Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Jane Papilaya

“Keep your mind as bright & clear as the vast sky, the great ocean & selengkapnya

Discount 30% Untuk Anggota RMS di Belanda

OPINI | 12 April 2013 | 11:18 Dibaca: 234   Komentar: 0   0

Tidak jelas ide darimana, namun yang pasti kegiatan Walk 4 Maluku ini hanya dikhususkan untuk memperingati hari kematian Soumokil dan tempatnya pun hanya ada di Belanda, para pesertanya adalah segelintir orang yang menyejajarkan dia dengan salah satu pahlawan nasional Indonesia asal Maluku, yakni Kapitan Pattimura.

Sementara di Maluku sendiri, khususnya hari ini (12/4) bukanlah sesuatu yang spesial, bahkan banyak masyarakatnya tidak mengetahui. Lain halnya dengan Hari Pattimura yang selalu dirayakan setiap tanggal 15 Mei, seluruh masyarakat Maluku di mana pun berada pasti mengenal dan mengetahuinya.

Tapi bukan menjadi suatu kendala bagi penulis untuk mengungkap beberapa fakta tentang kegiatan Walk 4 Maluku di Belanda yang telah mengalami pergeseran acara dari tahun sebelumnya berdasarkan pamflet berikut ini :

13657401321767182290

(dok. pribadi)

Walk 4 Maluku 2012

  • Jelas tertulis di pamflet, bahwa kegiatan ini adalah untuk memperingati hari kematian Mr. Dr. Chr.R.S. Soumokil (Proklamator RMS)
  • Kegiatannya adalah berjalan kaki menyusuri rute-rute yang telah ditentukan sambil mengibarkan bendera RMS
  • Para peserta dikenakan tarif 15 euro untuk dewasa dan 10 euro untuk anak-anak

Walk 4 Maluku 2013

  • Tidak ada tulisan yang menerangkan bahwa kegiatan ini untuk memperingati hari kematian Proklamator RMS (walau latar belakang pamflet masih menggunakan wajahnya Soumokil)
  • Kegiatannya hanya menggelar pasar malam di sebuah gedung olahraga di Bemmel, Belanda
  • Pengunjung dikenakan tarif 10 euro untuk dewasa dan 5 euro untuk anak-anak

Analisis singkatnya adalah kegiatan Walk 4 Maluku ini kurang peminatnya sehingga pihak penyelenggara mengambil inisiatif dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Merubah isi pamflet, seakan-akan bukanlah kegiatan RMS melainkan kegiatan warga Maluku di Belanda
  2. Merubah kegiatan berjalan kaki menjadi kegiatan pasar malam, mengikuti tren yang ada (capek kali ya… hehe)
  3. Penurunan tarif sebesar 30% dengan harapan banyak warga Maluku di Belanda menghadiri acara ini.
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Buron FBI Predator Seks Pedofilia Ada di JIS …

Abah Pitung | | 23 April 2014 | 12:51

Ahok “Bumper” Kota Jakarta …

Anita Godjali | | 23 April 2014 | 11:51

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 10 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 12 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 13 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 14 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: