Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Deni Suryana

Apa adanya, begini adanya. Tulisan lain ada di URL dibawah ini: http://www.denisuryana.wordpress.com http://www.denisuryana.tumblr.com selengkapnya

Seberapa Penting Peran Guru Spiritual?

OPINI | 26 March 2013 | 19:39 Dibaca: 472   Komentar: 5   0

Heboh perseteruan antara Adi Bing Slamet dengan mantan ‘guru spiritualnya’ Eyang Subur yang belakangan disebutnya sebagai dukun mencuatkan tanda tanya besar. Seberapa penting peran guru spiritual dalam kehidupan dan karier kita? Karena jika kita perhatikan makin banyak orang datang ke orang-orang ‘pintar’ baik yang disebutnya sebagai ‘ustadz, kyai, pendeta, pandita atau bahkan dukun’ dari pandangan (menurut) saya banyak dari orang pintar tersebut adalah bodong atau palsu. Keilmuan mereka tidaklah bagus, namun memang mereka adalah orang pintar. Pintar membodohi orang lain, pintar meyakinkan orang lain, pintar ngibulin orang lain, pintar nipu orang lain.

Hmmm…peran ‘guru spiritual’ jika diperhatikan sangatlah dominant, tengok saja pengakuan Adi Bing Slamet yang konon katanya diperas dan dikibulin serta diminta melakukan hal-hal yang secara rasional tidak ada hubungannya dengan kesuksesan atau keberhasilan dalam karier seseorang, namun tetap saja mereka menuruti hal tersebut. Betapa bodohnya…

Saya mencoba menelisik fenomena ini, dan memperhatikan beberapa hal yang menyebabkan hal ini terjadi.

  1. Kurangnya/ tipisnya Iman. Ya, pastinya yang pertama dan utama atas terjadinya fenomena ini adalah karena tipisnya atau kurangnya Iman seseorang. Mereka merasa pertolongan Tuhan saja tidak cukup, mereka mencoba menyandarkan harapan mereka pada yang lain. Bagi orang yang memeluk agama islam hal seperti ini bias dikategorikan sebagai syirik. Atau menyekutukan Allah SWT.
  2. Kurangnya rasa percaya diri. Kurangnya rasa percaya diri banyak menyeret orang-orang untuk mendatangi dukun atau guru spiritual mereka. Mereka meminta wejangan atau apalah disebutnya. Hal ini akan jauh lebih menarik jika dibahas dalam ranah psikologi.
  3. Ingin meraih sesuatu dengan cepat/ instant. Banyak manusia yang menginginkan sukses atau berhasil dalam waktu yang singkat tanpa perlu proses yang bertele-tele, mungkin dalam pemikiran mereka dukun atau guru spiritual mereka mampu mengabulkan keinginan mereka tersebut. Tanpa perlu bersusah payah mereka sudah dapat meraih kesuksesan, padahal semua hanyalah semu belaka.
  4. Warisan Budaya, Jika saya perhatikan kebiasaan mendatangi penasihat/ guru spiritual merupakan sebuah warisan budaya. Disadari atau tidak, diakui atau tidak hal ini sudah ada sejak zaman dahulu kala. Bertanya kepada orang pintar, mungkin kalo presiden semacam staff ahli/ penasihat presiden.

Terlepas dari itu semua, secara pribadi saya merasa miris dan turut prihatin dengan kasus yang menimpa Adi Bing Slamet, terlebih para korban sudah mulai membesar dan merembet kemana-mana. Seharusnya beliau-beliau menyelesaikan dengan cara yang baik-baik tidak perlu di-blow up ke media seperti sekarang. Hal ini makin memperkeruh suasana dan akan menjadi tertawaan banyak orang.
Dan semoga akan menjadi pelajaran bagi semua orang, jangan mudah percaya sama ‘orang pintar’ terlebih pada orang yang pintar nipu, pintar membohongi, pintar membodohi orang lain. Semoga, semoga dan semoga.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Kasus PR Habibi, ketika Guru Salah Konsep …

Erwin Alwazir | 8 jam lalu

Abraham Lunggana, Ahok, Messi, dan Pepe …

Susy Haryawan | 9 jam lalu

Tentang 6 x 4 …

Septin Puji Astuti | 10 jam lalu

Jokowi dan Kutukan Politik …

Angin Dirantai | 11 jam lalu

PPP dan Kudeta Marwah …

Malaka Ramadhan | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Gimana Terhindar dari Jebakan Oknum Trading …

Adhie Koencoro | 8 jam lalu

Dari Priyo Sampai Ahok, Akhirnya Demokrat …

Auda Zaschkya | 8 jam lalu

Daya Tarik Kota Emas Prag, Ditinggalkan …

Cahayahati (acjp) | 8 jam lalu

Cycling, Longevity and Health …

Putri Indah | 9 jam lalu

Menemukan Pembelajaran dari kasus Habibi dan …

Maria Margaretha | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: