Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Sumiarti Haryanto

Ibu 4 anak, bekerja, suka bercanda

Pengalaman Kena Santet

OPINI | 24 March 2013 | 15:20 Dibaca: 659   Komentar: 0   1

Topik tentang SANTET selalu menarik perhatian saya, meski saya adalah orang yang sangat awam dan sama sekali tidak tahu  dunia per-SANTET-an. Namun, beberapa kali saya bertemu dengan orang yang “katanya kena santet”. “Katanya” maksudnya  kata seseorang yang memiliki pengetahuan tentang ilmu santet atau ilmu supranatural lainnya. Beberapa pengalaman teman yang “katanya” kena santet:

- Ada  seorang suami,  katanya dia diguna-guna oleh seorang perempuan –yang kebetulan mantan pacarnya– sehingga dia lupa anak dan istrinya. Setiap hari, dosis santetnya semakin bertambah. Media yang digunakan adalah telepon genggam (handphone). Setiap kali menerima sms atau telpun dari pelaku, dia seperti orang linglung dan bingung; dia selalu menyebut nama mantan pacarnya itu… Dia tidak lagi mengenai anak, istri atau keluarganya.

- Ada seorang teman yang merasa selalu diganggu oleh makhluk-makhluk aneh dan menakutkan. Makhluk-makhluk itu selalu muncul, khususnya di malam hari dan membuatnya tidak nyaman berada di rumahnya. Seorang “pintar’ mengatakan bahwa ada orang yang iri dan tidak senang dengan kehidupannya yang serba nyaman sehingga ingin membuatnya “stress” dan tidak tenang.

- Ada seorang teman yang mengalami sakit kepala dan pusing yang tak tertahankan. Namun, setelah diperiksa dokter, tidak terdeteksi penyakitnya. Akhirnya, ada seseorang yang menyarankan agar dia datang kepada seorang ahli supranatural. Ternyata, setelah melakukan beberapa ritual dan doa, ditemukan ada jarum dan potongan cutter tertancap di kepalanya…

- Ada seorang teman yang mengalami sakit di bagian punggung dan lehernya. Dokter juga tidak dapat mendeteksi penyakitnya. Hasil test laboratorium menyatakan semua baik dan normal. Akhirnya, dia menemui seorang Kyai. Yang mengejutkan, sang Kyai mengeluarkan beberapa  binatang kecil dan berbulu dari punggung dan lehernya…

Antara percaya dan tidak percaya. Namun, sejak itu, saya pun menyadari bahwa ada “dunia lain” yang tidak saya ketahui. Dunia yang menurut saya irrasional, tidak empiris dan serba abstrak. Mungkin itu sejenis santet, guna-guna atau apalah namanya. Realitanya, meskipun Santet adalah “ilmu” yang dianggap tidak rasional, namun “ilmu santet” sangat dikenal dan dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Kalau sekarang akan ada RUU SANTET (dan kalau benar-benar disyahkan akan menjadi  Undang-Undang tentang santet), apakah nanti akan dibentuk KOMISI SANTET INDONESIA? Atau akan dibuka lowongan POLISI, HAKIM, JAKSA, PENGACARA, dkk yang merupakan AHLI SANTET? Entahlah…

– Semoga, Allah melindungi saya dan Anda dari kejahatan santet….

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Produksi Murah Jualnya Mahalan …

Gaganawati | | 23 October 2014 | 16:43

Astaghfirulloh, Ada Kampung Gay di …

Cakshon | | 23 October 2014 | 17:48

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

”Inspirasi Pendidikan” dari Berau …

Rustan Ambo Asse | | 23 October 2014 | 18:22

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Akankah Pemkot Solo Berani Menyatakan Tidak …

Agus Maryono | 4 jam lalu

Jokowi-JK Tak Kompak, Langkah Buruk bagi …

Erwin Alwazir | 5 jam lalu

Jonru Si Pencinta Jokowi …

Nur Isdah | 7 jam lalu

Pak Presiden, Kok Sederhana Banget, Sih! …

Fitri Restiana | 7 jam lalu

Acara Soimah Menelan Korban …

Dean Ridone | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Wih, Sekarang Abdi Rakyat Bakalan Keteteran …

Ridha Harwan | 7 jam lalu

Antara Aku, Kompasiana dan Keindahan …

Rahmat Hadi | 7 jam lalu

Sejarah Qatar, Juara Piala Asia U-19! …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Makna Kegagalan …

Hanif Amin | 8 jam lalu

Ketika Islam Dianaktirikan Penganutnya …

Anni Muhammad | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: