Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Sumiarti Haryanto

Banyumas ASELI…..Ibu tiga anak, bekerja di STAIN Purwokerto, selalu belajar apa saja, iseng, suka bercanda selengkapnya

Pengalaman Kena Santet

OPINI | 24 March 2013 | 15:20 Dibaca: 611   Komentar: 0   1

Topik tentang SANTET selalu menarik perhatian saya, meski saya adalah orang yang sangat awam dan sama sekali tidak tahu  dunia per-SANTET-an. Namun, beberapa kali saya bertemu dengan orang yang “katanya kena santet”. “Katanya” maksudnya  kata seseorang yang memiliki pengetahuan tentang ilmu santet atau ilmu supranatural lainnya. Beberapa pengalaman teman yang “katanya” kena santet:

- Ada  seorang suami,  katanya dia diguna-guna oleh seorang perempuan –yang kebetulan mantan pacarnya– sehingga dia lupa anak dan istrinya. Setiap hari, dosis santetnya semakin bertambah. Media yang digunakan adalah telepon genggam (handphone). Setiap kali menerima sms atau telpun dari pelaku, dia seperti orang linglung dan bingung; dia selalu menyebut nama mantan pacarnya itu… Dia tidak lagi mengenai anak, istri atau keluarganya.

- Ada seorang teman yang merasa selalu diganggu oleh makhluk-makhluk aneh dan menakutkan. Makhluk-makhluk itu selalu muncul, khususnya di malam hari dan membuatnya tidak nyaman berada di rumahnya. Seorang “pintar’ mengatakan bahwa ada orang yang iri dan tidak senang dengan kehidupannya yang serba nyaman sehingga ingin membuatnya “stress” dan tidak tenang.

- Ada seorang teman yang mengalami sakit kepala dan pusing yang tak tertahankan. Namun, setelah diperiksa dokter, tidak terdeteksi penyakitnya. Akhirnya, ada seseorang yang menyarankan agar dia datang kepada seorang ahli supranatural. Ternyata, setelah melakukan beberapa ritual dan doa, ditemukan ada jarum dan potongan cutter tertancap di kepalanya…

- Ada seorang teman yang mengalami sakit di bagian punggung dan lehernya. Dokter juga tidak dapat mendeteksi penyakitnya. Hasil test laboratorium menyatakan semua baik dan normal. Akhirnya, dia menemui seorang Kyai. Yang mengejutkan, sang Kyai mengeluarkan beberapa  binatang kecil dan berbulu dari punggung dan lehernya…

Antara percaya dan tidak percaya. Namun, sejak itu, saya pun menyadari bahwa ada “dunia lain” yang tidak saya ketahui. Dunia yang menurut saya irrasional, tidak empiris dan serba abstrak. Mungkin itu sejenis santet, guna-guna atau apalah namanya. Realitanya, meskipun Santet adalah “ilmu” yang dianggap tidak rasional, namun “ilmu santet” sangat dikenal dan dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Kalau sekarang akan ada RUU SANTET (dan kalau benar-benar disyahkan akan menjadi  Undang-Undang tentang santet), apakah nanti akan dibentuk KOMISI SANTET INDONESIA? Atau akan dibuka lowongan POLISI, HAKIM, JAKSA, PENGACARA, dkk yang merupakan AHLI SANTET? Entahlah…

– Semoga, Allah melindungi saya dan Anda dari kejahatan santet….

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Buron FBI Predator Seks Pedofilia Ada di JIS …

Abah Pitung | | 23 April 2014 | 12:51

Ahok “Bumper” Kota Jakarta …

Anita Godjali | | 23 April 2014 | 11:51

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 9 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 11 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 12 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 12 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: