Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Nani Roslinda

Berusaha ceria, bahagia dan hilangkan buruk sangka bisa bikin awet muda

“Sinting dan Bangsat” Selalu Terlihat, Terbaca dan Terkenang!

OPINI | 10 February 2013 | 00:09 Dibaca: 303   Komentar: 0   1

Seorang teman bercerita pada saya melalui telpon seluler.  Dalam ceritanya dia mengatakan sesuatu hal yang sangat tidak enak didengar dan Beliau selalu mengingat dan mengenang kalimat itu setiap hari bahkan setiap waktu.

Kalimat yang selalu Beliau ingat dan selalu beliau ceritakan pada saya adalah  “Sinting dan Bangsat”. Kenapa kalimat ini tidak bisa terlupakan dalam ingatannya?  Hal ini bermula saat teman saya setiap pagi Beliau melihat sebuah Truk rusak terpakir di dekat gang depan sekolah anaknya. Setiap pagi Beliau mengantar anaknya dengan menggunak sepeda motor.   Di belakang Truk itu terdapat tulisan sangat besar sekali.  Tulisan itu tidak lain dan tidak  bukan adalah kalimat yang tertulis di judul di atas.

Biasanya setiap tulisan dan setiap gambar yang ada di Truk-truk suka latah dibaca orang, sehingga kalimat-kalimat yang ada di Truk atau gambar-gambar di mobil Truk dan mobil-mobil Box lainnya sangat mudah dibaca, diingat dan dikenang orang.  Oleh sebab itu kenapa para pedagang atau politikus memasang promosi dagangannya atau kampanye politiknya melalui gambar-gambar dan tulisan-tulisan di mobilnya, hal ini sangat mempermudah ingatan para pembaca tentang tulisan dan gambar yang dibuat.

Sangat baik dampaknya ketika seseorang membaca kalimat yang baik atau melihat gambar yang baik di suatu media kendaraan berjalan yang selalu dibaca banyak orang, sehingga akan berdampak kepada perilaku seseorang yang membaca, melihatnya.

Setiap manusia walaupun mereka bukan seorang ustad sangat dianjurkan untuk berdakwah baik dalam hal lisannya, tulisannya atau perilakunya.  Makanya sangat dianjurkan setiap orang untuk bertutur sapa yang baik, berlaku yang baik dan bersikap sopan terhadap orang lain.

Ironisnya, teman saya adalah korban dari sebuah kalimat yang dibacanya sendiri dan lattah dia ucapkan pada saat dia sedang mengalami pertengkaran dengan suaminya.  Teman saya menceritakan bahwa dirinya memergoki isi sms HP suaminya yang tak sengaja terurai kalimat mesra bersama wanita lain, tidak lain dan tidak bukan teman kuliahnya dulu.  Di duga suaminya telah berhubungan mesra dengan teman lamanya.

Teman saya akhirnya melakukan pertengkaran sengit dengan suaminya, dan   ditengah-tengah pertengkaran tersebut terurailah kata-kata atau kalimat dua di atas yaitu ” Sinting kamu…..Bangsat kamu ya”  wah….emosi yang tak terkontrol lagi.  Suaminya seakan-akan tak bisa membela diri lagi dan tak mampu menjelaskan lagi isi dari sms tersebut.  Yang keluar dari mulut teman saya ini adalah emosi-emosi yang menyakitkan termasuklah kalimat di atas sering diulang-ulang bahkan suaminyapun membalas dengan kalimat yang sama.  Pokoknya tak enaklah di dengar apa isi dari pertengkaran mereka.

Tanpa sadar harusnya permasalahan diselesaikan  dengan baik, namun banyak hal yang mendorong seseorang untuk melakukan kejahatan dan membalas kejahatan orang lain dengan melakukan cara-cara menghakimi orang lain dengan tindakan dirinya sendiri.  Menjadikan diri tak lebih baik dari orang yang salah dan jahat atau belum tentu melakukan kejahatan, tidak dipikirkan panjang-panjang  lagi kalimat-kalimat kotor terucap dari bibir manusia-manusia yang telah berpendidikan sekalipun mereka sudah berpendidikan sarjana semua.

Kadang-kadang rasa cinta dan  cemburu yang mendalam dapat menjadikan manusia bersifat bejat dan biadab.  Tanpa konfirmasi dan tanpa melihat kesalahan yang besar pada diri orang lain kita menganggapnya Beliau sudah bersalah dan harus dihukum.  Kita akan puas ketika kita bisa mencaci, menghina dan mengumpat orang-orang yang bersalah dengan kalimat-kalimat kotor kita.  Padahal setelah sadar kita akan menyesali diri bahwa kita jauh lebih jahat dibandingkan orang tersebut.

Beralih kepada topik awal bahwa kata-kata atau kalimat-kalimat buruk yang pernah kita baca, kita lihat setiap hari akan dikenang oleh kita sehingga bisa saja hal itu kita sebut dan kita ungkapkan dimasa yang akan datang.  Sungguh tidak menguntungkan ketika kalimat-kalimat buruk yang selalu kita baca, bukan kalimat yang bagus, bisa kita ungkapkan dan kita lakukan di masa yang akan datang.

Hikmah besar bagi saya yang mengetahui cerita ini, berusahalah menuliskan hal-hal yang baik agar bisa terbaca terus oleh orang lain, apalagi untuk dikendaraan, pasang dan aturlah kalimat kampanye yang baik agar dapat ditiru oleh orang banyak! Berusahalah menghapus kalimat-kalimat kotor yang pernah kita lihat dan kita baca dan berdoa jangan sampai latah kita ucapkan saat kita emosi. Cepat-cepat palingkan muka dan hati kita dari penglihatan kalimat yang tidak baik yang akan terlihat oleh kita.

Solusi buat semua pembaca, tahanlah emosi diri untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, jadilah manusia bijaksana dalam menghadapi setiap masalah.  Betobatlah kita dari berkata-kata yang tidak baik, jangan pernah kita menjuluki teman atau orang dekat kita dengan perkataan yang tidak baik, dia akan sering mengingat kalimat-kalimat tersebut dan akan membenci kita dengan kalimat-kalimat emosi kita tersebut.  Maafkanlah orang yang bersalah, ikhlaskan dan serahkan semua hukuman hanya Allah yang kuasa.

Solusi buat pemerintah, lakukan razia bagi kendaraan-kendaraan yang bertuliskan dan bergambar-gambar tidak baik yang akan mudah ditiru dan dikenang oleh orang sehingga akan menimbulkan kejahatan-kejahatan baru bagi orang lain.  Jangan tidak peduli terhadap hal ini, kejahatan orang lain bisa saja menimpa diri kita dan keluarga kita nantinya.  Kita akan menyesal seumur hidup kita.

Selamat mengambil hikmah dan melaksanakan solusi dari saya!  Saya mohon maaf kalau  kalimat atau kata-kata kotor dan jahat terungkap dalam judul artikel saya ini!  Mari kita sama-sama istighfar dari setiap perbuatan jahat dan perkataan jahat kita! Manusia tidak ada yang sempurna, mari kita bersikap bijaksana!

Wasalam!!

Teman saya dan suaminya kini menyadari kesalahan mereka masing-masing,

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerbau Disembelih, Tanduknya Jadi Sumber …

Leonardo | | 31 July 2014 | 14:24

Aborsi dan Kemudahannya …

Ali Masut | | 01 August 2014 | 04:30

Di Pemukiman Ini Warga Tidak Perlu Mengunci …

Widiyabuana Slay | | 01 August 2014 | 04:59

Jadilah Muda yang Smart! …

Seneng Utami | | 01 August 2014 | 03:56

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Perbedaan Sindonews dengan Kompasiana …

Mike Reyssent | 11 jam lalu

Lubang Raksasa Ada Danau Es di Bawahnya? …

Lidia Putri | 15 jam lalu

Jangan Tulis Dulu Soal Wikileaks dan …

Bang Pilot | 19 jam lalu

Tipe Karyawan yang Perlu Diwaspadai di …

Henri Gontar | 23 jam lalu

Evaluasi LP Nusa Kambangan dan …

Sutomo Paguci | 24 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: