Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Theresia Angkawijaya

desah kata menggema di nurani kebeningan jiwa yang beromansa kebenaran Sang Kehidupan.

Kasih dan Perhatian, yang ku Butuhkan…..

OPINI | 28 March 2013 | 13:59 Dibaca: 83   Komentar: 0   0

Terjatuh adalah hal yang biasa dialami oleh manusia yang hidup di atas muka bumi ini. Rasa sakit pasti akan dirasakan ketika terjatuh. Air mata pun dapat menetes deras ketika sakit yang dialami semakin menyakitkan dan tubuh tak mampu menahannya. Cidera ringan atau berat pasti akan dialami seseorang ketika terjatuh bahkan menimbulkan suatu bekas setelah sembuh.

Definisi “terjatuh” pada kehidupan modern seperti ini bukan hanya berkaitan dengan fisik saja namun juga psikis. Banyak orang yang sedang atau pun pernah mengalami terjatuh secara psikis dalam menapaki kehidupannya. Terjatuh secara psikis bermula dari beban dan masalah kehidupan berat yang tidak mampu menemui jalan keluar yang baik .

Pada kenyataannya, terjatuh secara psikis lebih berat dan menyakitkan dari pada fisik. Hal yang terberat saat mengalaminya adalah menerima kenyataan terjatuh ini sebagai cobaan dari Tuhan, menjalani proses yang panjang dalam masa penyembuhannya . Semangat dan sikap pantang menyerah dibutuh untuk melaluinya dengan baik.

Terjatuh secara psikis akan sangat mempengaruhi atau merubah kehidupan seseorang secara langsung maupun tidak. Suasana hati juga akan sangat labil apabila yang mengalami adalah anak remaja yang masih mencari jati diri atau pun seseorang yang belum siap “terjatuh”. Siap atau belum, seseorang harus bisa menghadapi kenyataan yang terjadi saat ini.

Hal ini bisa diantisipasi lewat perhatian, kasih sayang, serta dukungan moril dari keluarga / teman/ saudara/ orang terdekat. Jika lingkungan di sekitarnya tidak mendukung secara positif (cuek), maka kondisi psikis seseorang yang sedang terjatuh akan semakin terpojok, terguncang, tertekan, dan putus asa. Mungkin jalan bunuh diri akan menjadi pilihan terakhirnya untuk bebas dari rasa sakit nya.

Maka dari itu, dengan penuh kesadaran dan kepedulian kita kepada sesama sebagai makhluk sosial dan berbudi hendaknya berbagi kasih dan perhatian kita terhadap sesama yang membutuhkan dan mungkin sedang terjatuh dalam menapaki kehidupan ini. Dengan berbagi sedikit perhatian dan kasih, kita mampu menyelamatkan satu nyawa dari tindak bunuh diri yang bertentangan dengan seluruh ajaran agama di dunia ini.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cermin Hitam di Taman Nasional Sebangau …

Pratiwi Cristin Har... | | 23 October 2014 | 12:06

Pintarnya Mahasiswa Beralasan …

Giri Lumakto | | 23 October 2014 | 13:57

[YOGYAKARTA] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:06

Lee Chong Wei Positif Doping, Pelajaran …

Arnold Adoe | | 23 October 2014 | 18:40

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kaesang: Anak Presiden Juga Blogger …

Listhia H Rahman | 9 jam lalu

Seekor Babi Mati Bunuh Diri, Karena Setia …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Si Teteh Akhirnya Menjadi Kompasianer …

Tubagus Encep | 10 jam lalu

Akankah Pemkot Solo Berani Menyatakan Tidak …

Agus Maryono | 11 jam lalu

Jokowi-JK Tak Kompak, Langkah Buruk bagi …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Selusur Goa, Mengingat Kembali Stalaktit dan …

Mentari_elart | 9 jam lalu

Jokowi Ngetest DPR …

Herry B Sancoko | 9 jam lalu

Penderita Lumpuh Layu Itu Hidupi Dua Kakak …

Asep Rizal | 9 jam lalu

Jalasveva Jayamahe, Mengembalikan Kejayaan …

Topik Irawan | 9 jam lalu

Buah Strawberry untuk Kesehatan Jantung …

Puri Areta | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: