Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Ahmad Hilmi

Saya saat ini mengabdi di sebuah pensanten modern di bilangan Prambanan, Yokyakarta. Bagi teman-teman yang selengkapnya

Mertua Vs Menantu

OPINI | 27 March 2013 | 22:01 Dibaca: 1078   Komentar: 0   0

Mertua Vs Menantu

“loh mbak, sampean kok betah sih hidup sama mert?!” itu pertanyaan untuk yang berstatus mantu.

Atau dalam pertanyaan lain yang ditujukan kepada  mertua; “budhe, panjenengan kok bisa sih rukun dengan mantu?!”

Dua pertanyaan diatas hanyalah contoh kecil dari sikap gumun (heran) yang muncul ketika ada mantu dan mertua rukun, harmonis dan tanpa ada konflik yang berarti.

Memang dalam masyarakat kita, menantu hidup serumah dengan mertua merupakan hal yang sangat diantipati alias jangan sampai terjadi. Pun sebaliknya, seorang mertua tidak akan  mau kalau menantunya numpang hidup satu atap dengannya. Nah, keadaan tidak “campurannya” menantu dan mertua terjadi hampir disetiap keluarga. Bagaikan air dan minyak.  Tentu dengan pelbagai alasan, baik dari pihah menantu maupun mertua.

Alasan sederhana yang muncul dari pihak mantu “biasanya” tidak akan jauh dari alasan rasa takut kepada mertua: takut gak bisa bantu kesibukan, takut salah  bertindak dan yang terakhir adalah takut dimarah. Waduh…. emang  sekejam itukah sosok mertua? Seseram harimaukah? Sampai-sampai setiap mantu harus menjadikan mertua sebagai bahan petakut. Takut yang muncul hasil dari bisik-bisik tetangga dengan menanamkan “imej” kalau mertua itu sangat menakutkan kan bertindak seenakknya terdadap mantu.

Wah wah wah… pemahaman yang benar-benar bisa merusak keharmonisan hubungan mantu dan mertua ni. hehe

Atau sebaliknya, Kalau bener terjadi ada seorang mertua yang jahat kepada mantunya, berbuat sewenang- wenang, tidak menghargai usaha mantu, ini bagian dari hal bodoh yang dilakukan mertua. Justu sebaliknya, mertua itu seharusnya banyak terima kasih kepada mantuya. Loh kok bisa??

Mari kita renungkan bersama. Karena mantulah anaknya bisa bahagia. Karena mantulah, dia punya “segudang” cucu. Dan karena mantu jugalah rumah jadi ramai dari yang sebelumnya sunyi.

Pertanyaannya sekarang adalah mungkinkah antara mantu dan mertua bisa tidak terjadi konflik?

Jawabannya tentu tidak ada.

Lha wong sama anak sendiri saja bisa berseteru, apalagi sama anak orang yang bersetatus mantu.

Lha wong sama orang tua kandung saja bisa terjadi perselisihan, apalagi sama orang lain yang berstatus mertua.

Jadi. . Tidak ada mantu dan mertua yang luput dari konflik. Hanya permasalahannya adalah bagaimana cara menyikap konflik tersebut.

Yang harusnya dilakukan adalah seorang mertua menganggap mantu seperti anak sendiri dan sebaliknya, seorang mantu yang bisa memposisikan mertua seperti orang tuanya sendiri.

So, kalau anda menanntu, maka jadilah matu yang bisa ngalah.

kalau anda mertua, maka janganlah jadi mertua yang mau menang sendiri.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ozi Destayuza, Lahirkan Atlit Taekwondo Bawa …

Muhammad Samin | | 30 September 2014 | 21:47

Bercengkrama Bersama Museum NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | | 30 September 2014 | 21:35

Berani Klaim Gadjah Mada, Harus Hargai Kali …

Viddy Daery | | 30 September 2014 | 20:57

(Macau) Mengapa Anda Harus Berlibur ke …

Tria Cahya Puspita | | 30 September 2014 | 20:06

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Tifatul Sembiring di Balik Hilangnya …

Daniel H.t. | 4 jam lalu

SBY Hentikan Koalisi Merah Putih …

Zen Muttaqin | 6 jam lalu

Dari Semua Calon Menteri, Cuma Rizal Ramli …

Abdul Muis Syam | 6 jam lalu

Layakkah Menteri Agama RI Menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 10 jam lalu

Indahnya Teguran Allah …

Nduk_kenuk | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Stress,,Siapa Takut??? …

Ummu Zahrotun Nadzi... | 7 jam lalu

Luar Biasa, Budaya Minahasa Sukses Pentas di …

Veldy Umbas | 7 jam lalu

Empat Sinyal Bahaya kubu KMP …

Axtea 99 | 8 jam lalu

Cerita Dibalik Sekeping Emas Cabang Wushu …

Choirul Huda | 8 jam lalu

Jas Bekas Adian Napitupulu …

Umar Zidans | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: