Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Muhammad Sarbini

Dosen Metodologi Studi Islam STAI Al-Hidayah

Arti Islam Kaffah

OPINI | 14 February 2013 | 07:56 Dibaca: 1352   Komentar: 0   0

Manusia itu hidup dengan komitmen penuh pada fikroh dan ideologi hidupnya. Apapun yang terlahirkan dalam dzohirnya adalah

Alloh Swt berfirman :

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara total, dan janganlah kalian turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagi kalian. (Qs. Al Baqoroh [2]:208)

Ibnu Kasir rohimahuwloh memberikan keterangan tentang ayat ini sebagai berikut:

قال تعالى آمرًا عباده المؤمنين به المصدّقين برسوله: أنْ يأخذوا بجميع عُرَى الإسلام وشرائعه، والعمل بجميع أوامره، وترك جميع زواجره ما استطاعوا من ذلك.

“Alloh Subhanahu wa Ta`ala berfirman memerintahkan hamba-hambaNya yang beriman serta membenarkan RosulNya untuk mengambil seluruh komponen dan syari`at Islam serta mengamalkan seluruh perintahNya dan menjauhi berbagai laranganNya semaksimal yang mereka mampu…” (Tafsir al-Qur`an al-`Adzim: 161)

Lafadz al-Silmi dalam ayat di atas mengandung dua makna dasar, yaitu

1. Makna Islam. Hal ini sebagaimana yang ditafsirkan oleh al-`Aufi yang berasal dari Ibnu `Abbas, Mujahid, Towus, al-Dohhak, Ikrimah, Qotadah, al-Sudiy dan Ibnu Zaid.

2. Makna To`at. Hal ini sebagaimana yang ditafsirkan oleh al-Dohhak yang berasal dari Ibnu `Abbas, Abu al-`Aliyah dan al-Robi` bin Anas. (Tafsir al-Qur`an al-`Adzim: 161)

Lafadz Kaffah yang tercantum dalam ayat di atas memiliki banyak penafsiran yang masing-masing merujuk satu arti yang sama, yaitu keseluruhan pilar dan tata aturan Islam.

وقوله: { كَافَّةً } قال ابن عباس، ومجاهد، وأبو العالية، وعكرمة، والربيع، والسّدي، ومقاتل بن حَيَّان، وقتادة والضحاك: جميعًا، وقال مجاهد: أي اعملوا بجميع الأعمال ووجوه البر.

وزعم عكرمة أنها نزلت في نفر ممن أسلم من اليهود وغيرهم، كعبد الله بن سلام، وثعلبة وأسَد بن عُبَيد وطائفة استأذنوا رسول الله صلى الله عليه وسلم في أن يُسْبتوا، وأن يقوموا بالتوراة ليلا. فأمرهم الله بإقامة شعائر الإسلام والاشتغال بها عما عداها. وفي ذكر عبد الله بن سلام مع هؤلاء نظر، إذْ يبعد أن يستأذن في إقامة السبت، وهو مع تمام إيمانه يتحقق نسخه ورفعه وبطلانه، والتعويض عنه بأعياد الإسلام.

ومن المفسرين من يجعل قوله: { كَافَّةً } حالا من الداخلين، أي: ادخلوا في الإسلام كلكم. والصحيح الأول، وهو أنَّهم أمروا [كلهم] (1) أن يعملوا بجميع شعب الإيمان وشرائع الإسلام، وهي كثيرة جدًا ما استطاعوا منها

“Firman Alloh Swt (Kaffah), berkata Ibnu `Abbas, Mujahid, Abu al-`Aliyah, `Ikrimah, al-Robi` bin Anas, al-Sudiy, Muqotil bin al-Hayyan, Qotadah, al-Dohhak artinya adalah seluruhnya. Mujahid berkata : artinya amalkanlah oleh kalian seluruh amal dan aspek-aspek kebaikan.

Ikrimah menduga bahwa ayat ini turun tentang beberapa orang Yahudi dan agama lainnya yang masuk Islam seperti Abdulloh bin al-Salam, Asad bin `Ubaid, Tsa`labah dan beberapa orang lainnya. Mereka meminta idzin kepada Rosululloh saw untuk tetap boleh menjalankan hari sabt dan melaksanakan Taurat di waktu malam. Untuk itu, Alloh memerintahkan mereka untuk menegakkan syi`ar-syi`ar Islam dan menyibukkan diri dengan semua itu sehingga meninggalkan ajaran-ajaran lainnya. Menyebutkan Abdulloh bin al-Salam bersama mereka perlu ditinjau ulang, karena dugaan yang amat jauh jika beliau meminta idzin menjalankan hari sabt padahal beliau rodiyawlohu `anh sangat kuat imannya yang meyakini nasakhnya hukum sabt, telah dihapus dan dibatalkan serta diganti dengan hari raya Islam.

Sebagian ahli Tafsir menjadikan lafadz (kaffah) sebagai hal (kata keterangan) tentang orang-orang yang memasuki Islam yang berarti maknanya adalah masuklah kalian semua ke dalam Islam. Pendapat yang sohih adalah pendapat yang pertama. Mereka diperintahkan untuk mengamalkan seluruh cabang-cabang keimanan dan syari`at keislaman yang banyak sekali semaksimal yang mereka mampu…” (Tafsir al-Qur`an al-`Adzim: 161)

Dengan demikian kandungan ayat ini bisa kita simpulkan sebagaimana kesimpulan seorang mufassir utama, Ibnu Jarir al-Tobari rohimahuwloh:

قال أبو جعفر: يعني جل ثناؤه. بذلك: اعملوا أيها المؤمنون بشرائع الإسلام كلها، وادخلوا في التصديق به قولا وعملا ودعوا طرائق الشيطان وآثاره أن تتبعوها فإنه لكم عدو مبين لكم عداوته. وطريقُ الشيطان الذي نهاهم أن يتبعوه هو ما خالف حكم الإسلام وشرائعه، ومنه تسبيت السبت وسائر سنن أهل الملل التي تخالف ملة الإسلام.

“Wahai kaum mu`minin! Amalkanlah seluruh syari`at Islam dan masukilah dia dengan membenarkannya, baik dalam perkataan dan amal perbuatan serta tinggalkanlah jalan-jalan dan jejak-jejak syaitan, jangan diikuti, karena dia adalah musuh kalian yang sangat jelas. Jalan syaitan yang dilarang untuk diikuti itu adalah apa saja yang bertentangan dengan hokum dan syari`at Islam, di antaranya merayakan hari sabt dan seluruh tradisi agama-agama lain yang tentu itu bertentangan dengan millah Islam”. (Tafsir al-Tobari: 4/258)

Begitu pula kesimpulan yang diambil oleh Sa`ad Haumad dalam kitab tafsirnya “Aysar al-Tafasir”:

يَدْعُو اللهُ المُؤْمِنينَ إِلَى الأَخْذِ بِجَمِيعِ عُرَى الإِسْلاَمِ وَشَرَائِعِهِ ، وَالعمَلِ بِجَمِيعِ أَوَامِرِهِ ، وَتَرْكِ زَوَاجِرِهِ ، وَيُرشِدُهُمْ تَعَالَى إِلَى أَنَّهُ مِنْ شَأنِ المُؤْمِنينَ الاتِّفَاقُ والاتِّحَادُ ، لاَ التَّفَرُّقُ وَالانْقِسَامُ .

( وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ : ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً ، أَيْ ادْخُلُوا فِي الإِسْلاَمِ) . ثُمَّ يَأْمُرُ اللهُ تَعَالَى المُؤْمِنينَ بِأَنْ يَجْتَنِبُوا مَا يَأْمُرُهُمْ بِهِ الشَّيْطَانُ لأَنَّهُ يَأْمُرُ بِالسُّوءِ وَالفَحْشَاءِ ، وَيَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ ، وَلِهذَا كَانَ الشَّيْطَانُ عَدُوّاً بَيِّنَ العَدَاوَةِ لِلإِنْسَانِ .

فِي السِّلْمِ كَافَّةً – فِي الإِسْلاَمِ وَشَرَائِعِهِ كُلِّهَا .

خُطُواتِ الشَّيْطَانِ – طُرُقَهُ وَأَعْمَالَهُ .

Alloh Subhanahu wa Ta`ala menyeru kaum mu`minin untuk mengambil seluruh aspek dan syari`at Islam, mengamalkan seluruh perintahNya dan meninggalkan laranganNya serta mengarahkan mereka tentang kondisi kaum mu`minin yang tetap dalam ittifaq (Kesepakatan) dan ittihad (persatuan) bukan tafarruq (Penyelewengan) dan inqisam (Penyempalan). [Ibnu `Abbas berkata: ‘Udkhulu fis silmi kaffah” yaitu masuklah ke dalam Islam].

Kemudian Alloh Ta`ala memerintahkan kaum mu`minin untuk menjauhi apa yang diperintahkan syaithan, karena dia memerintahkan keburukan dan kenistaan serta mengajak koleganya agar menjadi penghuni neraka sa`ir. Karena itu syaithan adalah musuh yang sangat nyata bagi manusia.

Fis silmi kaffah : artinya ke dalam Islam dan syari`at-syari`atNya

Khutuwat al-Syaithan adalah jalan-jalan dan amal-amal syaithan (Aysar al-Tafasir: 1/215)

Memasuki, mengilmui, memahami, meyakini, mengamalkan dan mewujudkan serta mendirikan Islam harus kaffah sesuai dengan maksimal kemampuan kita serta ketentuan dasar dari Islam itu sendiri.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerbau Disembelih, Tanduknya Jadi Sumber …

Leonardo | | 31 July 2014 | 14:24

Aborsi dan Kemudahannya …

Ali Masut | | 01 August 2014 | 04:30

Di Pemukiman Ini Warga Tidak Perlu Mengunci …

Widiyabuana Slay | | 01 August 2014 | 04:59

Jadilah Muda yang Smart! …

Seneng Utami | | 01 August 2014 | 03:56

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Perbedaan Sindonews dengan Kompasiana …

Mike Reyssent | 13 jam lalu

Lubang Raksasa Ada Danau Es di Bawahnya? …

Lidia Putri | 17 jam lalu

Jangan Tulis Dulu Soal Wikileaks dan …

Bang Pilot | 21 jam lalu

Tipe Karyawan yang Perlu Diwaspadai di …

Henri Gontar | 31 July 2014 09:31

Evaluasi LP Nusa Kambangan dan …

Sutomo Paguci | 31 July 2014 09:01

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: