Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Herdian Armandhani

Kalau Tidak Mampu untuk Menjadi Pohon Beringin yang Kuat untuk Berteduh, Jadilah Saja Semak Belukar selengkapnya

Gebyar Hadiah Penipuan Mencatut Provider Telkomsel

REP | 21 February 2013 | 19:18 Dibaca: 5675   Komentar: 3   0

Mendapatkan pesan singkat nyasar lewat ponsel (short message) bagi sebagian masyarakat mungkin sudah biasa atau lumrah dengan catatan pesan singkat tersebut menanyakan kebenaran identittas pemilik tersebut. Kali ini penulis mendapatkan satu pesan singkat yang isinya cukup menggelikan dan rupanya ada oknum yang ingin melakukan penipuan dengan imin-iming gebyar hadiah. Gebyar hadiah ini mencatut nama provider terkenal yakni Telkomsel. Penulis mendapatkan pesan gebyar hadiah penipuan tersebut pada hari Rabu (20/2) 2013 pukul 08.37 wita. Isi pesan tersebut yang dikirim oleh nomer +085323049118 berisikan “Gebyar Hadiah Telkomsel Poin SLMT!! No Anda terpilih M-dapat CEK Rp 100 juta di UND di RCTI pkl 22:45 WIB”.

13614490171230900498

Ilustrasi (sumber : www.paguntakacity.blogspot.com)

Pesan singkat tersebut juga menghimbau untuk menghubungi Kantot PSt T-Sel yang bernomor 082-344448257 dan juga memberikan PIN : 99e48T99. Waktu pertama penulis membaca pesan singkat tersebut penulis kegirangan bukan main dan berencana akan menyumbangkan sebagian uang hadiah untuk kegiatan amal dan sosial. Tetapi setelah mencermati format pengiriman pesan gebyar hadiah penipuan tersebut terasa sangat janggal. Jika memang penulis mendapatkan hadiah sejumlah 100 juta kok menggunakan nome ponsel biasa dalam hal menginformasikan bukan langsung dari nomer operator pribadi sendiri semisal 4444. Hal yang ganjil ketiga adalah penulis tidak pernah ikut undian apapun selama bulan ini dan juga tidak pernah mempublikasikan nomer telkomsel penulis ke orang lain kecuali keluarga dekat. Semoga pengalaman penulis bisa dijadikan pelajaran buat anda semua agar lebih berhati-hati jika mendapatkan pesan singkat menjadi salah satu pemenang gebyar hadiah. Waspadalah!!

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Bajaj” Kini Tak Hanya Bajaj, …

Hazmi Srondol | | 19 September 2014 | 20:47

Ekonomi Kemaritiman Jokowi-JK, Peluang bagi …

Munir A.s | | 19 September 2014 | 20:48

Bedah Buku “38 Wanita Indonesia Bisa“ di …

Gaganawati | | 19 September 2014 | 20:22

Kiat Manjakan Istri agar Bangga pada …

Mas Ukik | | 19 September 2014 | 20:36

Rekomendasikan Nominasi “Kompasiana …

Kompasiana | | 10 September 2014 | 07:02


TRENDING ARTICLES

Tidak Rasional Mengakui Jokowi-Jk Menang …

Muhibbuddin Abdulmu... | 9 jam lalu

Malaysian Airlines Berang dan Ancam Tuntut …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Awal Manis Piala AFF 2014: Timnas Gasak …

Achmad Suwefi | 14 jam lalu

Jangan Bikin Stress Suami, Apalagi Suami …

Ifani | 14 jam lalu

Ahok, Sang Problem Solving …

Win Winarto | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Noise Penyebab Miskom Dalam Organisasi …

Pical Gadi | 8 jam lalu

Rindu untuk Negeri Intimung …

Riza Roiyantri | 8 jam lalu

Hanya di Indonesia: 100 x USD 1 Tidak Sama …

Mas Wahyu | 8 jam lalu

Akankah, Fatin Go Kompasianival? …

Umar Zidans | 8 jam lalu

Menteri yang Diharapkan Bisa Profesional …

Yulies Anistyowatie | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: