Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Firman Budianto

single fighter | professional procrastinator | よろしくお願いします [firmanbudi92@yahoo.co.jp]

“Otsukaresama!”: Cara Jepang Menghargai Jerih Payah Orang Lain

HL | 26 January 2013 | 14:43 Dibaca: 2887   Komentar: 0   4

13591875631900379207

Ilustrasi/Admin (Shutterstock)

Entah kenapa dari sekian banyak budaya Jepang yang saya tahu, budaya yang paling saya sukai adalah budaya mengucapkan “otsukaresama deshita”.

Agak susah memberikan padanannya dalam bahasa Indonesia karena memang ucapan ini tidak ada dalam budaya kita, dan mungkin juga pada budaya negara lain. Mungkin kalau dalam bahasa Inggris akan mirip dengan “You’ve done your best”. Mirip tapi tidak sama.

“Otsukaresama deshita” biasa diucapkan seseorang yang telah selesai melakukan pekerjaan secara bersama-sama. Petutur secara otomatis akan menjawab dengan ucapan yang sama, “otsukaresama deshita”. Di sini terlihat jelas unsur penghargaan atas aktivitas yang telah dilakukan bersama. Aktivitas di sini meliputi banyak hal, mulai dari pekerjaan di kantor, kegiatan belajar mengajar di kampus/sekolah, hingga pada saat upacara pemakaman, pokoknya aktivitas kita sehari-hari.

Saking sukanya saya dengan ucapan ini, sampai-sampai setiap kali pulang dari tempat bekerja/belajar pada akhir pekan, atau saat setiap selesai melakukan aktivitas tim bersama dengan orang lain, saya akan berusaha untuk selalu mengucapkan  ”otsukaresama deshita”, terlebih kepada mereka yang mengerti bahasa Jepang. Saya pikir tidak ada salahnya bahwa dengan mengucapkan “otsukaresama deshita”, kita telah menghargai jerih payah orang lain, sekecil apapun itu. Ucapan ini juga mengandung pengertian “terima kasih atas kerjasamanya”. Rasa lelah setelah bekerja seharian akan berkurang atau bahkan hilang pada saat kita mendengar atau mengucapkan “otsukaresama deshita” dengan tulus, dan tergantikan dengan perasaan senang, lega karena pekerjaan kita telah dihargai dan kita telah menghargai pekerjaan orang lain juga. Saling menghargai dan berterima kasih satu sama lainnya.

Pemahaman saya tentang ucapan ini semakin mendalam sampai suatu ketika saya menonton film Jepang berjudul “Okuribito” atau versi bahasa Inggrisnya “The Departures”. Film itu menceritakan seseorang yang berprofesi sebagai penyelenggara jenazah di Jepang. Di film tersebut, terdapat adegan pemeran utama mengucapkan “otsukaresama deshita” kepada jenazah ibu temannya yang akan dikremasi. Saya tersadar ternyata ucapan “otsukaresama deshita” ini mempunyai makna yang sangat dalam. Makna bahwa penutur “berterima kasih” atas segala apa yang telah dilakukan petutur (red: jenazah) semasa hidupnya.  Makna bahwa terdapat suatu ‘hubungan’ antara penutur dan petutur yang kadang tidak cukup disampaikan dengan ucapan “terima kasih” saja. Ucapan “otsukaresama deshita” mengandung pengertian lebih dari sekedar “terima kasih”.

Saya percaya bahwa penting untuk mengakhiri suatu hal/pekerjaan dengan baik. Tidak hanya baik di awal, tetapi juga akhir yang baik. Hal/pekerjaan apapun itu. Semoga saya bisa mengakhiri setiap aktivitas, pekerjaan, bahkan hidup saya kelak dengan baik. Tidak lupa untuk selalu mengucapkan “otsukaresama deshita” kepada kepada keluarga saya, sahabat-sahabat saya, dan pada orang-orang di lingkungan terdekat saya.

Jakarta, 26 Januari 2013

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Bagaimana Menjadi Penulis Opini, Kuliah …

Hendi Setiawan | | 23 November 2014 | 12:04

Akrobat Partai Politik Soal Kenaikan BBM …

Elde | | 22 November 2014 | 21:45

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | | 23 November 2014 | 11:49

Inilah 3 Pemenang Blog Movement “Aksi …

Kompasiana | | 22 November 2014 | 10:12


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 11 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 19 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 21 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00


Subscribe and Follow Kompasiana: