Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Heriyanto Rantelino

Mahasiswa Teknik Perkapalan Universitas Hasanuddin Makassar. Pemuda asal Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Youth Ambassador of Transmana, selengkapnya

Po’pok ,Hantu asal Tana Toraja (Mitos Toraja bagian 4)

REP | 12 February 2013 | 20:56 Dibaca: 2163   Komentar: 0   0

Po’pok adalah roh jahat yang memperalat manusia untuk menampakkan diri dalam melaksanakan keinginannya.Menurut orang,seseorang dapat mengidap po’pok atau po’pokan karena faktor keturunan,ketularan atau salah menggunakan guna-gunanya.Makhluk ini hanya muncul malam hari.Ketika hendak keluar,biasanya perutnya akan ditinggalkan di suatu tempat di bagian rumah. Kalau ada orang yang mau menjahatinya ,maka perut itu bisa dibumbuhi garam,cabe atau cuka sehingga orang po’pokan itu mati.

Po’pok melihat dari atas ,dari bawah kolong rumah dan melihat tembus hati orang terutama orang yang tidur terlentang.Wujudnya seperti manusia tetapi bersayap.Dia juga bisa berbentuk hewan seperti babi dan burung.

Po’pok ini memakan hati manusia,terutama orang yang tidur terlentang,memakan hati orang yang keadannya kritis/sakit keras, memakan buah-buahan,mengisap darah manusia dan hewan dan juga sebagai perantara antara bombo dan nenek moyang.Konon, kalau arwah seseorang tidak diterima di dunia Puya ( dunia akhirat) ,maka po’pok berusaha menyembuhkannya dengan mencarikan obat/jalan keluarnya.

Adapun cara menghindar dari hantu ini adalah

  • Melemparkan pinang agar menjadi manusia kembali,
  • Menghamburkan garam ke kolong rumah,ke halaman atau dapur
  • Disiram air panas
  • Menggantung pesangle /pesarrin ongkan ,sejenis sendok masakan, agar po’pok tidaj mendekat
  • Membawa Sualang
  • Dipukul sekali saja,karena lebih dari sekali maka ia tidak akan mati,bahkan sebaliknya akan membahayakan orang yang memukulnya

Referensi: Roh-roh dan kuasa gaib

BACA JUGA

JENIS JIMAT ALA TORAJA

BATITONG,ROH GAIB ASAL TORAJA

Salam Perubahan Pemuda Tana Toraja, Heriyanto Rantelino
Mahasiswa Universitas Hasanuddin Makassar
Facebook:   Heriyanto Rantelino
Twitter: @Ryan_Nebula
No: 085242441580

1366650424820653282


 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

5 Kompasianer Beropini tentang Paspampres …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 15:41

Keuntungan-Keuntungan dari Kasus Florence …

Andreas Ab | | 02 September 2014 | 12:43

Plus Minus kalau Birokrat yang Jadi …

Shendy Adam | | 02 September 2014 | 10:03

Menyaksikan Sinta Obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | | 02 September 2014 | 12:19

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 6 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 7 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 9 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Agung Laksono Lanjutkan Warisan Kedokteran …

Agung Laksono Berka... | 8 jam lalu

Mengenal Bunga Nasional Berbagai Negara di …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Cemburu Bukan Represent Cinta …

Diana Wardani | 9 jam lalu

“Account Suspended @Kompasiana Diburu …

Tarjo Binangun | 9 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: