Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Syahbags

tampan dan sederhana,,,heheee

Kondangan: Antara Kemuliaan Silaturahmi, Sedekah, dan Paksaan Sosial

REP | 17 January 2013 | 05:56 Dibaca: 297   Komentar: 0   0

Kondangan, antara kemuliaan silaturahmi, sedekah dan paksaan social

Hatinya gundah gulana, resah gelisah, hutang sudah hamper jatuh tempo, piutang belum ada yang bayar, dagang sedang sepi, untuk kembali modal saja susah sekali, sedangkan undangan dari saudara yang hajatan sudah bertumpuk. Kondangan yang tiada henti-hentinya membuat dada semakin sesak, bukan karena ia tak mau kondangan, bukan karena dia tak mau silaturahmi, namun karena uang tidak terpegang. Paling tidak Rp.20.000 untuk sekali kondangan, jika tidak kondangan ia takut jadi gunjingan warga, jika kondangan dibawah standar takut terkenal “pelit/tidak pantas”, jika kondangan dituruti sesuai standar, utang bakal semakin menggunung,,,,, mau bagaimana lagi, wajahnya dipaksa ikhlas untuk tersenyum, kakinya dipaksa ikhlas untuk melangkah ke pesta hajatan yang Wah,,,tangannya dipaksa ikhlas memberikan amplop berisi uang Rp.20.000, uang yang cukup untuk membeli beras murah 3 Kg, untuk bertahan hidup dalam 4 hari, dimuka amplop tidak lupa ia tulis namanya “M.Sabri Sabarepol, Cikawung-Cintaratu”, ia tidak mau dituduh kalau kedatangannya hanya untuk makan saja, apalgi dituduh kondangan dengan amplop kosong,,,, Ia pun berharap, semoga suatu saat nanti, jika ia hajatan, orang-orang yang dikondanganinya tidak lupa kepadanya,,,,,

Inikah silaturahmi yang sebenarnya ?

Inikah sedekah yang sebenarnya ?

Inikah ikhlas yang sebenarnya ?

ditulis di lewobabakan-Tsm, kontrakan H.Musa

_syahbags_

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nasib Buruh Migran di Pintu Akhir …

Eddy Mesakh | | 19 December 2014 | 12:57

Dengan Google Street Kita Bisa …

Daniel H.t. | | 19 December 2014 | 09:34

Tim “Hantu” Menpora Berpotensi …

Erwin Alwazir | | 19 December 2014 | 12:47

Tiga Seniman “Menguak Takdir” …

Ajinatha | | 19 December 2014 | 09:08

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Menteri Rini “Sasaran Tembak” …

Gunawan | 8 jam lalu

Inilah Drone Pesawat Nirawak yang Bikin …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Seorang Manager Menjadi Korban Penipu …

Fey Down | 15 jam lalu

Meramu Isu “Menteri Rini Melarang …

Irawan | 15 jam lalu

Luar Biasa, Kasus Lapindo Selesai di Tangan …

Hanny Setiawan | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: