Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Perilaku Merokok Pada Mahasiswa Kedokteran

REP | 06 February 2013 | 23:17 Dibaca: 674   Komentar: 0   0

Perilaku merokok merupakan hal yang mudah dijumpai pada masyarakat. Perilaku ini dapat dijumpai di banyak tempat dan situasi, seperti di pasar, jalanan, kendaraan umum bahkan di lembaga-lembaga pendidikan dan kesehatan. Perilaku merokok seolah sudah dianggap biasa dan tidak berbahaya bagi manusia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam pernyataannya, Rabu (09/12/2009), menyatakan bahwa setiap tahunnya 5 juta orang meninggal akibat rokok. WHO juga menyebutkan, lebih dari 600 ribu perokok pasif meninggal setiap tahunnya. Selain itu, WHO pun memprediksi bahwa perilaku merokok akan menjadi kebiasaan yang paling berbahaya bagi kesehatan karena akan membunuh lebih dari 6,4 juta orang setiap tahunnya mulai tahun 2015 (bebasrokok.wordpress.com).

Sudah banyak media dan artikel ilmiah yang memberikan informasi mengenai bahaya rokok bagi perokok dan lingkungan sekitarnya, namun masih saja banyak masyarakat menghiraukan peringatan ini. Bahkan, perilaku merokok sudah banyak di lingkungan akademis, seperti kampus atau universitas. Padahal mereka yang berada di lingkungan akademis selayaknya lebih mengerti mengenai informasi bahaya merokok.

Salah satu universitas yang teramati banyak mahasiswanya yang menampilkan perilaku merokok di sekitar kampusnya adalah kampus X di Bandung. Perilaku merokok yang ditampilkan mahasiswa di kampus tersebut dapat kita temui hampir disetiap sudut kampus, mulai dari gerbang hingga ke sudut-sudut tempat mahasiswa berkumpul. Bahkan, perilaku tersebut dapat ditemui pada mahasiswa yang sebetulnya sudah memahami informasi bahaya rokok dan sudah mempelajari mengenai ilmu kesehatan lebih mendalam dibanding mahasiswa lainnya, seperti mahasiswa Fakultas Kedokteran.

Fakultas Kedokteran Universitas X di Bandung adalah salah satu dari lembaga pendidikan yang mengajarkan mahasiswanya mengenai kesehatan, bahkan lembaga tersebut akan melahirkan dokter-dokter baru yang menerapkan ilmu kesehatan itu sendiri di masyarakat. Berdasarkan hasil observasi, terdapat sepuluh mahasiswa kedokteran yang teramati sering berkumpul dan merokok bersama di suatu tempat di dekat kampus. Dari kesepuluh mahasiswa tersebut terdapat empat mahasiswa yang memiliki sikap positif terhadap perilaku merokok dan enam yang lainnya memiliki sikap negatif terhadap perilaku merokok namun masih tetap menampilkan perilaku merokok. Empat dari enam mahasiswa yang bersedia untuk diwawancarai tersebut adalah subjek dari pengkajian ini.

Penjelasan diatas menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan yang kuat antara sikap mahasiswa dengan perilaku aktualnya. Mahasiswa yang memiliki pengetahuan bahaya merokok dan memiliki sikap negatif terhadap perilaku merokok ternyata tidak menampilkan perilaku yang sama sesuai dengan sikapnya, yakni masih menampilkan perilaku merokok. Fenomena ini dapat dijelaskan dengan menggunakan theory of planned behavior (TPB). Dalam TPB terdapat faktor intensi yang menjadi penghubung antara sikap dan perilaku. Intensi adalah pernyataan individu mengenai niatnya untuk melakukan tingkah laku tertentu. Intensi yang kuat akan mengarahkan individu untuk menampilkan perilaku merokok, sedangkan intensi yang lemah akan mengarahkan individu untuk tidak menampilkan perilaku merokok. Kuat-lemahnya intensi tersebut dipengaruhi oleh tiga determinan pembentuknya. Determinan pertama adalah faktor personal secara alami, yaitu sikap terhadap tingkah laku (attitudes toward behavior). Determinan kedua adalah faktor yang merefleksikan pengaruh sosial, yaitu norma subjektif (subjective norms). Determinan terakhir, yang ketiga, adalah berhubungan dengan kontrol, yaitu persepsi terhadap kontrol tingkah laku (perceived behavior control).

Fenomena diatas menjadi menarik untuk dikaji karena intensi (niat) ternyata tidak hanya dipengaruhi oleh faktor sikap individu terhadap perilaku tersebut saja melainkan ada faktor lain yang mempengaruhi intensi mahasiswa untuk menampilkan perilaku merokok, yaitu subjective norms dan perceived behavior control.

Attitude toward behavior. Subjek pada pengkajian ini menunjukkan sikap negatif terhadap perilaku merokok, yang mana subjek meyakini dirinya sebagai calon dokter harus mampu memberikan contoh kepada masyarakat mengenai pola hidup yang sehat (behavioral belief), namun dirinya masih menampilkan perilaku merokok. Hal tersebut membuat diri subjek merasa buruk dihadapan umum apabila dirinya terlihat merokok (evaluation outcome).

Subjective norms. Berdasarkan elisitasi belief didapatkan informasi bahwa significant person yang paling mempengaruhi perilaku merokok pada keempat subjek tersebut adalah teman-teman yang juga perokok. Selain teman-teman yang juga perokok, salah seorang dari keempat subjek tersebut menyampaikan bahwa pamannyalah yang juga memberikan pengaruh kepada dirinya untuk merokok, yaitu dengan menawarkan rokok, mengajak merokok bersama dan menjamin subjek bahwa pamannya tidak akan melaporkan perilaku subjek kepada kedua orang tuanya.

Subjek menceritakan bahwa pertama kali mereka merokok adalah saat SMA. Alasan merokok pada saat itu adalah karena ikut-ikutan dan sekedar mencoba. Setelah lulus SMA, mereka sempat berhenti merokok beberapa bulan karena akan kuliah di Fakultas Kedokteran. Awalnya mereka menyangka bahwa mahasiswa kedokteran tidak ada seorang pun yang menampilkan perilaku merokok. Namun, akhirnya mereka kembali merokok setelah mengetahui bahwa ada banyak teman-teman angkatannya yang juga merokok. Mahasiswa yang merokok di angkatan tersebut sering berkumpul dan merokok bersama saat ada waktu luang atau nongkrong.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, subjek dan teman-temannya tersebut berkumpul dan merokok bersama di suatu tempat dekat kampus dan di tempat-tempat khusus lainnya yang tertutup, seperti di rumah teman yang sudah bebas merokok atau di tempat lain yang tidak terlihat oleh banyak orang. Selain itu, seluruh subjek pun menyatakan bahwa mereka hanya merokok bersama dengan teman-teman yang juga perokok atau sendirian dan bukan di tempat umum.

Perceived behavior control. Keempat subjek pengkajian ini meyakini bahwa dirinyalah yang menentukan akan merokok atau tidak merokok, namun pada kenyataannya mereka tidak mampu mengontrol perilaku merokok pada saat berkumpul dengan teman-temannya yang juga perokok, apalagi bila ditawari rokok, meskipun sebenarnya subjek sedang tidak ingin merokok. Hal ini menunjukkan kontrol yang lemah pada diri subjek dalam perilaku merokok. Selain itu, subjek juga menyampaikan bahwa dirinya merasa terlalu banyak situasi dan lingkungan yang membuat dirinya selalu kembali merokok, yaitu berkumpul dengan teman-teman yang juga perokok atau karena kebanyakan teman dekat yang dimiliki subjek adalah perokok.

Adapun faktor-faktor yang mendukung dan menghambat subjek dalam menampilkan perilaku merokok, antara lain:

1. Saat bersama keluarga (menghambat).

2. Saat bersama dengan kekasih atau teman-teman yang tidak merokok, baik saat santai atau pun belajar bersama (menghambat).

3. Tidak memiliki uang untuk membeli rokok atau tidak memiliki persediaan rokok (menghambat).

4. Saat nongrong dan bersama dengan teman-teman yang juga merokok, baik saat tidak ada kerjaan, makan atau sekedang kumpul (mendukung).

5. Saat bersama dengan paman dan mendapatkan jaminan tidak akan dilaporkan pada kedua orang tuanya bahwa subjek merokok (mendukung).

6. Memiliki persediaan rokok (mendukung).

Berdasarkan uraian diatas, terdapat dinamika dalam pembentukan kekuatan intensi pada mahasiswa dalam menampilkan perilaku merokok. Determinan pembentuk intensi yang paling memberikan pengaruh pada subjek pertama, kedua, ketiga dan keempat adalah subjective norms, yaitu teman-teman yang juga perokok dan paman subjek (bagi salah satu subjek).

Meskipun keempat subjek tersebut menunjukkan sikap yang negatif terhadap perilaku merokok, keempatnya tetap menampilkan perilaku merokok disebabkan oleh adanya significant person yang mempengaruhi perilaku subjek, yang dalam hal ini adalah teman-teman yang juga perokok dan paman subjek (bagi salah satu subjek). Selain itu, perilaku merokok pada mahasiswa kedokteran tersebut juga dipengaruhi oleh penghayatan subjek mengenai mudah atau sulitnya untuk menampilkan perilaku merokok. Subjek menyampaikan bahwa perilaku merokok sepenuhnya atas kehendak diri subjek, namun data wawancara dan observasi pada penelitian ini menunjukkan bahwa subjek memiliki kontrol yang lemah pada saat berkumpul dengan teman-temannya yang perokok.

Referensi:

Ajzen, Icek. 1980. Understanding Attitudes and Predicting Social Behavior. Prentice-Hall, Inc. Englewood Cliffs

Ajzen, Icek. 2005. Attitudes, Personality and Behavior 2nd. Open University Press

www.bebasrokok.wordpress.com, diakses november 2012

www.people.umass.edu/aizen, diakses november 2012

www.who.int/topics/tobacco/en/, diakses november 2012

www.who.int/features/factfiles/tobacco/en/index.html, diakses november 2012

Syuriansyah, Tanfidz. 2013. Perilaku Merokok Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas X di Bandung. Tidak diterbitkan

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[PENTING] Panduan ke Kompasianival 2014, …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19

OS Tizen, Anak Kandung Samsung yang Kian …

Giri Lumakto | | 21 November 2014 | 23:54

Aku dan Kompasianival 2014 …

Seneng Utami | | 22 November 2014 | 02:18

Obama Juara 3 Dunia Berkicau di Jaring …

Abanggeutanyo | | 22 November 2014 | 02:59

Seru! Beraksi bareng Komunitas di …

Kompasiana | | 19 November 2014 | 16:28


TRENDING ARTICLES

Duuuuuh, Jawaban Menteri iniā€¦ …

Azis Nizar | 10 jam lalu

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 11 jam lalu

Memotret Wajah Jakarta dengan Lensa Bening …

Tjiptadinata Effend... | 11 jam lalu

Ckck.. Angel Lelga Jadi Wasekjen PPP …

Muslihudin El Hasan... | 14 jam lalu

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Pemeran Film Dokumenter Act of Killing Haram …

Handy Fernandy | 8 jam lalu

Asyiknya Wisata di TRMS Serulingmas …

Banyumas Maya | 10 jam lalu

Ajang Kompasianival Melengkapi Pertemanan …

Thamrin Dahlan | 10 jam lalu

Generasi Sandwich …

Sitti Fathimah Herd... | 10 jam lalu

Eh, Susi Nongol Lagi! …

Mbah Mupeang | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: