Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Nani Roslinda

Berusaha ceria, bahagia dan hilangkan buruk sangka bisa bikin awet muda

Ribet Juga ya Buka Rekening di BCA

OPINI | 06 March 2013 | 00:08 Dibaca: 17162   Komentar: 9   1

Beberapa pekan lalu, tempat saya honor mengajar mengharuskan semua gurunya memiliki rekening di BCA , bagi yang belum punya rekening harus buat, dan harus  menyerahkan fotokopi buku rekeningnya ke pihak sekolah.  Padahal bulan-bulan sebelumnya saya tenang-tenang saja karena selalu berhasil masuk transferan gaji ke Bank Pembangunan Daerah di tempat saya tinggal. Saya tidak terlalu tertarik buka rekening di BCA karena saya melihat setiap awal bulan atau setiap hari ATM BCA itu penuh sesak dan antrean oleh para pekerja yang ingin mengambil gaji lewat ATM.

Mungkin karena para nasabahnya sudah terlalu banyak, sehingga Bank BCA sekarang sedikit mempersulit persyaratan membuat rekening di Bank ini.  Setahu saya dulu saat saya pernah buka pertama kali rekening BCA sekitar puluhan tahun lalu, saya buka rekening hanya mengegunakan satu tanda pengenal (KTP) saja.  Bisa KTP saja atau bisa juga menggunakan SIM dan atau tanda pengenal lainnya.

Namun beberapa kali saya pergi ke kantor-kantor cabang BCA terdekat, membaca persyaratan membuka rekening di Bank ini harus membawa KTP beserta KK nya.  Pakai SIM boleh tapi tetap harus ada KK juga.  KTP dan KK harus yang asli semua. Saya sempat bertanya-tanya kenapa untuk menabungkan uang saja jadi sulit sekali seperti ini.  Mungkin sebagian masyarakat hal ini bukan merupakan kesulitan apalagi kalau KTP dan  KK nya sudah ada semua.

Beberapa bulan lalu KTP saya sempat hilang dan masa penggunaannya juga hampir habis, sedangkan e-KTP yang digembar-gemborkan pemerintah harus dibuat, hampir berbulan-bulan belum jadi juga, sungguh kinerja pemerintah yang sangat lambat menangani kasus pembuatan  e-KTP ini. Ya…apaboleh buat, saya sepertinya harus buat KTP biasa lagi demi mendapatkan pelayanan yang baik dari pihak BCA.

Saya pergi kekantor polisi, membuat keterangan kehilangan KTP dengan membayar uang administrasi RP 10.000, harus menemui RT dan RW saya untuk minta surat pengantar pembuatan KTP di kecamatan, karena pak RT tetangga saya sebelah rumah saya, Beliau tidak meminta sedikitpun untuk biaya surat pengantar tersebut.  Saya membawa surat pengantar dari Beliau ke kantor kelurahan, buat surat pengantar lagi dengan membayar biaya administrasi sebesar RP 20.000,  setelah itu saya melanjutkan perjalanan lagi ke kecamatan untuk dibuatkan KTP baru, tapi karena jawaban petugasnya jadi KTPnya 3 minggu, saya menanyakan ada yang paket instan gak? Pihak sekolah tempat mengajar saya untuk mengumpulkan nomor rekening BCA  harus secepatnya, sehingga saya meminta tolong petugas kecamatan tersebut membuat KTP dalam jangka waktu beberapa hari saja, saya dimintai uang RP 50.000 untuk biaya pembuatan KTP  secara cepat.  Akhirnya saya harus menunda 3 hari untuk membuat rekening BCA, menunggu KTPnya jadi dulu,

Pagi senen,  saya kembali mendatangi kantor kecamatan untuk mengambil KTP yang sudah saya pesan beberapa hari lalu, Alhamdulilah KTP saya sudah jadi, saya langsung berankat ke kantor cabang BCA di daerah saya, saya langsung menyodorkan persyaratan yang diminta kepada tempat pendaftaran antrean di BCA tersebut, KTP dan KK saya diperiksa, ternyata alamat pada KK dan alamat pada KTP sedikti berbeda, karena KK saya menggunakan KK lama, RTnya masih yang dulu, sedangkan KTP baru saya sudah menggunakan RT yang baru setelah adanya pemekaran RT diwilayah tempat saya tinggal.

Pihak BCA menolak persyaratan saya dengan menyarankan saya untuk kembali ke kecamatan lagi, meminta surat keterangan bahwa terjadi kesalahan dalam pengetikan atau keterangn apa saja yang membuat perbedaan alamat pada KK dan KTP tersebut menjadi sah dengan surat keterangan tersebut.

Sebetulnya saya sangat kesal dengan ribetnya pembuatan rekening ini, ingin rasanya saya membatalkan untuk membuatnya, namun mengingat saya juga tidak mau melanggar peraturan sekolah yang mempersyaratkan saya wajib buka rekening untuk trasnfer gaji, akhirnya saya dengan sabar menarik gas motor saya lagi untuk menuju kantor camat lagi, meminta surat keterangan yang diusulkan oleh pihak Bank tersebut.  Memang ribet sekali nih buka rekening di BCA ujar saya sambil menggerutu.

Sampai dikantor kecamatan, karyawan kantor kecamatan menyalahkan saya, karena KK barunya tidak diurusi untuk dibuat, KTP yang dibuat berdasarkan KK online yang baru bukan berdasarkan KK yang lama, saya sempat kesal mengapa saya baru diberitahu sekarang saat pihak BCA mempersalahkan alamat saya yang tidak sama,  saya dianjurkan untuk membuat KK baru dulu sekitar 2 hari baru jadi KK barunya.

Saat itu saya sempat sedikit emosi dan mengatakan kepada karyawan kecamatan bahwa pada hari ini juga detik ini juga saya minta dibuatkan surat keterangan bahwa saya berdomisili di RT ini dan RW itu sesuai dengan KK yang baru walaupun saya belum punya.  Saya tak punya banyak waktu lagi buat ngurusi yang seperti ini berhari-hari lagi, rekening BCA sudah harus jadi hari ini juga, itulah kalimat yang saya sampaikan kepada petugas kecamatan tersebut.

Sekitar setengah jam kemudian, surat keterangan sudah selesai dibuat dan diberikan kepada saya.  Saya langsung meluncurkan motor butut saya ke kantor cabang BCA tempat saya tadi ingin membuat rekening di sana.

Saya memberikan persyaratan yang diminta petugas BCA tadi dan Beliau mengecek semua surat-surat yang saya urus tadi, saya disuruh untuk mengisi formulir yang diberikan petugas pendaftaran tadi.  Setelah mengisi biodata yang diperlukan, saya diberi nomor antrian dengan nomor 23, sementara pada saat saya mulai mengikuti antrean pihak Customer service BCA baru sampai nomor 15 itupun nomor antrean ada yang berwarna putih, merah dan biru, Counter CS yang disediakan oleh pihak kantor BCA hanya 2, bisa dibayangkan kalau setiap orang dilayani selama 30 menit, untuk sampai pada nomor 23 itu berapa jam saya harus menunggu.  Belum teman di sebelah saya karena ingin membeli minum sebentar, nomor antriannya sempat terlewat akhirnya Beliau harus mengambil nomor urut antrian baru lagi.

Sungguh pekerjaan yang sangat melelahkan dalam hidup yaitu pekerjaan antrian dan menunggu.  Saya yang mulai mengantri dari pukul 11 siang, baru mendapatkan pelayanan oleh pegawai CS nya pukul 15.30 hampir 4 jam saya menunggu antrian mendapatkan pelayanan untuk buka rekening baru di BCA.

Dalam hati saya, kok counter Costumer Service di BCA itu sedikit sekali hanya 2 padahal nasabah yang akan membuka rekening di sini banyak sekali, bahkan yang datang jam 2 sudah tidak dilayani lagi alias ditutup. Punggung dan pinggang saya sudah sangat pegal sekali menunggu antrian seperti ini.  Sambil membaca-baca berita di Kompasiana, sekali-sekali membuka status teman di FB dan Tweeter untuk menghilangkan kepenatan menunggu antrian yang cukup lama menurut saya.  Sekali-sekali mengobrol dengan teman-teman yang juga mengantri.  Pada dasarnya mereka cerita bahwa mereka rela mengantri hari ini asal dapat pelayanan sepenuhnya tidak menunda lagi sampai besok lagi,  hari esok harus sudah mulai kerja lagi tidak ada waktu lagi untuk menunggu antrian lagi, sunggu pekerjaan yang meribetkan dan pelayanan yang kurang memuaskan lagi di Bank BCA.

Saya menilai karena seluruh perusahaan dan sebagian besar instansi perusahaan baik negeri atau swasta bekerja sama dengan BCA sehingga BCA sepertinya kewalahan melayani nasabah yang tiap harinya ramai mendatangi kantor tersebut, atau bisa jadi karena pada hari saya mengantri ini masih tanggal-tanggal muda, awal bulan, dan hari kerja awal yaitu hari selasa.  Menurut petugas CS yang melayani saya, hari rabu, kamis dan jumat biasanya kantor cabang BCA di daerah saya ini sepi tidak seramai hari ini, dan biasanya juga akhir bulan juga tidak ramai seperti hari ini.

Namun saya tetap tidak mentolerir ribetnya pengurusan pembukaan rekening baru di BCA ini, karena pelayanan yang saya dapatkan sangat kurang memuaskan, tidak secepat Bank-Bank lainnya.  Antrian panjang tak membuat pengelola Bank melakukan antisipasi agar masyarakat tidak menunggu terlalu lama dan melelahkan.  Inilah kenyataan bahwa ketika Bank sudah banyak nasabahnya, pelayanan sudah mulai tidak prima lagi berbeda pada saat baru pertama kali Bank tersebut berdiri, nasabah adalah tamu yang sangat berharga, persyaratan membuat rekening barupun tidak sesulit seperti sekarang ini. Bank-bank syariah ternyata lebih memuaskan dan santun dalam melayani, dari satpam yang membukakan pintu dengan senyuman mengucapkan salam sejahtera, kalimat ada yang perlu dibantu dsb.  semuanya membuat kita puas dan senang masuk bank tersebut.

Mungkin karena Bank BCA sudah menjadi Bank faporit dalam bertransaksi bagi seluruh masyarakat pekerja, nasabahnya sudah sangat besar sehingga mungkin lupa pada hal yang membuat dulunya BCA ini bisa menjadi besar.  Mudah-mudahan saya tidak berlebihan dalam menilai, saya hanya menceritakan kisah yang saya alami saja.  Beberapa teman juga mengakui bahwa berurusan dengan BCA sekarang ini agak sulit dan ribet termasuk mengambil gaji di ATM BCA harus berani ngantri panjang seperti kereta api yang berjalan seperti semut beriring-iring kadang-kadang diam sambil bercerita.  jujur saya agak kurang puas dengan palayanan dari BCA kali ini.  Semoga menjadi pelajaran bagi semua warga BCA atau bagi nasabah-nasabahnya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Johannes Karundeng Mengajari Kami Mencintai …

Nanang Diyanto | | 21 September 2014 | 15:45

Kompasianers Jadi Cantik, Siapa Takut? …

Maria Margaretha | | 21 September 2014 | 16:51

Kaizen dan Abad Indonesia …

Indra Sastrawat | | 21 September 2014 | 15:38

Kucing Oh Kucing …

Malatris | | 21 September 2014 | 16:00

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Logika aneh PKS soal FPI dan Ahok …

Maijen Nurisitara | 5 jam lalu

Usai Sikat Malaysia, Kali ini Giliran Timor …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Warga Menolak Mantan Napi Korupsi Menjadi …

Opa Jappy | 9 jam lalu

Warisan Dapat Jadi Berkah untuk …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Pak SBY, Presiden RI dengan Kemampuan Bahasa …

Samandayu | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

PKS Membuat Banyak yang Panas Dingin …

Pecel Tempe | 9 jam lalu

Waktu, Maafkan Aku.. …

Syndi Nur Septian | 9 jam lalu

The Comment…Siapa yang Nanya? …

Iwan Permadi | 9 jam lalu

Cerpen Remaja: Pak Polisi yang Kukagumi …

Didik Sedyadi | 9 jam lalu

TNI AL dalam Konstelasi Kekuatan Laut Asia …

Mudy | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: