantan Barat

OPINI | 20 April 2013 | 13:29 Dibaca: 2700   Komentar: 0   0

A. Kondisi Sumber Daya Manusia di Kalimantan Barat.

Kondisi Sumber Daya Manusia di Kalimantan Barat haruslah kita lihat dari banyak aspek, yaitu aspek pendidikan pengetahuan dan keterampilan sikap mental atau perilaku dan aspek agama. Kondisi SDM dari berbagai aspek inilah yang tercantum dalam pesan-pesan GBHN akan saya jadikan acuan saya untuk memaparkan kondisi SDM yang ada di Kalimantan Barat. Pesan-pesan yang tertulis dalam GBHN tersebut adalah:

1. Manusia sebagai insan harus dibangun kehidupannya, sesuai dengan hakikat pembangunan. Untuk itu kualitas dan kemampunnya harus ditingkatkan untuk mengangkat harkat dan martabatnya.

2. Pembangunan yang dilakasanakan harus mewujudkan keadilan dan pemerataan.

3. Sasaran pembinaan adalah menciptakan kualitas manusia dan masyarakat yang maju dan mandiri, apabila manusianya berkualitas tinggi maka ekonomi masyarakat kuat. Oleh karenanya, titik berat pembangunan memang seharusnya diletakan dibidang ekonomi, tetapi harus seiring dengan perhatian pada peningkatan kualitas SDM-nya sebagai pelaku ekonomi.

4. Tumbuhnya sifat mandiri dalam diri manusia dan masyarakat tersebut dilakukan melalui pemberdayaan peningkatan peran serta, efisiensi dan produktivitas rakyat.

Berdasarkan pesan tersbut diatas, apabila kita melihat indeks pembangunan manusia di Kalimantan Barat sangat jauh tertingal oleh provinsi-provinsi yang ada di Indonesia.Mengacu pada indicator indeks pembangunan manusia, pembinaan kualitas SDM juga sangat terkait erat dengan pembinaan kesehatan dan kesejahteraan sosial, pembinaan pendidikan dan pembinaan ekonomi.

Berbicara mengenai situasi pembinaan dan kecenderungannya di Kalimantan Barat, secara keseluruhan ditemukan gambaran berdasarkan Data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2000, sebagai berikut:

1. Pertumbuhan penduduk di Kalimantan Barat sudah mulai menurun dalam dua decade terakhir. Pertumbuhan penduduk yang rendah ini terkait erat dengan semakin tingginya usia perkawinan, jumlah anak yang berkurang dalam keluarga dan turunnya tingkat melahirkan. Penurunan tingakat kesuburan di antara perempuan usia 20-29 tahun mengidikasikan suksenya program keluarga berencana dan meningkatnya jumlah wanita masuk ke dalam angkatan kerja.

2. Disektor pendidikan tingkat partisipasi sekolah dasar meningkat tajam selama 20 tahun terakhir. Perkembangan dunia pendidikan di Kalimanatan Barat tampaknya cukup mengembirakan dan ini merupakan dukungan yang positif untuk pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar Sembilan tahun sekaligus peningkatan mutu SDM. Indikator keberhasilan tersebut dapat kita ukur melalui perkembangan prasarana SD dan SMP yang ternyata terus bertambah. Pertambahan sekolah tersebut adalah sebagai konsekuensi dari pertambahan murid yang setiap tahunnya cukup besar. Sehubungan dengan itu, jumlah guru juga harus ditambah. Tetapi untuk jenjang pendidikan menengah atas jumlah sekolah mengalami penurunan. Dari sini jelas angka anak putus sekolah juga masih sangat tinggi.

3. Untuk bidang Kesehatan, masih adanya ketimpangan hasil pembangunan antar daerah dan golongan, derajat kesehatan masyarakat yang masih tertinggal dibadingkan dengan provinsi-provinsi lain, dan kurangnya kemandirian dalam pembinaan kesehatan.

Kondisi tersebut diatas harus menjadi dasar penerapan kebijakan pemerintah daerah, termasuk pertimbangan keuangan dan alokasi anggaran umum maupun anggaran khusus, agar implementasi otonomi daerah di bidang kependudukan kesehatan dan pendidikan di Kalimantan Barat berjalan sesuai yang diharapkan.

B. Permasalahan yang dihadapi dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia

Pokok permasalahannya adalah kepemimpinan pemerintah daerah dan masyarakat memerlukan pembinaan SDM yang berkualitas sebagai pelaksana pembagunan agar mampu dan tangguh untuk mewujudkan tujuan nasional memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dalam pri kehidupan kebangsaan yang bebas, merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Permasalahan yang dihadapi dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia di Kalimantan Barat terkait dengan dua elemen penting dalam Negara kesatuan Republik Indonesia ini, yaitu Pemerintah dan Masyarakat.

1. Pemerintah

Permasalahan yang diahadapi pemerintah dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia di Kalimantan Barat sangat kompleks yang salah satunya ialah adanya ketidaksesuaian program pemerintah pusat, pemerintah daerah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Pegawai Negeri.Kegagalan pemerintah sering terjadi karena memaksakan pemecahan masalah yang seragam kepada masyarakat yang realitanya terdiri dari kelompok-kelompok yang beragam.Pemerintah juga mengalami kendala dalam beberapa hal sebagai berikut :

a. Demokrasi yang Perematur.

Kondisi multipartai belum mampu membawa suara asprasi rakyat karena perwakilan partai politik di MPR/DPR lebih mementingkan kepentingan sempit golongan dari pada kepentingan peningkatan SDM masyarakat di Kalimantan Barat. Masyarakat sendiri belum siap untuk memasuki proses demokrasi dalam kondisi keterbelakangan yaitu kemiskinan dan pendidikan rendah. Kualitas SDM yang menjadi wakil rakyat maupun pemimpin daerah masih memprihatinkan karena dipilih dari anggota partai yang kemampuannya tidak memenuhi fungsi sebagai pemimpin dan penyelenggara pembagunan.

b. Tekanan Ekonomi Makro

Ketidakmampuan pemerintah untuk melepaskan ketergantungan kepada IMF diperparah dengan tidak jelasnya agenda restruktur ekonomi. Akibatnya nilai tukar rupiah terhadap USD telah menebus nilai psikologis Rp. 10.000,- per USD dan semakin merterpurukan daya beli masyarakat.

c. Tetap Suburnya Praktek KKN.

Banyaknya praktek KKN didalam pemerintahan, bahkan disinyalir bergeser dari istana ke legiselatif dan daerah akan menyulitkan pengembalian kepercayaan Negara sahabat di ASEAN dan calon-calon investor yang ingin menanamkan modalnya di daerah kita.

d. Belum Tegaknya Supermasi Hukum

Hal ini jelas dari maraknya keberanian masyarakat melakukan tindakan yang melawan hukum. Di lainpihak banyak pelanggaran hukum tidak ditindak bahkan terkesan dilindungi jika melibatkan anggota masyarakat yang memiliki kekuasaan atau memiliki kekayaan.

2. Masyarakat

Masyarakat pada dasarnya bersifat majemuk, di mana kekuasaan dan pembagunan tidak terdistribusi secra merata dan akses keberbagaian sumber daya tidak sama. Komunikasi dan kerjasama diantara masyarakat yang majemuk dan aparat perencana pembagunan SDM tidak ada. Masyarakat di lapisan bawah tidak tahu apa yang diperlukannya atau bagaimana memperbaiki nasibnya. Ketergantungan masyarakat kepada bantuan pemerintah untuk mengembangkan diri juga menjadi salah satu permasalahan dalam mengembangkan SDM di Kalimantan Barat.Ketergantungan ini membunuh daya kereatifitas masyarakat yang majemuk dan berakibat pada SDM pada suatu masyarakat.

Sistem sosial dalam masyarakat juga masih tradisonal, yang mempunyai arti pergaulan hidup manusia dalam masyarakat masih tertutup terhadap imformasi dari luar yang akan mengarakan masyarakat tersebut untuk menikatkan SDM-nya.Salah satu penghalang dalam meningkatkan SDM dalam masyarakat, yang dimana lemahnya pemahaman masyarakat terhadap biokrasi kepemerintahan dan kecendrungan oraganisasi-organisasi dalam masyarakat tidak dapat berbuat banyak dalam menikatkan SDM dalam masyarakat itu sendiri.

C. Usaha yang sudah dilakukan untuk meningkatkan SDM di Kal-Bar.

a. Pemerintah. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk menikatkan SDM di Kal-Bar antara lain:

1. Kebijakan Otonomi Daerah.

Kebijakan ini memberi peluang pelaksanaan pembinaan Kualitas SDM baik pengendalian kuantitas, peningkatan kualitas manapun mobilitas penduduk.Pemerintah daerah mebutuhkan SDM yang berkualitas untuk mengelola sumber kekayaan alam dan potensi daerah lainnya untuk kesejahteraan masyarakat.Otonomi daerah juga memberi peluang semakin dekatnya pelayanan kebutuhan SDM setempat yang mungkin sangat spesifik local.

2. Kesepakatan global, regional dan nasional.

Menghadapi persaingan global, pemerintah daerah harus menyaipkan SDM yang berdaya saing tinggi.Pemerintah telah mempunyai komitmen dalam kesepakatan global tentang SDM generasi mendatang. Adanya dana hibah dari luar negeri merupakan hasil kesepakatan untuk menikatkan SDM masyarakat.

3. Amandemen perubahan UUD 1945

Ditambahkanya pasal tambahan tentang Hak Asasi Manusia memberikan peluang kepada pemeritah pusat dan daerah untuk membangkitkan kesadaran setiap warga Negara untuk senantiasa mengembangkan diri untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan penigkatan SDM.

4. Visi Pemerintah Daerah

Visi yang dimiliki pemerintah daerah Kalimantan Barat, yaitu: “Terwujudnya masyarakat Kalimantan Barat yang beriman, sehat, cerdas, berbudaya, dan sejahtra”. Paradigma baru pembagunan masyarakat yang berwawasan pembinaan tercantum dalam visi tersebut yang mempunyai artinya dalam jangka panjang semua kegiatan pembangunan memperhatikan berbagai aspek kehidupan masyarakat untuk mencapai masyarakat yang sejahtera dan mempunyai SDM berkualitas.

b. Masyarakat.Upaya yang dilakukan masyarakat untuk menigkatkan SDM-nya, antaralain:

1. Kesadaran Masyarakat terhadap Ideologi Bangsa yaitu Pancasila. Dimana masyarakat terlibat dalam mengamalkan elemen-elemen yang ada dalam pancasila, yaitu masyrakat yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, cinta tanah air, cerdas dan terampil, berdisiplin tinggi, produktif, kreatif, inovatif, tangguh dan berorientasi kepada peningkatan SDM.

2. Adanya kesetiakawanan dalam Masyarakat. Kesetiakawanan dalam masyarakat merupakan upaya yang diciptakan masyarakat untuk menigkatkan SDM. Masyarakat berinteraksi sosial dengan masyarakat lainnya dalam kehidupan keluarga, pemukiman, pekerjaan, dan kehidupan formal dalam organisasi pemerintah, organisasi sosial kemasyarakatan merupakan wujud kesetiakawanan dalam masyarakat untuk meningkatkan SDM.

3. Keikutsertaan dalam Pemberdayaan Masyarakat.

Masyarakat berperanserta dalam pembangunan masyarakat baik yang berupa fisik maupun berupa pembangunan dalam peningkatan SDM.

4. Melestarikan Adat Budaya dalam Masyarakat.

Dalam komunitas adat Budaya merupakan factor perekat persatuan dan kesatuan bangsa yang cukup dominan.Kebudayaan masyarakat yang sedemikian khas sebagi perpaduan dari keberagaman budaya daerah adalah kekayaan bagsa yang tak ternilai.Melestarikan Adat Budaya dalam masyarakat merupakan upaya pembagunan SDM, yang dimana nilai-nilai yang terkandung didalam Adat Budaya tersebut salah satu penunjang pembangunan SDM suatu masyarakat.

D. Upaya yang harus dilakukan dalam Meningkatkan SDM menurut Saya.

Untuk meningkatkan SDM di Kalimantan Barat, selain beberapa factor yang telah pemerintah dan masyarakat lakukan seperti yang sudah uraikan diatas, ialah melalui pendekatan etika dan moral yang melibatkan peran agama dalam masyarakat.Dan juga kita harus bisa mengkontekstualisasikan pembinaan SDM melalui pendekatan budaya setempat atau budaya local yang ada di wilayah Kalimantan Barat.Berbicara mengenai pendekatan kontektualisasi budaya berarti kita harus berusaha memahami budaya yang menunjang dalam pengembangan SDM masyarakat tersebut. Selain itu juga Pembinaan kulitas SDM yang sehat, mandiri, cinta tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki etos kerja yang tinggi dan berdisiplin haruslah dilakukan sejak dini supaya Kalimatan Barat mempunyai Indeks Pembangunan Manusia yang mampu bersaing dengan daerah lainnya.

E. Penutup.

Masyarakat suatu daerah haruslah mampu memiliki kualitas SDM yang tinggi.Kualitas Sumber Daya Manusia adalah mutu potensi manusia dalam melakukan kegiatan-kegiatan yang mempunyai nilai ekonomi dan budaya untuk peroses peningkatan kemajuan suatu daerah.

Kinerja pemarintah dan masyarakat mempunyai pengaruh yang besar bagi terselengaranya kehidupan masyarakat yang mempunyai SDM yang tinggi.Sampai saat ini kinerja pemerintah daerah masih memperihatinkan, walaupun sudah bayak hal yang dilakukan untuk meningkatkan SDM di Kalimantan Barat, tetapi banyak mengalami benturan dan tidak membumi.Upaya yang harus dilakukan pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama, ialahmelalui pendekatan etika dan moral yang melibatkan peran agama dalam masyarakat.Dan juga kita harus bisa mengkontekstualisasikan pembinaan SDM melalui pendekatan budaya setempat atau budaya local yang ada di wilayah Kalimantan Barat.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perjalanan Malam Hari di Jalur Pantura …

Topik Irawan | | 24 July 2014 | 15:41

“Telitinya” Petugas PT KAI dalam …

Iskandar Indra | | 24 July 2014 | 16:25

Indonesia Bikin Kagum Negara Tetangga …

Apriliana Limbong | | 24 July 2014 | 20:51

Berlibur Sejenak di Malaka …

G T | | 24 July 2014 | 15:51

Permohonan Maaf kepada Ahmad Dhani …

Kompasiana | | 24 July 2014 | 20:27


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: