Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Nina Levi

Tracht gut, vet zein gut ( Yiddish language)“Think good, and it will be good.” Fighting evil selengkapnya

Tradisi dan Hukum Yahudi bagi Wanita yang mengandung

REP | 15 April 2013 | 06:08 Dibaca: 2050   Komentar: 10   5

Setiap wanita yang menikah rata-rata mendambakan kehadiran anak-anak untuk melengkapi kebahagiannya. Saya akan berbagi tradisi wanitai Yahudi  dan hukum Yahudi ketika  mengandung .Bulan-bulan kehamilan adalah waktu yang sangat berharga , dokter memberitahukan nutrisi yang terbaik bagi ibu hamil  ,  makanan bergizi  memiliki dampak yang mendalam terhadap perkembangan kesehatan dan masa depan janin termasuk prilaku dan emosi seorang ibu selama kehamilan. Penelitian medis terbaru juga menunjukkan efek dari lingkungan fisik dan emosional pada bayi yang belum lahir. Wanita hamil harus dikelilingi oleh suasana yang positif, tenang dan damai. Kemarahan dan kecemasan harus dihindari sebisa mungkin.

13659807481025591229

Hal yang sama berlaku berkaitan dengan perkembangan spiritual dari embrio dan janin, perilaku ibu serta lingkungannya memiliki efek seumur hidup pada kehidupan bayi di masa mendatang. Wanita Yahudi yang taat memanfaatkan bulan kehamilan dengan meningkatkan dalam perbuatan baik dan perbaikan spiritual. Menjelang akhir ini, wanita hamil harus menghadiri sembahyang di sinagoge sesering mungkin, dan berpartisipasi dalam kelas khusus untuk belajar Taurat.

Selama kehamilan, seorang wanita Yahudi harus sangat teliti dalam mengikuti hukum Kosher, karena makanan yang dia makan juga memelihara baby untuk  berkembang.

Selama tiga bulan pertama kehamilan, yang terbaik adalah bahwa pasangan tidak memberitahu siapa pun tentang kehamilan, bahkan menutup dari keluarga besar  dan  teman-teman cukup dekat ,  hal ini untuk ini menjaga dan melindungi ibu dan anak  dari perbuatan jahat .Wanita Yahudi hanya akan berbagi  informasi dengan dokter  ataupun profesional lain yang diperlukan dalam kehamilan.

Setelah  bulan keempat, baru akan memberitahukan terhadap keluarga dan teman-teman.  Para keluarga Yahudipun tak membeli barang-barang yang signifikan untuk bayi sebelum lahir, kecuali untuk barang-barang yang akan dibutuhkan segera setelah bayi akan lahir.

Seorang wanita hamil melakukan  sedekah setiap hari, serta pada hari Jumat di waktu  sore hari sebelum hari menyalakan lilin untuk Shabbat . Jika  wanita Yahudi yang sudah melakukan sedekah secara teratur , di waktu hamil harus menambah jumlah dari jumlah yang  biasa di lakukan .

Sebelum  tidur di malam hari, suami harus membaca doa khusus , yang di ulang  berkali kali. Ibu hamil harus berhati-hati untuk tidak berdeekatan dengan hewan yang tidak kosher dan hal ini di percaya untuk bayi di dalam kandungan tidak memiliki dampak negatif.

Puasa Selama Kehamilan, sangat di anjurkan terutama pada puasa-puasa yang merupakan hari penting bagi pengganut Yahudi, puasa bisa tidak dilakukan apabila memiliki masalah dengan kesehatan.

Dalam banyak komunitas Yahudi, ibu hamil tidak mengunjungi kuburan. Mungkin ini adalah untuk menghindarimenyebabkan emosi negatif.

Ada kebiasaan kuno untuk wanita hamil untuk menjahit selempang (dikenal sebagai Gartel atau wimple) untuk gulungan Taurat. Ataupun sabuk yang digunakan untuk anak pria  ketika  Bar Mitzvah , dan kemudian sekali lagi ketika menerima aliyah pada Shabbat sebelum pernikahannya.

Dari sudut pandang kitab Taurat, G-d, mengetahui waktu terbaik untuk bayi yang akan lahir, dan penganut Yahudi tidak boleh intervensi yang tidak perlu dengan menginduksi ataupun melakukan tindakkan khusus untuk mempercepat kelahiran. Selain itu, karena melahirkan adalah situasi yang berpotensi mengancam nyawa , seseorang tidak harus mempercepatnya. Jika bayi sudah terlambat waktu kelahiran dan  hidupnya dalam bahaya, atau jika ada keadaan darurat medis lainnya, hal ini tidak dilarang untuk menginduksi persalinan ataupun melakukan operasi Caesar.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Usul Mengatasi Kemacetan dengan “Kiss …

Isk_harun | | 21 September 2014 | 17:45

Menuju Era Pembelajaran Digital, Ini Pesan …

Nisa | | 21 September 2014 | 22:44

RUU Pilkada, Polemik Duel Kepentingan (Seri …

Prima Sp Vardhana | | 21 September 2014 | 23:11

Cerita Unik 470 Kata, Seluruh Kata Diawali …

Saut Donatus | | 22 September 2014 | 07:54

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

PKS antara Pede dan GR …

Ifani | 4 jam lalu

Sopir Taksi yang Intelek …

Djohan Suryana | 5 jam lalu

2 Tahun di Kompasiana Membukukan Sejumlah …

Thamrin Sonata | 8 jam lalu

Gajah Berperang Melawan Gajah, …

Mike Reyssent | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Perbaikan Prioritas Hulu-Hilir Migas …

Yudhi Hertanto | 7 jam lalu

Suatu Proses yang Istimewa, Amazing …

Rosyida Nuril Izzat... | 7 jam lalu

Bernostalgia dengan Legitnya Ketan Durian …

Choirul Huda | 7 jam lalu

Saya yang Berjalan Cepat, Atau Mahasiswa …

Giri Lumakto | 8 jam lalu

Membaca Konsep Revolusi Mental Gagasan …

Ahmad Faisal | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: