Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Faqih Muhammad

Dengan Menulis,Membaca Akupun Ada “ Walaupun gen pintarnya seperti ilmuan Einstein, tetapi jika Einstein tidak pernah selengkapnya

Perspektif Ideologi Mahasiswa

OPINI | 03 March 2013 | 11:53 Dibaca: 794   Komentar: 0   2

ketika kita sudah menjadi mahasiswa tak lengkap rasanya kalau tidak mempunyai satu sifat naluri idealisme, idealisme muncul seiring dengan kedewasaan kita sebagai mahasiswa itu sendiri ditunjang dengan lingkungan kampus yang menjadikan mahasiswa mempunyai pendirian teguh di kala benar dan salah. Pendirian yang tidak tergoyahkan dan tidak mau mengalah satu sama lainnya itulah ciri idealisme  mahasiswa jaman sekarang. Tidak pernah menilik letak kesalahan dan kebenaran yang ada, tetapi hanya melihat satu sisi pandangan yang menurut mereka benar dan cocok untuk dirinya dan komunitasnya saja.

Hanya bermain dan berpikir untuk menang saja untuk kalangan/ kelompok nya sendiri dan jarang sekali ditemui orang-orang idealis akan mau bertukar pikiran satu sama lainnya. Yang mereka pegang hanya pedoman dari pendirian diri sendirnya saja, tanpa mereka mau menerima masukan dari orang lain bahkan sahabat dan teman karibnya sendiri. Keteguhan dan kepercayaan diri sendiri seolah mengalahkan kebenaran yang ada dan mulai menindas hal-hal yang berbau benar, sebaliknya kesalahan yang ada malah di per benarkan sebagai jalan keluar. Potret idealisme mahasiswa jaman sekarang bisa kita jumpai di semua kampus manapun karena memang naluri mahasiswa adalah mempunyai sifat idealisme seperti ini. Dengan background jurusan apapun penulis yakin mereka mempunyai idealisme dan karakter masing-masing. Malah aneh saja kalau ada mahasiswa yang tidak mempunyai sifat alamiah ini, status mahasiswanya akan dipertanyakan apakah masih berpikiran seperti anak sekolahan lagi atau sudah bisa berpikiran dewasa dan bisa mengambil suatu keputusan sendiri sepeerti mahasiswa.

Tetapi satu catatan tebal disini mahasiswa dengan idealisme yang dimaksud bukanlah mahasiswa yang mempunyai idealisme ngawur dan menerobos nilai-nilai kehidupan yang ada. Tidak dibenarkan sekali untuk idealisme yang seperti ini, dengan menganggap yang benar menjadi benar dan yang salah menjadi benar. Dengan seperti itu maka tidak akan ada lagi kebenaran yang sesungguhnya karena kedua belah pihak menganggap dirinya paling benar sendiri satu sama lainnya. Dan apa yang terjadi , anda bisa memikirkannya sendiri..!!!

Idealisme yang di salahgunakan seperti itu marak sekali terjadi di beberapa kampus di Yogyakarta (kota tempat saya kuliah) , alih-alih memperjuangkan aspirasi yang ada ternyata di balik itu semua ada kongsi-kongsi dan ada kepentingan besar dalam berjalannya proses perjuangan itu. Dengan kekuasaan , kepentingan dan uang seolah telah menyetir pikiran mahasiswa era sekarang. Tidak ada lagi rasionalisasi di otak mereka yang bisa memilah mana yang benar dan mana yang salah untuk diperjuangkan. Berbeda jauh dengan aksi mahasiswa idealis jaman dulu, bukan berarti membanding-bandingkan potret mahasiswa jama sekarang dan jaman dahulu tetapi kedunya mempunyai tujuan yang berbeda dalam hal pemikiran dan perjungan yang dilakukan.

Mahasiswa jaman sekarang hanya memikirkan 3 K yaitu kekuasaan , kepentingan dan keuangan / uang. Tiga pilar tersebut seolah telah membutakan pikiran dan arah perjuangan mahasiswa untuk memperjuangkan hal-hal yang patut untuk diperjuangkan . Berbeda dengan mahasiswa jaman dahulu seperti angkatan 80 an sampai era 90 an dimana transformasi perjuangan mahasiswa disini dilakukan untuk tujuan yang jelas tanpa ada embel-embel apapun. Idealisme yang mereka bawa pada saat itu mempunyai satu tujuan yang sama yaitu keadilan, kebebasan dan kemakmuran yang lebih baik. Tidak ada kata lain selain tiga hal tersebut yang diperjuangkan. Sampai pada titik nadir perjuangan pergerakan mahasiswa ini lahirlah kata-kata DEMOKRASI yang merupakan cikal bakal kebebasan dalam tanda kutip kebebasan yang bertanggung jawab. Idealisme mahasiswa kala itu adalah idealisme yang benar dan bertanggung jawab dalam kaca mata kebenaran tujuan dan arah pergerakan mahasiswa

Idealisme era sekarang dan dulu sudah tidak sama lagi dalam konteks perjuangan dan pergerakan mahasiswa dalam berpikir dan ber tingkah laku, terjadi pergeseran amat jauh dari beberapa segi kehidupan yang ada mulai dari kebebasan yang tak bertanggung jawab sampai pada masuk ke ranah hal-hal yang terlewat batas norma perilaku kehidupan sehari-hari. Tidak salah ataupun dalam posisi benar semua akan menghasilakn output yang sama, jadi kesimpulannya tidak ada sinkronisasi yang sama antara pikiran dan tingkah laku yang ada.

Sebagai penutup, penulis akan memberikan satu gambaran idealisme yang benar untuk mahasiwa yaitu masih mengganggap sesuatu salah itu salah dan tetap memperjuangkan hal yang benar itu benar. Tanpa ada unsur yang membebani anda-anda semua dalam meperjuangkan keadilan,kebebasan dan kemakmuran untuk diri anda sendri, organisasi dan ruang lingkup yang luas yaitu bangsa dan negara kita.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Airin Menjawab Kritik Kinerja [HUT ke-6 Kota …

Gapey Sandy | | 26 November 2014 | 07:09

Situ Bungur dalam “CMORE” (HUT …

Agung Han | | 26 November 2014 | 07:13

Waduh! Denda 5000€ Untuk Rumah Bercat …

Gaganawati | | 26 November 2014 | 19:06

The Hunger Games-Reality Show? …

Iwan Permadi | | 26 November 2014 | 17:39

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22



HIGHLIGHT

Rayuan Pohon Beringin …

Robby Anugerah | 9 jam lalu

Dalam Sebuah Hubungan, Jangan Gantung …

Syaiha | 9 jam lalu

Saran yang Menyesatkan Dari Petugas Call …

Erwin Mulialim | 9 jam lalu

Pangdam VII/Wirabuana Bakal Bekali Wawasan …

Ilmaddin Husain | 9 jam lalu

Pemuda Sebagai Ide …

Muhammad Handar | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: