Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Nina Levi

Tracht gut, vet zein gut ( Yiddish language)“Think good, and it will be good.” Fighting evil selengkapnya

Salah Satu Cerita Bom Boston

REP | 17 April 2013 | 08:40 Dibaca: 432   Komentar: 5   4

Namanya Mayer Zachi yang merupakan salah satu Rabbi di Shinagogue 3 block dari garis finish marathon Boston. Rabbi Mayer Zachi merupakan rabbi pindahan dari Tel Aviv  +_ 4 tahun yang lalu. Sebagai rabbi cukup muda dimana ada keramaian beliau membuka stand untuk membantu communitas Yahudi yang ikut berpartisipasi dalam lari marathon. Rabbi Mayer Zachi  merupakan salah satu yang selamat dari kasus bom bunuh diri 4 tahun lalu sewaktu masih bermungkim di Tel aviv.  Sebagai rabbi yang membuka stand tak jauh dari garis finish sebenarnya nyawa beliau bisa saja melayang jika beliau tak pergi membeli segelas coffee dan beliau teramat kaget ketika keluar dari pintu kedai coffee menyangsikan kepulan asap serta daging bakar seperti yang sebelum di alaminya. Untuk kedua kalinya Rabbi Mayer Zachi masih di berikan kesempatan oleh G-d untuk berbuat kebaikkan. Tentu saja hal yang tak di sangka oleh Rabbi Mayer Zachi akan melihat kembali tragedi bom dalam kehidupannya, apalagi bisa di katakan acara lari Marathon ini bukan tempat perang ataupun daerah yang termasuk daerah keributan lain halnya sebelum bermungkim bemungkim di Boston.

1366161855364395345

Cerita tentang bom Boston banyak , di salah satu rumah sakit Yahudi di Boston yang tak jauh dari lokasi kejadianpun sibuk karena tiba-tiba korban bom berdatangan. Dokter-dokter yang sedang tak bertugas di hubungi untuk segera datang, termasuk dokter-dokter yang masih bertugas, salah satunya cucu dari teman saya. Teman saya langsung menghubungi cucunya kebetulan bekerja di rumah sakit tersebut. Sebagai nenek dia khawatir sekali, terhadap keselamatan cucunya, namun setelah mendapat kabar dari anaknya bahwa semua baik-baik saja hanya di minta untuk berjaga di rumah sakit, tak terbayangkan bagaimana kesibukkan para tenaga medis saat itu untuk menyelamatkan nyawa korban bom.

Lari marathon dimana tujuannya sangat mulia untuk mengalang dana bagi yang membutuhkan tentunya merupakan duka bagi dunia, siapapun yang masih punya hati nurani sebagai manusia akan mengutuk tragedi ini, dimana acara yang sangat bermanfaat untuk membantu sesama harus di kotori oleh tragedi yang seharusnya tak ada. Hari ini web site-web site Yahudi meminta untuk menambah doa khusus bagi para korban agar yang meninggal mendapat tempat terbaik di sisi G-d, yang masih menderita untuk segera di sembuhkan ,dan keselamatan bagi manusia lainnya untuk terhindar dari berbagai tragedi. Begitu juga dengan sekolah anak saya yang kebetulan bersekolah di sekolah Yahudi, doa tambahan ketika mengalami musibah langsung di laksanakan. Semoga di waktu mendatang tak ada lagi korban-korban akibat keserakahan,nafsu ,irihati sehingga hal semacam perang ataupun pemboman tak perlu ada, alangkah indahnya dunia yang beragam semua yang ada di dalamnya saling mengisi dan melengkapi, agar supaya kehidupan di duniapun menjadi surga bagi semua mahluk yang ada. Musuh yang sebenarnya adalah diri sendiri bukan orang lain, karena paling sulit untuk melawan keserakahan,Iri hati,dengki, kemarahan dalam diri dan banyak lagi sifat manusia lainnya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Inilah 5 Butir Penting Putusan MK atas …

Rullysyah | | 21 August 2014 | 17:49

MK Nilai Alat Bukti dari Kotak Suara …

Politik14 | | 21 August 2014 | 15:12

Sharing Profesi Berbagi Inspirasi ke Siswa …

Wardah Fajri | | 21 August 2014 | 20:12

Meriahnya Kirab Seni Pembukaan @FKY26 …

Arif L Hakim | | 21 August 2014 | 11:20

Haruskah Semua Pihak Menerima Putusan MK? …

Kompasiana | | 21 August 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Dear Pak Prabowo, Would You be Our Hero? …

Dewi Meisari Haryan... | 7 jam lalu

Kereta Kuda Arjuna Tak Gentar Melawan Water …

Jonatan Sara | 8 jam lalu

Dahlan Iskan, “Minggir Dulu Mas, Ada …

Ina Purmini | 9 jam lalu

Intip-intip Pesaing Timnas U-19: Uzbekistan …

Achmad Suwefi | 11 jam lalu

Saya yang Memburu Dahlan Iskan! …

Poempida Hidayatull... | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: