Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Ahmad Hilmi

Saya saat ini mengabdi di sebuah pensanten modern di bilangan Prambanan, Yokyakarta. Bagi teman-teman yang selengkapnya

Mertua Vs Menantu

OPINI | 27 March 2013 | 22:01 Dibaca: 1071   Komentar: 0   0

Mertua Vs Menantu

“loh mbak, sampean kok betah sih hidup sama mert?!” itu pertanyaan untuk yang berstatus mantu.

Atau dalam pertanyaan lain yang ditujukan kepada  mertua; “budhe, panjenengan kok bisa sih rukun dengan mantu?!”

Dua pertanyaan diatas hanyalah contoh kecil dari sikap gumun (heran) yang muncul ketika ada mantu dan mertua rukun, harmonis dan tanpa ada konflik yang berarti.

Memang dalam masyarakat kita, menantu hidup serumah dengan mertua merupakan hal yang sangat diantipati alias jangan sampai terjadi. Pun sebaliknya, seorang mertua tidak akan  mau kalau menantunya numpang hidup satu atap dengannya. Nah, keadaan tidak “campurannya” menantu dan mertua terjadi hampir disetiap keluarga. Bagaikan air dan minyak.  Tentu dengan pelbagai alasan, baik dari pihah menantu maupun mertua.

Alasan sederhana yang muncul dari pihak mantu “biasanya” tidak akan jauh dari alasan rasa takut kepada mertua: takut gak bisa bantu kesibukan, takut salah  bertindak dan yang terakhir adalah takut dimarah. Waduh…. emang  sekejam itukah sosok mertua? Seseram harimaukah? Sampai-sampai setiap mantu harus menjadikan mertua sebagai bahan petakut. Takut yang muncul hasil dari bisik-bisik tetangga dengan menanamkan “imej” kalau mertua itu sangat menakutkan kan bertindak seenakknya terdadap mantu.

Wah wah wah… pemahaman yang benar-benar bisa merusak keharmonisan hubungan mantu dan mertua ni. hehe

Atau sebaliknya, Kalau bener terjadi ada seorang mertua yang jahat kepada mantunya, berbuat sewenang- wenang, tidak menghargai usaha mantu, ini bagian dari hal bodoh yang dilakukan mertua. Justu sebaliknya, mertua itu seharusnya banyak terima kasih kepada mantuya. Loh kok bisa??

Mari kita renungkan bersama. Karena mantulah anaknya bisa bahagia. Karena mantulah, dia punya “segudang” cucu. Dan karena mantu jugalah rumah jadi ramai dari yang sebelumnya sunyi.

Pertanyaannya sekarang adalah mungkinkah antara mantu dan mertua bisa tidak terjadi konflik?

Jawabannya tentu tidak ada.

Lha wong sama anak sendiri saja bisa berseteru, apalagi sama anak orang yang bersetatus mantu.

Lha wong sama orang tua kandung saja bisa terjadi perselisihan, apalagi sama orang lain yang berstatus mertua.

Jadi. . Tidak ada mantu dan mertua yang luput dari konflik. Hanya permasalahannya adalah bagaimana cara menyikap konflik tersebut.

Yang harusnya dilakukan adalah seorang mertua menganggap mantu seperti anak sendiri dan sebaliknya, seorang mantu yang bisa memposisikan mertua seperti orang tuanya sendiri.

So, kalau anda menanntu, maka jadilah matu yang bisa ngalah.

kalau anda mertua, maka janganlah jadi mertua yang mau menang sendiri.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Stanley, Keindahan Sisi Selatan Hongkong …

Moris Hk | | 29 August 2014 | 14:46

Kisah Hidup Pramugari yang Selamat dari …

Harja Saputra | | 29 August 2014 | 12:24

Jose Mujica, Dihormati Meskipun Tidak Punya …

Putu Djuanta | | 29 August 2014 | 14:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 8 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 11 jam lalu

Jokowi Mengkhianati Rakyat Jika Tidak …

Felix | 12 jam lalu

Ganteng-Ganteng Hakim MK …

Balya Nur | 12 jam lalu

Cara Unik Jokowi Cabut Subsidi BBM, …

Rizal Amri | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kapusan (Tertipu) …

Amin | 7 jam lalu

Jokowi-JK Berhentilah Berharap Tambahan …

Win Winarto | 8 jam lalu

Jogja Terhina, France Tidak Perlu Minta Maaf …

Nasakti On | 8 jam lalu

Rising Star Indonesia, ‘Ternoda’ …

Samandayu | 8 jam lalu

Makna Kesaktian 2 (Episode : …

Akhmad Fauzi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: