Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Ardi Putra

selalu berbagi ilmu pengetahuan dengan sssesama

Kegagalan Ujian Nasional (UN) di Negeri ini

OPINI | 16 April 2013 | 19:44 Dibaca: 758   Komentar: 2   1

Carut marutnya pelaksanaan UN tahun ini yang dimulai dari di undurnya waktu pelaksanaan UN di beberapa propinsi merupakan tanda kegagalan pemerintah dalam hal ini Depdikbud dalam penyelenggaraan UN tahun ini . Sedikit hal akan penulis sampaikan terkait pelaksanaan UN tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya .

Ujian Nasional ( UN ) ,di negeri ini hanyalah sandiwara belaka yang sesungguhnya tidak dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan peserta didik dalam belajar . Mengapa demikian ? Karena nyatanya dengan penentuan standar UN seperti saat ini yang hanya sekedar standar nilai minimal yang di tentukan oleh penerintah pusat tidaklah mengakomodasi kepentingan seluruh negeri ini . Dengan sistem saat ini pendidikan yang dikatakan sebagai sarana pembentukan karakter peserta didik , ternyata diakhir proses belajar mereka malah dirusak karakter baiknya dengan kecurangan yang banyak terjadi . Mendiknas yang saat ini berteriak bahwa tidak mungkin terjadi kebocoran dalam penyelenggaraan UN hanya sekedar teriakan slogan belaka untuk menutupi kegagalan pemerintah dalam penyelenggaraan UN tahun ini . Nyatanya kebocoran telah terjadi di lapangan , hari ke 2 pelaksanaan UN tahun ini sudah banyak kunci jawaban yang beredar baik melaui SMS maupun BBM yang kebenarannya Nyaris 100 % . Bahkan banyak sekolah yang memfasilitasi hal tersebut sehingga karakter kejujuran peserta didik disekolah tersebut rusak dalam sekejap , maka sia-sialah pendidikan karakter yang telah ditanamkan kepada peserta didik selama 3 tahun belajar di lembaga pendidikan SMA . Penulis yakin sebenarnya pemerintah tahu hal tersebut , tapi rupanya tetap tutup mata dan telinga , karena seandainya semua jujur dan banyak terjadi kegagalan dalam pelaksanaan UN maka pejabat pemegang kewenangan terhadap penyelenggaan UN lah yang akan mendapat akibatnya secara langsung .

Sebagai pengamat dan yang langsung terjun dalam dunia pendidikan penulis merasakan bahwa sistem pendidikan saat ini jauh lebih buruk di banding masa orde baru . Hal itu penulis sampaikan bukan berarti penulis anti kemajuan dan perubahan , tapi realita dilapangan dalam penyelenggaraan UN yang ternyata justru banyak merusak karakter baik peserta didik . Jadi salah siapakah jika banyak peserta didik dan mahasiswa tawuran dan akhirnya setelah lulus kuliah - bekerja dan melakukan tindakan korupsi , kolusi dan nepotisme (KKN) ? Ternyata sebenarnya salahnya sistem pendidikan yang diterapkan saat ini , yang melahirkan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab . Semua itu diawali saat pelaksanaan UN , banyak oknum di lembaga pendidikan membantu dan mendorong siswa untuk tidak jujur , karena takut dan kasihan kalau banyak peserta didiknya yang tidak lulus .

Mau jadi apakah nantinya negeri ini jika pemerintah tetap menutup mata hanya karena alasan politik dan eksistensinya sebagai pemegang kekuasaan dan kewenangan .

Siapakah sebenarnya yang seharusnya bertanggung jawab terhadap semua itu ??

Oh alangkah carut marutnya sistem penyelenggaraan pendidikan di negeri ini .

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Kasus PR Habibi, ketika Guru Salah Konsep …

Erwin Alwazir | 10 jam lalu

Abraham Lunggana, Ahok, Messi, dan Pepe …

Susy Haryawan | 11 jam lalu

Tentang 6 x 4 …

Septin Puji Astuti | 12 jam lalu

Jokowi dan Kutukan Politik …

Angin Dirantai | 13 jam lalu

PPP dan Kudeta Marwah …

Malaka Ramadhan | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Batas Maksimal Usia Pelamar Kerja Harus …

Usi Saba Kota | 8 jam lalu

Pernikahan dan Segala Suka Dukanya …

Sam Edy Yuswanto | 9 jam lalu

Sang Pengawal Lumbung Pangan …

Alfi Rahmadi | 9 jam lalu

Kiprah Anak Band Untuk Sesama …

Agung Han | 9 jam lalu

Cara Gampang Bangun ”Ketegasan” …

Seneng Utami | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: