Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Hasbullah Amir

Hanya orang pinggiran yang ingin menyampaikan suara bathin...

Arisan “Brondong” Kaum Sosialita

OPINI | 22 February 2013 | 02:37 Dibaca: 2654   Komentar: 0   1

Apa yang tiba-tiba muncul dibenak Anda membaca judul tulisan saya di atas?    Tersentak kaget?  Lalu apa pula yang tergambar dalam pikiran? Mungkin secepat kilat alam pikiran akan ‘menampakkan’ pemandangan sekumpulan wanita paruh baya dari kalangan jetset yang tentunya cantik dan mulus, entah isteri pejabat, pengusaha sukses, profesional kaya, yang berkumpul disuatu ruangan eksklusif  yang megah dan mewah untuk memperebutkan seorang lelaki muda yang populer disebut ‘brondong’. Para sosialita melakukan undian untuk menentukan siapa yang mendapat giliran berkencan (atau mengencani) si brondong.

Gila bener! Itulah kesan ketika membaca berita di kompas.com dengan judul ‘Kisah Arisan “Syur” Kaum Sosialita’. Diberitakan bahwa telah terbit sebuah buku bertajuk “Kocok! The Untold Stories of Arisan Ladies and Socialites“, yang ditulis oleh Joy Roesma dan Nadia Mulya berdasarkan pengalaman pribadi mereka.

Dalam buku itu Nadia dan Joy menuliskan bagaimana para sosialita peserta arisan berdandan dengan dresscode tertentu dan apa saja yang menjadi materi arisan. Menurut mereka banyak kasak-kusuk yang beredar bahwa para sosialita juga mengadakan arisan ‘brondong’ dimana pemenang akan mendapatkan pria muda untuk diajak berkencan.

Membaca berita ini rasanya amat sangat memilukan hati. Apalagi melihat kenyataan bahwa banyak peristiwa amoral utamanya yang berbau porno dan seksual yang disebarkan secara luas oleh media, pada akhirnya peristiwa itu begitu cepat dilupakan oleh masyarakat dan pelakunya kembali diterima bahkan dielu-elukan.

Tentu kita masih ingat dengan peristiwa video porno yang melibatkan Ariel Peterpan dengan dua wanita cantik dari kalangan artis yang akhirnya membuat Ariel harus mendekam di penjara. Namun anehnya, meskipun Ariel terbukti telah melakukan perbuatan amoral seksual yang begitu jorok, yang nyata-nyata amat sangat bertentangan dengan nilai moral dan agama, tetap saja para wanita di negeri ini mengidolakan dia bak seorang pangeran tanpa dosa.

Peristiwa terkini yang masih hangat adalah tertangkapnya seorang wanita anggota dewan yang terhormat dari ibukota pada subuh dinihari di rumah seorang lelaki ‘brondong’… ya, Wanda Hamidah di rumah Raffli. Tentu saja sangat tidak pantas seorang Wanda berada di rumah Raffli pada jam seperti itu meskipun pada saat tertangkap BNN mereka sedang duduk-duduk. Tetapi tidak pernah terlihat wanita ini merasa ‘malu’ akan peristiwa itu.

Kita memang tidak harus menghukum dan mencaci maki seorang pelaku amoral selamanya. Apalagi jika dia bertobat dan menyesali perbuatannya, kita harus pula dapat memaafkan. Namun jika perbuatan amoral dan seksual yang tak pantas hanya menjadi tontonan biasa-biasa saja, tidak lagi mengusik hati nurani, maka sudah sepatutnya kita mempertanyakan jati diri kita yang mengaku sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan agama. Disadari atau tidak ternyata pemerosotan moral telah begitu parah melanda bangsa ini.

Dipenghujung tulisan ini saya ingin menyampaikan pesan kepada kaum pria kaya dan terpandang. Jika Anda punya isteri cantik yang selalu berdandan molek untuk beraktifitas, apalagi katanya mau arisan, maka waspadalah Anda. Jangan-jangan dia mau menemui ‘brondong’nya untuk mereguk sebuah kenikmatan yang ‘menyegarkan’…

Salam hangat selalu.**

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemeriksaan di Bandara Sydney Ekstra Ketat …

Tjiptadinata Effend... | | 20 November 2014 | 18:49

Divisi News Anteve Diamputasi! …

Syaifuddin Sayuti | | 20 November 2014 | 22:45

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19

Monas Kurang Diminati Turis Asing, Kenapa? …

Seneng Utami | | 20 November 2014 | 18:55

Seru! Beraksi bareng Komunitas di …

Kompasiana | | 19 November 2014 | 16:28


TRENDING ARTICLES

Islah DPR, Pramono Anung, Ahok, Adian …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu

Putra Kandias, Kini Ramai Dibully Karena …

Djarwopapua | 13 jam lalu

Ahok, Gubernur Istimewa Jakarta …

Rusmin Sopian | 13 jam lalu

Kesalahan Jokowi Menaikan BBM …

Gunawan | 17 jam lalu

“Orang Jujur Kok pada Dimusuhin” …

Herulono Murtopo | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Hidup Tak Hanya Soal ‘Aku’. By …

Rahman Patiwi | 8 jam lalu

Batam: Menapaki Jejak Sendu Manusia Perahu …

Fajr Muchtar | 8 jam lalu

Metro TV, TV-nya Pemerintah …

Syaf Anton Wr | 8 jam lalu

Jadilah yang Kedua dalam Bisnis …

Ajengwind | 8 jam lalu

Turunkan Sandaran Kepala saat Taxi, Takeoff …

Wicahyanti Pratiti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: