Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Deni Suryana

Apa adanya, begini adanya. Tulisan lain ada di URL dibawah ini: http://www.denisuryana.wordpress.com http://www.denisuryana.tumblr.com selengkapnya

Seberapa Penting Peran Guru Spiritual?

OPINI | 26 March 2013 | 19:39 Dibaca: 469   Komentar: 5   0

Heboh perseteruan antara Adi Bing Slamet dengan mantan ‘guru spiritualnya’ Eyang Subur yang belakangan disebutnya sebagai dukun mencuatkan tanda tanya besar. Seberapa penting peran guru spiritual dalam kehidupan dan karier kita? Karena jika kita perhatikan makin banyak orang datang ke orang-orang ‘pintar’ baik yang disebutnya sebagai ‘ustadz, kyai, pendeta, pandita atau bahkan dukun’ dari pandangan (menurut) saya banyak dari orang pintar tersebut adalah bodong atau palsu. Keilmuan mereka tidaklah bagus, namun memang mereka adalah orang pintar. Pintar membodohi orang lain, pintar meyakinkan orang lain, pintar ngibulin orang lain, pintar nipu orang lain.

Hmmm…peran ‘guru spiritual’ jika diperhatikan sangatlah dominant, tengok saja pengakuan Adi Bing Slamet yang konon katanya diperas dan dikibulin serta diminta melakukan hal-hal yang secara rasional tidak ada hubungannya dengan kesuksesan atau keberhasilan dalam karier seseorang, namun tetap saja mereka menuruti hal tersebut. Betapa bodohnya…

Saya mencoba menelisik fenomena ini, dan memperhatikan beberapa hal yang menyebabkan hal ini terjadi.

  1. Kurangnya/ tipisnya Iman. Ya, pastinya yang pertama dan utama atas terjadinya fenomena ini adalah karena tipisnya atau kurangnya Iman seseorang. Mereka merasa pertolongan Tuhan saja tidak cukup, mereka mencoba menyandarkan harapan mereka pada yang lain. Bagi orang yang memeluk agama islam hal seperti ini bias dikategorikan sebagai syirik. Atau menyekutukan Allah SWT.
  2. Kurangnya rasa percaya diri. Kurangnya rasa percaya diri banyak menyeret orang-orang untuk mendatangi dukun atau guru spiritual mereka. Mereka meminta wejangan atau apalah disebutnya. Hal ini akan jauh lebih menarik jika dibahas dalam ranah psikologi.
  3. Ingin meraih sesuatu dengan cepat/ instant. Banyak manusia yang menginginkan sukses atau berhasil dalam waktu yang singkat tanpa perlu proses yang bertele-tele, mungkin dalam pemikiran mereka dukun atau guru spiritual mereka mampu mengabulkan keinginan mereka tersebut. Tanpa perlu bersusah payah mereka sudah dapat meraih kesuksesan, padahal semua hanyalah semu belaka.
  4. Warisan Budaya, Jika saya perhatikan kebiasaan mendatangi penasihat/ guru spiritual merupakan sebuah warisan budaya. Disadari atau tidak, diakui atau tidak hal ini sudah ada sejak zaman dahulu kala. Bertanya kepada orang pintar, mungkin kalo presiden semacam staff ahli/ penasihat presiden.

Terlepas dari itu semua, secara pribadi saya merasa miris dan turut prihatin dengan kasus yang menimpa Adi Bing Slamet, terlebih para korban sudah mulai membesar dan merembet kemana-mana. Seharusnya beliau-beliau menyelesaikan dengan cara yang baik-baik tidak perlu di-blow up ke media seperti sekarang. Hal ini makin memperkeruh suasana dan akan menjadi tertawaan banyak orang.
Dan semoga akan menjadi pelajaran bagi semua orang, jangan mudah percaya sama ‘orang pintar’ terlebih pada orang yang pintar nipu, pintar membohongi, pintar membodohi orang lain. Semoga, semoga dan semoga.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerbau Disembelih, Tanduknya Jadi Sumber …

Leonardo | | 31 July 2014 | 14:24

Aborsi dan Kemudahannya …

Ali Masut | | 01 August 2014 | 04:30

Di Pemukiman Ini Warga Tidak Perlu Mengunci …

Widiyabuana Slay | | 01 August 2014 | 04:59

Jadilah Muda yang Smart! …

Seneng Utami | | 01 August 2014 | 03:56

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Perbedaan Sindonews dengan Kompasiana …

Mike Reyssent | 13 jam lalu

Lubang Raksasa Ada Danau Es di Bawahnya? …

Lidia Putri | 17 jam lalu

Jangan Tulis Dulu Soal Wikileaks dan …

Bang Pilot | 21 jam lalu

Tipe Karyawan yang Perlu Diwaspadai di …

Henri Gontar | 31 July 2014 09:31

Evaluasi LP Nusa Kambangan dan …

Sutomo Paguci | 31 July 2014 09:01

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: