Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Asmari Rahman

MEMBACA sebanyak mungkin, MENULIS seperlunya

Eyang Subur Jadi Caleg

OPINI | 05 April 2013 | 02:10 Dibaca: 628   Komentar: 0   0

Berita tentang Eyang Subur menemptakan urutan teratas diantara berita-berita penting dinegeri ini. Media masa, terutama televisi seakan berlomba-lomba memberitakan soal paranormal beristeri delapan ini. Berbagai sisi kehidupan Eyang dikupas, mulai dari cerita soal mesin jahit hingga sampai kemesin duitnya.

Adalah seorang Adi Bing Slamet yang pertama kali membawa urusan Eyang ini menjadi tumbuh “subur” ditengah pulik, setelah itu Eyang menjadi buah bibir banyak orang dan bahkan institusi sekaliber MUI juga ikut terlibat membicarakannya, bahkan belakangan kita dengar selentingan berita bahwa MUI mengirimkan tim investigasi untuk memantau kegiatan Subur. Wal hasil bil husal nama Eyang Subur yang dulu hanya dikenal oleh kalangan tertentu saja kini sudah menasional, namanya menjadi populer, akrab dimulut dan ditelinga masyarakat hingga sampai kedusun –dusun terpencil.

Malam inipun  sosok lelaki misteri ini dibicarakan sebuah stasion tv swasta dalam dua acara berbeda secara berturut-turut. Menariknya lagi ,  seberapa hebohpun orang membicarakannya namun lelaki yang dipanggil Eyang ini tak pernah muncul, selalu saja ada orang  lain yang bersedia menjadi juru bicaranya, dan seberapa besarpun hujatan yang diarahkan kepadanya sebesar itu pula pembelaan datang dari simpatisannya.

Para pengikut, murid atau simpatisannya seakan siap sedia setiap saat Eyang membutuhkan,  mereka rela jadi kawat berduri untuk memagari  Eyang, bila diperlukan berbicara mereka siap menjadi penyambung lidah, dan bila perlu menjadi pelapis dada sekalipun mereka siap.

Melihat kondisi pemberitaan yang sedemikian gencarnya ini bukan tidak mungkn ada  partai politik ada yang mau mencalonkan Eyang sebagai Anggota Legislatif atau bahkan mungkin sebagai calon presiden.  Ditinjau dari beberapa sisi Eyang memang mungkin untuk itu. Beliau memiliki pengikut dan simpatisan yang cukup banyak, dikenal oleh publik terlebih-lebih setelah perseteruannya dengan beberapa artis mencuat.  Punya harta dan uang yang melimpah sehingga bisa digunakan sebagai dana kampanye, punya 8 isteri yang bisa dikerahkan sebagai tim sukses yang solid.

Akan halnya soal kemampuan dan intelektual Eyang tidak perlu dibicarakan dulu, bagi parpol yang penting ketenaran Eyang bisa dimanfaatkan untuk mendulang suara (Vote Getter). Ini memang sebuah ide gila tetapi bukan tidak mungkin terjadi ,  sebab kecenderungan partai politik dinegeri kta disaat ini adalah mencari figur yang layak jual . Dengan alasan untuk meningkatkan elektabilitas partai boleh mengambil kebijakan, meskipun dikemudian hari terbukti kebijakan seperti itu adalah sesuatu yang tidak bijak, jadi kepada Eyang Subur bersiap-siaplah untuk menjadi calon anggota legislatif.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | | 01 October 2014 | 12:26

Saya Ingin Pilkada Langsung, Tapi Saya Benci …

Maulana Syuhada | | 01 October 2014 | 14:50

BKKBN dan Kompasiana Nangkring Hadir di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:37

Ayo Menjadi Peneliti di Dunia Kompasiana …

Felix | | 01 October 2014 | 11:29

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Unik, Sapi Dilelang Secara Online …

Tjiptadinata Effend... | 5 jam lalu

Pemerintahan Jokowi-JK Terancam …

Pan Bhiandra | 7 jam lalu

Demi Demokrasi, Koalisi Jokowi Harus Dukung …

Aqila Muhammad | 7 jam lalu

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 14 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

“Happy” Andien Fashionable di La Fayette …

Irvan Sjafari | 10 jam lalu

Perpustakaan adalah Surga …

A Fahrizal Aziz | 10 jam lalu

Tinjauan dari Sisi Lain: Keluarga Pejabat …

Rumahkayu | 10 jam lalu

Memandangmu, Tanpa Kata …

Ryan. S.. | 10 jam lalu

Pilkada Tak Langsung Lebih Baik Daripada …

Anna Muawannah | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: