Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Agus Budiarta

setiap langkah gerakan riil lebih penting dari selusin program

Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD KNPI DIY “Pemuda Istimewa” dari Jogja untuk Indonesia

REP | 08 February 2013 | 15:26 Dibaca: 786   Komentar: 0   1

1360310327317854227

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Memukul Gong Tanda Dimulainya RAKERDA KNPI DIY

Bertempat Aula Utama, Lantai II, Balaikota Yogyakarta, pengurus DPD KNPI DIY periode 2012 – 2015, pada Tanggal 8 Februari 2013, menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah ( RAKERDA). RAKERDA ini bertujuan menyususn dan menetapkan Program Kerja DPD KNPI DIY, Arah kebijakan strategis organisasi, tata kelola organisasi serta rekomendasi-rekomendasi DPD KNPI DIY tiga tahun kedepan.

RAKERDA DPD KNPI DIY, dibuka secara resmi oleh, Drs. Sulistyo SHCN, M.Si Asisten I bidang Pemerintahan dan kesejahteraan Rakyat yang mewakili Gubernur DIY. RAKERDA DPD DIY, juga dihadiri oleh Ketua Umum DPP KNPI, Taufan Rotorasiko.

Dalam sambutannya Gubernur DIY mengatakan, tantangan terberat yang dihadapi oleh pemuda dimasa mendatang adalah adanya transformasi budaya. Transformasi budaya menyebabkan pemuda kehilangan orientasi, terjebak dalam pilihan pragmatis. Oleh karena itu pemuda harus bisa menjawab transformasi budaya tersebut dengan cara penguatan visi dan misi pemuda dan menjadikan pemuda sebagai jembatan guna mensejahterakan rakyat. Selain tantangan transformasi budaya, tantangan dibidang politik, sosial, ekonomi serta bidang-bidang lainnya.

“organisasi Kepemudaan seperti KNPI ini diharapakan dapat mengambil peran yang dominan di dalam proses perubahan warga masyarakat yang saat ini mendapat tantangan yang demikian besar, baik aspek terjadinya transformasi budaya warga masyarakat maupun tantangan masa depan bangsa dan negara, dari aspek politik, aspek ekonomi, maupun aspek kesejahteraan berikut perubahan-perubahan sistem informasinya. Kita telah masuk pada era global yang tidak mau harus diterima termasuk semua dampak permasalahan yang ditimbulkannya”. Demikian harapan Gubernur DIY dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten I bidang Pemerintahan dan kesejahteraan Rakyat, Drs. Sulistyo SHCN, M.Si

Sedangkan, Ketua Umum DPP KNPI, Taufan Rotorasiko, mengatakan KNPI harus menjadi organisasi yang menciptakan pemimpin masa depan. Tantangan terbesar dari pemuda saat inilah adalah meyakinkan generasi tua bahwa, pemuda bisa menjadi pemimpin di masa mendatang. Keyakinan harus diberikan lantaran saat ini banyak kaum muda kita terjebak dalam lingkaran korupsi serta tindakan amoral lainnya.

Untuk itu, pemuda perlu melakukan perubahan diri dan di KNPI menjadi tempat pembelajaran untuk menjadi pemimpin. Karena hanya di KNPI berhimpun berbagai macam pemuda dengan latar belakang suku, agama ras dan golongan. Perbedaan seperti ini harus menjadi kekuatan KNPI dalam menciptakan pemimpin Indonesia masa depan. Demikian Taufan melanjutkan.

13603114931123797713

Ketua Umum DPP KNPI, Taufan Rotorasiko Memberikan Sambutan Dalam RAKERDA KNPI DIY (foto dok. KNPI DIY)

Ketua DPD KNPI DIY GKR Pembayun, dalam sambutan pembukaannya mengatakan bahwa, RAKERDA ini diharapkan mampu mensinergikan program kerja DPD KNPI DIY dengan program kerja KNPI di kabupaten/kota, bahkan nanti didorong sampai ke tingkatan kecamatan.

Program-program kerja yang dihasilkan oleh RAKERDA, harus dilandasi oleh UU No. 13 Tahun 2012, Tentang Keistimewaan DIY. salah satunya adalah memberdayakan pemuda dalam rangka mensejahterakan rakyat. Lanjut Pembayun.

13603110121580293085

GKR Pembayun Menyampaikan Kata Sambutan Dalam Rangka RAKERDA KNPI DIY (Foto Dok. KNPI)

Beberapa rekomendasi yang dihasilkan dari RAKERDA tersebut adalah, Pertama, Meminta kepada Pemerintah DIY agar bersama-sama warga masyarakat D.I Yogyakarta, membuktikan bahwa keistimewaan Yogyakarta memang akan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat D.I Yogyakarta dan masyarakat Indonesia.

Kedua, Mendukung Pemda DIY agar selama proses penyusunan Perdais dan segala materi yang diatur didalamnya sesuai dengan aspirasi warga dan mempertahankan nilai-nilai kemajemukan, pluralisme, ke-bhinneka-an dan nilai-nilai sosial-budaya yang hidup dan berkembang di masyarakat.

Ketiga, Mengingatkan semua semua pihak agar menghargai keistimewaan DIY yang berada di tingkat propinsi sesuai dengan UU No. 13 tahun 2012 tentang Keitimewaan DIY dan tidak terjebak dalam perebutan Danais yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan keharmonisan.

Dalam RAKERDA ini juga, Hadir juga perwakilan dari Pemerintan Daerah Istimewa Yogyakarta, memberikan materi stadium general diantaranya adalah, BAPPEDA, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pendapatan dan Pengeloaan Keuangan dan Aset Daerah, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi. Dinas-dinas memaparkan secara umum tentang peluang yang bisa disinergikan dengan program-program kerja DPD KNPI DIY.

RAKERDA ini juga, selain dihadiri oleh pengurus DPD KNPI DIY, juga di hadiri oleh pengurus KNPI Kabupaten/Kota seperti Gunungkidul, Kulonprogo, Sleman, Bantul dan Kota Yogyakarta. Hadir juga pimpinan Ormas dan OKP serta organisasi sayap Partai Politik. ***

13603118611564893987

Para Peserta Yang Hadir Dalam RAKERDA KNPI DIY (foto dok. KNPI DIY)

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Agnezmo Masuk Final Nominasi MTV EMA 2014, …

Sahroha Lumbanraja | | 16 September 2014 | 19:37

60 Penyelam Ikut Menanam Terumbu Karang di …

Kompas Video | | 16 September 2014 | 19:56

“Penjual” Perdamaian Aceh …

Ruslan Jusuf | | 16 September 2014 | 17:33

Musim Semi di Australia Ular Berkeliaran …

Tjiptadinata Effend... | | 16 September 2014 | 15:54

Ibu Rumah Tangga, Profesi atau Bukan? …

Mauliah Mulkin | | 16 September 2014 | 13:13


TRENDING ARTICLES

Ahokrasi, Tepat dan Harus untuk Jakarta …

Felix | 10 jam lalu

Norman K Jualan Bubur, Tampangnya Lebih Hepi …

Ilyani Sudardjat | 10 jam lalu

Suparto, Penjahit Langganan Jokowi …

Niken Satyawati | 13 jam lalu

Ganggu Ahok = Ganggu Nachrowi …

Pakfigo Saja | 14 jam lalu

Kabinet Jokowi-JK Terdiri 34 Kementerian dan …

Edi Abdullah | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: