Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Bang Bing Bung, Yuk, Kita Nabung

OPINI | 19 January 2013 | 00:00 Dibaca: 201   Komentar: 0   0

Ajarkan anak untuk menghargai uang sedini mungkin dengan cara menabung. Bekal bagi anak untuk menghadapi hal yang tak terduga.

Orang tua mana yang tidak senang bila memiliki anak yang gemar menabung? Padahal menabung sangat jarang dilakukan oleh anak sekarang. Menanamkan kebiasaan menabung kepada anak bukan hal yang gampang. Sedini mungkin kita harus membiasakan anak untuk menabung.Lalu bagaimana caranya? Bukankah itu sulit?

Orang tua adalah guru yang tepat untuk mengajarkan anak memiliki kebiasaan menabung. Bila orang tuanya saja tidak menabung, bagaimana seorang anak mau menabung? Akan menjadi asing kegiatan menabung bagi anak. Ajaran menabung membuat anak belajar sejak dini bahwa pentingnya sebuah persiapan. Hal ini mampu melatih persiapan material atau finansial. Inginkah Anda memiliki anak yang tumbuh menjadi orang yang penuh dengan persiapan? Bila Anda memiliki sifat boros dan konsumtif, jangan salahkan anak apabila meniru sifat itu.

Pahamkan apa arti uang kepada anak Anda. Ajak anak Anda berbelanja dengan melibatkan sang anak dalam membuat daftar belanja. Bantu sang anak untuk membedakan jenis objek yang menjadi keinginan, kebutuhan dan harapan. Objek yang menjadi keinginan adalah sesuatu yang bisa diundur untuk mendapatkannya, objek yang kebutuhan adalah sesuatu yang harus dimiliki, dipenuhi dan tidak bisa ditunda, sementara harapan itu sendiri adalah sesuatu yang menjadi cinta-cita jangka panjang dan perlu perjuangan untuk mencapainya. Perlahan-lahan sang anak memahami hal apa saja yang yang harus dipenuhi, yang dapat ditunda dan yang perlu proses perjuangan untuk mendapatkannya.

Jadikan menabung sebagai kegiatan yang menyenangkan. Ajarkan bahwa menabung tidak hanya menyimpan keseluruhan uang yang dimiliki, tapi sisihkan sebagian uang yang ada dan kemudian disimpan. Tempat menabung atau celengan yang memiliki bentuk menarik sangat membantu meningkatkan semangat menabung anak. Bagi tiap masing-masing anggota keluarga seperti ayah dan ibu juga harus memiliki tabungan sendiri yang kemudian diberi nama di setiap celengan yang ada. Letakan celengan di tempat yang mudah dijangkau dan strategis. Berikan contoh pada anak bahwa orang tua juga ikut menabung sebagian uangnya dan buat permainan dengan berlomba-lomba siapa yang terlebih dahulu celengannya penuh dengan uang. Siapkan hadiah juga kepada juara yang berhasil memenangkan perlombaan.

Bila sang anak sudah menduduki bangku sekolah dan mendapatkan uang saku, berikan uang saku dalam bentuk pecahan. Agar sang anak belajar memilih uang dengan nilai yang lebih besar atau uang dengan nilai yang lebih kecil yang diprioritaskan untuk digunakan atau untuk ditabung. Jangan ajarkan menabung dari sisa uang jajan, tapi sisihkan uang terlebih dahulu sebelum jajan. Baik adanya peran keluarga sebagai bank keluarga yang di mana orang tua adalah petugas bank.

Ajarkan bahwa kelak nanti, ketika uang dalam tabungan telah terkumpul, sang anak dapat membeli sesuatu yang dia inginkan. Hal tersebut mampu memicu semangat dalam menabung serta memahami manfaat menabung. Agar kegiatan tersebut tidak membosankan, jangan menargetkan sesuatu yang terlalu berat, video game misalnya. Seiring berjalannya usia, target yang menjadi tujuan dapat dinaikan perlahan-lahan.

Kenalkan fungsi bank sebagai tempat menyimpan uang yang aman kepada anak yang menginjak usia sekolah. Sedini mungkin bukakan rekening di bank terpercaya dan ajarkan sang buah hati bagaimana cara menabung di bank. Biasakan kegiatan menabung di bank secara rutin, jangan pedulikan berapa besar uang yang akan dia tabung, luangkan waktu Anda menemani sang anak untuk menabung di bank. Ajarkan padanya, sebelum menabung di bank, simpan hasil sisihan uang sakunya di tempat tertentu terlebih dahulu yang kemudian bila nilai uang tersebut mencukupi untuk ditabung di bank, akan langsung ditabung ke bank. Untuk penyemangat, tunjukan hasil menabung sang anak yang kian bertambah dan berikan pujian untuk itu. Kartu ATM tetapi dalam pengawasan orang tua, oleh sebab itu, jangan berikan kartu ATM kepada anak. Atas kerja keras sang anak, Anda boleh memberikan hadiah sejumlah uang dengan syarat, uang itu untuk ditabung.

Tags: tjiqi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tertangkapnya Polisi Narkoba di Malaysia, …

Febrialdi | | 01 September 2014 | 06:37

Menjelajahi Museum di Malam Hari …

Teberatu | | 01 September 2014 | 07:57

Memahami Etnografi sebagai Modal Jadi Anak …

Pebriano Bagindo | | 01 September 2014 | 06:19

Kompas TV Ramaikan Persaingan Siaran Sepak …

Choirul Huda | | 01 September 2014 | 05:50

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 5 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 6 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 6 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 7 jam lalu

Kisah Ekslusive Tentang Soe Hok Gie …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | 8 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 8 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

‘Royal Delft Blue’ : Keramik …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: