Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Hasbullah Amir

Hanya orang pinggiran yang ingin menyampaikan suara bathin...

Arisan “Brondong” Kaum Sosialita

OPINI | 22 February 2013 | 02:37 Dibaca: 2512   Komentar: 0   1

Apa yang tiba-tiba muncul dibenak Anda membaca judul tulisan saya di atas?    Tersentak kaget?  Lalu apa pula yang tergambar dalam pikiran? Mungkin secepat kilat alam pikiran akan ‘menampakkan’ pemandangan sekumpulan wanita paruh baya dari kalangan jetset yang tentunya cantik dan mulus, entah isteri pejabat, pengusaha sukses, profesional kaya, yang berkumpul disuatu ruangan eksklusif  yang megah dan mewah untuk memperebutkan seorang lelaki muda yang populer disebut ‘brondong’. Para sosialita melakukan undian untuk menentukan siapa yang mendapat giliran berkencan (atau mengencani) si brondong.

Gila bener! Itulah kesan ketika membaca berita di kompas.com dengan judul ‘Kisah Arisan “Syur” Kaum Sosialita’. Diberitakan bahwa telah terbit sebuah buku bertajuk “Kocok! The Untold Stories of Arisan Ladies and Socialites“, yang ditulis oleh Joy Roesma dan Nadia Mulya berdasarkan pengalaman pribadi mereka.

Dalam buku itu Nadia dan Joy menuliskan bagaimana para sosialita peserta arisan berdandan dengan dresscode tertentu dan apa saja yang menjadi materi arisan. Menurut mereka banyak kasak-kusuk yang beredar bahwa para sosialita juga mengadakan arisan ‘brondong’ dimana pemenang akan mendapatkan pria muda untuk diajak berkencan.

Membaca berita ini rasanya amat sangat memilukan hati. Apalagi melihat kenyataan bahwa banyak peristiwa amoral utamanya yang berbau porno dan seksual yang disebarkan secara luas oleh media, pada akhirnya peristiwa itu begitu cepat dilupakan oleh masyarakat dan pelakunya kembali diterima bahkan dielu-elukan.

Tentu kita masih ingat dengan peristiwa video porno yang melibatkan Ariel Peterpan dengan dua wanita cantik dari kalangan artis yang akhirnya membuat Ariel harus mendekam di penjara. Namun anehnya, meskipun Ariel terbukti telah melakukan perbuatan amoral seksual yang begitu jorok, yang nyata-nyata amat sangat bertentangan dengan nilai moral dan agama, tetap saja para wanita di negeri ini mengidolakan dia bak seorang pangeran tanpa dosa.

Peristiwa terkini yang masih hangat adalah tertangkapnya seorang wanita anggota dewan yang terhormat dari ibukota pada subuh dinihari di rumah seorang lelaki ‘brondong’… ya, Wanda Hamidah di rumah Raffli. Tentu saja sangat tidak pantas seorang Wanda berada di rumah Raffli pada jam seperti itu meskipun pada saat tertangkap BNN mereka sedang duduk-duduk. Tetapi tidak pernah terlihat wanita ini merasa ‘malu’ akan peristiwa itu.

Kita memang tidak harus menghukum dan mencaci maki seorang pelaku amoral selamanya. Apalagi jika dia bertobat dan menyesali perbuatannya, kita harus pula dapat memaafkan. Namun jika perbuatan amoral dan seksual yang tak pantas hanya menjadi tontonan biasa-biasa saja, tidak lagi mengusik hati nurani, maka sudah sepatutnya kita mempertanyakan jati diri kita yang mengaku sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan agama. Disadari atau tidak ternyata pemerosotan moral telah begitu parah melanda bangsa ini.

Dipenghujung tulisan ini saya ingin menyampaikan pesan kepada kaum pria kaya dan terpandang. Jika Anda punya isteri cantik yang selalu berdandan molek untuk beraktifitas, apalagi katanya mau arisan, maka waspadalah Anda. Jangan-jangan dia mau menemui ‘brondong’nya untuk mereguk sebuah kenikmatan yang ‘menyegarkan’…

Salam hangat selalu.**

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Hidup Pramugari yang Selamat dari …

Harja Saputra | | 29 August 2014 | 12:24

UGM dalam Sorotan, dari Plagiat, Titisan …

Ninoy N Karundeng | | 29 August 2014 | 13:08

Jose Mujica, Dihormati Meskipun Tidak Punya …

Putu Djuanta | | 29 August 2014 | 14:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Cara Unik Jokowi Cabut Subsidi BBM, …

Rizal Amri | 6 jam lalu

Soal BBM, Bang Iwan Fals Tolong Bantu Kami! …

Solehuddin Dori | 9 jam lalu

Gaduhnya Boarding Kereta Api …

Akhmad Sujadi | 9 jam lalu

Jokowi “Membela” Rakyat Kecil …

Melvin Hade | 10 jam lalu

Saya Pernah Dipersulit oleh Pejabat Lama …

Enny Soepardjono | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Menaikkan BBM, Menghapus Subsidinya, …

Popy Indriana | 7 jam lalu

Negotiating with Our Dream.. …

Ogie Urvil | 8 jam lalu

6 Kegiatan Sederhana Bersama Anak …

Cucum Suminar | 8 jam lalu

Harga BBM Naik, Siapa yang Takut? …

John Rubby | 8 jam lalu

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: