Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Sembilan Dusun Labuhanbatu Tanpa Listrik

REP | 20 March 2013 | 10:03 Dibaca: 79   Komentar: 0   0

Pembagian kue pembangunan masih belum merata dirasakan warga, khususnya di kawasan pesisir Labuhanbatu. Baik tentang kualitas infrastruktur jalan darat maupun ketersediaan listrik. Keadilan dalam distribusi hasil modernisasi menjadi impian, sehingga, warga tidak hidup terisolir dan gelapnya malam tanpa listrik.
Warga sembilan dusun di Desa Sei Siarti, Kecamatan Panai Tengah Kabupaten Labuhanbatu belum menikmati penerangan  listrik milik PLN. Akibatnya, meski negeri ‘merah putih’ ini telah lama merdeka, tetapi warga di dusun-dusun itu masih mengeluh tentang makna kemerdekaan.

Karena untuk sekadar dapat menikmati penerangan di malam hari mereka terpaksa menggunakan penerangan seadanya.

Adapun ke sembilan dusun yang belum terjangkau  jaringan listrik PT PLN terdapat di Dusun Pasar I Sei Rambe, Sei Pinang, Sei Pege, Mayor, Bunut, Kampung Baru, Rengat dan Malindo di Desa Sei Siarti Kecamatan Panai Tengah.

Kepala Desa Sei Siarti Kecamatan Panai Tengah Kabupaten Labuhanbatu, Harapan Pasaribu dalam satu kesempatan mengakui pihak desa sudah berulang kali mengusulkan pemasangan jaringan PLN ke berbagai pihak, termasuk kepada pemda agar memperioritaskan penerangan PLN masuk desa mereka.

Dia mengatakan, akibat tidak ada jaringan PLN, sejumlah warga di ke 9 dusun itu mengadalkan lampu penerangan seadanya di malam hari, termasuk lampu teplok. Sedangkan bagi warga yang ekonominya berkemampuan, mereka membeli penerangan sendiri seperti mesin genset. Persoalan penerangan yang belum tersentuh di sembilan dusun itu, kata dia pernah mendapat tawaran solusi dari pihak ketiga untuk pembuatan mesin pembangkit listrik tenaga diesel. Tapi, hal itu gagal.

Karena pihak penyedia jasa meminta pembayaran uang panjar masing-masing Rp 1,5 juta kepada setiap kepala keluarga warga. “Mereka bersedia membuatkan mesin penerangan. Tapi, warga kami tidak mampu membayar uang muka Rp1,5 juta per kepala keluarga, akhirnya batal,” tuturnya.

Faktualita kondisi yang ada, kata M Kenaikan Nasution, Sekretaris Desa itu, anak-anak sekolah dari keluarga yang kurang

Mampu ekonominya terpaksa belajar dengan penenerangan lampu sangat minim. Untuk mendapatkan penerangan, warga mesti berlangganan dan berbayar perbulan dari mesin genset warga sekitar.

“Anak-anak belajar pakai lampu teplok. Jika rumahnya bertetangga dengan  rumah yang memiliki genset bisa menumpang. Tapi walau sudah punya genset, pukul 23.00 WIB sudah dimatikan,” tukasnya.

Warga kerap ternanti-nanti dalam hal pemasangan instalasi dan jaringan listrik ke desa itu. Sebab, menurut Nasution, beberapa kali pihak yang mengaku dari PLN melakukan pengukuran dan rencana pemancangan tiang listrik, tetapi gagal.

Beberapa warga, kata dia, sudah memiliki alat penerangan listrik tenaga matahari. Alat itu didapat dari bantuan Pemprovsu beberapa tahun silam. “Ada beberapa warga yang mendapat bantuan alat penerangan listrik tenaga matahari. Bantuan pemerintah provinsi,” jelasnya.

Dengan bantuan peralatan seperti itu, warga sedikit terbantu. Terlebih jika panas matahari mendukung. Setidaknya, warga dapat memanfaatkan arus listrik yang dihasilkan dari peralatan itu untuk menyaksikan kondisi dunia luar melalui pesawat televisi. (f)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Saat Warga Kupang Anti-McDonald …

Yusran Darmawan | | 29 August 2014 | 06:43

Pak Jokowi, Saya Setuju Cabut Subsidi BBM …

Amy Lubizz | | 28 August 2014 | 23:37

Jatah Kursi Parlemen untuk Jurnalis Senior …

Hendrik Riyanto | | 29 August 2014 | 04:36

Jangan Mengira “Lucy” sebagai Film …

Andre Jayaprana | | 28 August 2014 | 22:59

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Cara Unik Jokowi Cabut Subsidi BBM, …

Rizal Amri | 2 jam lalu

Gaduhnya Boarding Kereta Api …

Akhmad Sujadi | 4 jam lalu

Jokowi “Membela” Rakyat Kecil …

Melvin Hade | 5 jam lalu

Ketua Gerindra, M Taufik Pasang Photo …

Frans Az | 10 jam lalu

Mafia Migas dibalik Isyu BBM …

Hendra Budiman | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Tempat Jajan Enak, OISHII …

Marisa Prasetya | 8 jam lalu

Rahasia Sukses Tionghoa Siantar! …

Saut Donatus | 8 jam lalu

Menumbuhkan Minat Baca, Cara Saya …

Masluh Jamil | 8 jam lalu

Perpustakaan “Ter” di Dunia …

Perpustakaan Kement... | 8 jam lalu

“Badan Penghubung Provinsi Riau di …

Achmaddin Addin | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: