Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Michitra Adhikarsa

Manusia biasa…Just an ordinary man. Love to write and read almost about everything. Pengamat dan pemerhati selengkapnya

@Istana Rakyat untuk Apa dan untuk Siapa?

OPINI | 12 April 2013 | 22:21 Dibaca: 272   Komentar: 1   0

Kini dunia perTwitteran kita disuguhi lagi dengan sebuah tawaran akun Twitter ala Istana Kepresidenan. Mundah-mudahan ini bukan strategi ikut-ikutan. Bukan kampanye pemutakhiran posisi. Bukan ajang show up dan carmuk (cari muka) semata.

Memang betul, hampir semua pemimpin dunia punya akun Twitter. Hampir semua first lady aktif di dunia sosial media. Tapi kenapa presiden kita baru terpikir sekarang? Apa karena desakan para kolega? Tuntunan rakyat? Atau sekedar meramaikan saja? Apakah pembuatan akun ini efektif untuk merangkum dan menerima aspirasi masyarakat, atau sekedar demi berkicau dan mempropagandakan sesuatu ala OrBa? Kalau memang akun ini hanya untuk berkicau sesuatu demi pencitraan diri, dibatasi hanya 140 karakter, kenapa baru sekarang setelah masa jabatan sudah akan berakhir?

Pertanyaan lain juga, apakah akun ini akan diikuti banyak follower? Kalaupun iya, apakah para pengikut tersebut mengikutinya hanya sekedar supaya ‘jagoan’, karena sudang mengikuti @Istana Rakyat, atau karena benar-benar ingin mengetahui perkembangan apa saja yang terjadi di dalam istana, dan keputusan-keputusan apa saja yang bakal keluar dari Istana.

Terakhir, apa dasar pemakaian nama IstanaRakyat? Sebetulnya kalau dinamai IstanaRakyat maka akun itu harus benar-benar mencerminkan fungsi Istana Rakyat. Bahwa Istana harus mengeluarkan keputusan-keputusan, dan tindakan-tindakan yang memihak kepada rakyat. Dengan kata lain, dan secara gamblang dapat dikatan bahwa Istana itu milik rakyat dan untuk rakyat. Sehinggau kicauan apapun yang bakal keluar dari Istana harus benar-benar ada pengaruhnya untuk rakyat.

Jadi apakah @IstanaRakyat akan menampilkan wajah baru, dimensi baru, paradigma baru yang kesemuanya adalah demi rakyat. Atau IstanaRakyat hanya akan jadi menara gading yang terlalu tinggi dijangkau oleh rakyat. Sehingga akhirnya para pengikut Istana Rakyat hanya akan jadi pendorong semakin megahnya Istana tersebut, tanpa memengaruhi apa-apa bagi kehidupan rakyat banyal Istana Rakyat hanya sekedar nama, tapi istana tetap bukan milik rakyat melainkan milik Presiden. Kalau memang seperti itu, namailah @IstanaPresiden.

Selamat berakhir pekan, kawan!

@Michitra

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melukis Malam di Bawah Lansekap Cakrawala …

Dhanang Dhave | | 21 October 2014 | 13:50

Kisah Setahun Jadi Kompasianer of the Year …

Yusran Darmawan | | 21 October 2014 | 11:59

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Merencanakan Anggaran untuk Pesta Pernikahan …

Cahyadi Takariawan | | 21 October 2014 | 10:02

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 5 jam lalu

Film Lucy Sebaiknya Dilarang! …

Ahmad Imam Satriya | 8 jam lalu

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 9 jam lalu

Tangisan Salim Said & Jokowi’s …

Iwan Permadi | 11 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Saat Angin Kencang, Ini Teknik Menyetir …

Sultan As-sidiq | 7 jam lalu

Golkar Jeli Memilih Komisi di DPR …

Hendra Budiman | 8 jam lalu

Rekor MURI Jokowi …

Agus Oloan | 8 jam lalu

Cerpenku: Perempuan Berkerudung Jingga …

Dewi Sumardi | 8 jam lalu

Kecurangan Pihak Bank dan Airline Dalam …

Octavia Eka | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: