Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Jane Papilaya

“Keep your mind as bright & clear as the vast sky, the great ocean & selengkapnya

Discount 30% Untuk Anggota RMS di Belanda

OPINI | 12 April 2013 | 11:18 Dibaca: 251   Komentar: 0   0

Tidak jelas ide darimana, namun yang pasti kegiatan Walk 4 Maluku ini hanya dikhususkan untuk memperingati hari kematian Soumokil dan tempatnya pun hanya ada di Belanda, para pesertanya adalah segelintir orang yang menyejajarkan dia dengan salah satu pahlawan nasional Indonesia asal Maluku, yakni Kapitan Pattimura.

Sementara di Maluku sendiri, khususnya hari ini (12/4) bukanlah sesuatu yang spesial, bahkan banyak masyarakatnya tidak mengetahui. Lain halnya dengan Hari Pattimura yang selalu dirayakan setiap tanggal 15 Mei, seluruh masyarakat Maluku di mana pun berada pasti mengenal dan mengetahuinya.

Tapi bukan menjadi suatu kendala bagi penulis untuk mengungkap beberapa fakta tentang kegiatan Walk 4 Maluku di Belanda yang telah mengalami pergeseran acara dari tahun sebelumnya berdasarkan pamflet berikut ini :

13657401321767182290

(dok. pribadi)

Walk 4 Maluku 2012

  • Jelas tertulis di pamflet, bahwa kegiatan ini adalah untuk memperingati hari kematian Mr. Dr. Chr.R.S. Soumokil (Proklamator RMS)
  • Kegiatannya adalah berjalan kaki menyusuri rute-rute yang telah ditentukan sambil mengibarkan bendera RMS
  • Para peserta dikenakan tarif 15 euro untuk dewasa dan 10 euro untuk anak-anak

Walk 4 Maluku 2013

  • Tidak ada tulisan yang menerangkan bahwa kegiatan ini untuk memperingati hari kematian Proklamator RMS (walau latar belakang pamflet masih menggunakan wajahnya Soumokil)
  • Kegiatannya hanya menggelar pasar malam di sebuah gedung olahraga di Bemmel, Belanda
  • Pengunjung dikenakan tarif 10 euro untuk dewasa dan 5 euro untuk anak-anak

Analisis singkatnya adalah kegiatan Walk 4 Maluku ini kurang peminatnya sehingga pihak penyelenggara mengambil inisiatif dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Merubah isi pamflet, seakan-akan bukanlah kegiatan RMS melainkan kegiatan warga Maluku di Belanda
  2. Merubah kegiatan berjalan kaki menjadi kegiatan pasar malam, mengikuti tren yang ada (capek kali ya… hehe)
  3. Penurunan tarif sebesar 30% dengan harapan banyak warga Maluku di Belanda menghadiri acara ini.
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Selamat Tinggal Banjir, Proyek Revitalisasi …

Agung Han | | 30 October 2014 | 21:02

Elia Massa Manik Si Manager 1 Triliun …

Analgin Ginting | | 30 October 2014 | 13:56

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Bau Busuk Dibelakang Borneo FC …

Hery | | 30 October 2014 | 19:59

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31


TRENDING ARTICLES

Jokowi-JK Tolak Wacana Pimpinan DPR …

Erwin Alwazir | 2 jam lalu

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 4 jam lalu

70 Juta Rakyat Siap Masuk Bui …

Pecel Tempe | 6 jam lalu

Pramono Anung Menjadi Satu-satunya Anggota …

Sang Pujangga | 10 jam lalu

Mba, Pengungsi Sinabung Tak Butuh …

Rizal Amri | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Saat Tukang Sate Satukan Para Pendusta …

Ardi Winata Tobing | 9 jam lalu

Jokowi-JK Tolak Wacana Pimpinan DPR …

Erwin Alwazir | 9 jam lalu

Toleransi terhadap “Orang Kecil” …

Fantasi | 9 jam lalu

Batu Bacan dari SBY ke Obama Membantu …

Sitti Fatimah | 10 jam lalu

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: