Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Pemuda, Apa yang Dilakukan kepada Bangsa?

REP | 05 March 2013 | 15:41 Dibaca: 126   Komentar: 0   0

Ingat pemuda !

tidak akan berubah Indonesia dengan sendirinya, tanpa usaha dari pemudanya sendiri !

tantangan disaat ini akan lebih besar daripada tantangan yang lalu !

jadilah seperti mainan ketapel, yang sedikit ditarik mundur kebelakang dan maju lebih depan dari yang lain. Sama halnya pemuda yang harus melihat sejarah bangsanya untuk dapat dieksplorasikan agar dapat memajukan bangsanya lebih maju dari yang lain !

Indonesia, sebagai negara yang memiliki sumber daya yang lengkap dan dianggap sebagai pulau atlantis yang hilang merupakan tombak kebangkitan dunia karena dinilai sebagai negara yang kaya akan budaya dan semangat para pemudanya. Dan berarti pemuda Indonesia sangat diharapkan bukan ?

Indonesia, negara dengan ribuan pulau, meski itu tetap bisa menjadi satu. Karena siapa semua ini ??

Benar, semua ini berawal dari masa muda para pemuda di Indonesia yang sangat memiliki kecintaan pada bangsanya yang sangat tinggi sehingga menimbulkan semangat yang membara sehingga dengannya menyebabkan pemuda Indonesia memiliki sebuah kebiasaan yang dari dulu hingga kini tetap terwariskan dengan utuh, tiada lain yaitu NONGKRONG. Mengapa demikian? Dengan ‘nongkrong’ lah Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat terbentuk. Berawal dari kebiasaan pemuda-pemuda nusantara yang sedang berkuliah di Belanda pada saat itu, mereka sering mengadakan kegiatan kumpul dengan pemuda-pemuda lain, yang pada akhirnya timbul inisiatif mereka untuk memerdekakan bangsanya. Hingga pada waktunya, terlaksanalah deklarasi pemuda, atau yang kini kita sebut ‘SUMPAH PEMUDA’, yang berlanjut dengan beberapa peristiwa hingga akhirnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia terlaksana. Bisa jadi, jika tanpa semangat inisitatif pemuda, Kemerdekaan Indonesia tidak akan diraih pada waktu itu. Bersyukurlah pemuda ..

Ada satu anggapan bahwa Kemerdekaan Indonesia bukan direbut, tapi diberi dari Bangsa Jepang? Anggapan ini diperkuat dengan argumen bahwa pada saat itu Jepang sedang diserang oleh sekutu, yang pada saat itu Hirosima dan Nagasaki di bom, hampir saja Tokyo pada saat itu akan di bom juga, tapi dengan diserahkannya Indonesia kepada rakyatnya yang menyebabkan Jepang fokus memperbaiki bangsanya sendiri.

Jadi, sebenarnya Indonesia merdeka karena pemudanya yang merebut langsung dari Jepang atau Jepang yang memberikan kemerdekaan karena Jepang sedang kewalahan ??

Semua memang penting, keberanan akan hal ini harus bersifat objektif, bukan subjektif. Kebenaran hal ini, sangat mudah bagi bangsa lain untuk dihilangkan dan digantikan dengan versi mereka, sehingga saat ini pemuda tidak mengetahui sejarah asli akan kemerdekaan bangsanya. Hal ini yang menjadi tantangan pemuda untuk mencari kebenarannya.

Hal ini juga yang menyebabkan betapa kurang pedulinya pemuda terhadap bangsa sendiri, realita menunjukkan bahwa kenakalan-kenakalan yang dilakukan oleh para pemuda sangatlah mengecewakan, dan sangatlah berbeda dengan pemuda saat sebelum merdeka. Karena mereka tidak sadar, akan besarnya perjuangan pemuda saat itu dan tentunya akibat arus gilobalisasi.

Memang benar, pemuda saat ini berbeda dengan pemuda saat sebelum merdeka. Bukankah pemuda yang menjadi pahlawan bangsa dikatakan sukses apabila pemuda saat ini lebih sukses dari pada pemuda saat sebelum merdeka? Berarti walaupun perjuangan untuk menjadi sukses dengan cara yang berbeda, tapi apakah menjadikan lunturnya kecintaan pemuda terhadap bangsa ?

Pemuda haruslah memiliki sifat seperti MAJIKAN, yang tetap mengurus rumahnya meski sudah ada pembantu. Sama halnya dengan pemuda yang harusnya tetap mengurus Indonesia sebagai rumahnya meski sudah ada pemerintah yang mengurusnya.

Saat ini, sudah banyak pemuda yang sadar akan keharusannya mencintai bangsanya sendiri. Sudah banyak yang memulainya kembali, meski dengan rintangan yang ada. Pemuda-pemuda Indonesia sudah banyak yang membuat perubahan demi perubahan. Tapi mengapa hingga saat ini, Indonesia masih menjadi bangsa yang berkembang? Bukan maju?

Karena pemuda Indonesia kurang memiliki kesadaran akan keharusannya untuk turut serta membantu pemuda lainnya dalam memajukan Indonesia, pada intinya pemuda Indonesia masih bersifat Individual atau hanya sekedar komunitas, sehingga banyak pemuda yang berprestasi tapi tercecer. Hal ini yang menjadi tugas pemerintah dalam memberi apresiasi dan menyatukan pemuda-pemuda bangsa.

Sekarang, kembali pada diri para pemuda. Peduli apa pemuda dengan bangsa? Kalau peduli, peran apa yang telah diberikan untuk memajukan bangsa?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Heritage Kereta Api, Memadukan Bisnis …

Akhmad Sujadi | | 20 August 2014 | 08:31

Kabar Gembira, Kini KPK Ada TVnya! …

Asri Alfa | | 20 August 2014 | 11:16

Kesadaran Berdaulat Berbuah Ketahanan dan …

Kusuma Wicitra | | 20 August 2014 | 12:38

Saonek Mondi Sebuah Sudut Taman Laut Raja …

Dhanang Dhave | | 20 August 2014 | 12:13

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Nikita Willy Memukul KO Julia Perez …

Arief Firhanusa | 6 jam lalu

Kalau Tidak Bisa Legowo, Setidaknya Jangan …

Giri Lumakto | 7 jam lalu

Di Balik Beningnya Kolang-kaling …

Hastira | 8 jam lalu

Menebak Putusan Akhir MK di Judgment Day …

Jusman Dalle | 9 jam lalu

Massa ke MK, Dukungan atau Tekanan Politis? …

Herulono Murtopo | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: