Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Fey Down

Simple lady who likes the simple things in life. Berusaha menulis yang bermanfaat bagi masyarakat. selengkapnya

Jangan Pelit Pada Orang Tua

OPINI | 09 January 2013 | 12:58 Dibaca: 494   Komentar: 0   1

Ini kisah nyata, terjadi pada sebuah keluarga di Indonesia. Ada seorang wanita sebut saja si Cantik, tinggi, putih, manis dan ramah. Usianya 37 th, seorang ibu dari seorang anak perempuan ABG. Si Cantik sukses berbisnis dan penghasilan mininal sebulan 30 juta. Suaminya juga manager yang sukses.

Setiap bulan si Cantik memberi uang pada ibunya tak lebih dari 200 ribu, lebih sering 100 ribu saja. Si kakak yang baik hati mengingatkan,

” Dek, kamu shopping beli barang bermerk boleh saja habis jutaan tiap bulan, tapi jangan lupa  dong dek sama ibu kita yang sudah tua. Masa sih kamu cuma kasih segitu? “

Jawab si Cantik

” Terserah gue mau kasih berapa.. duit duit gue!! Ibu kan ada kamu, kakak gue ya kamu aja sana kasih yang banyak.”

Tak lama si kakak bilang sama ibunya betapa terlalu si adik. Ibu menjawab dengan senyum :

” Jangan suka ganggu adik kamu, dia mau kasih alhamdulilah, ngga dikasih gpp. Mungkin adikmu banyak kebutuhan. Kamu juga jangan paksain diri kasih ibu, ada boleh ngga ada ngga apa apa. Yang penting urus keluargamu. Ibu selalu berdoa buat kalian.. ”

Padahal si ibu hanya bergantung pada kedua anak anak perempuannya. Memang seorang ibu walau lapar selalu senyum dan bilang ibu sudah kenyang.

Sikakak ngga bisa bilang apa apa, ia tangani semua kebutuhan ibunya, tak dipikirkan berapa biaya untuk ke dokter , utk makan dll. Ia tak lagi memikirkan si adik mau membantu atau ngga. Suami si kakak kariernya makin menanjak….si kakak makin sering memberi pada ibunya….

Tak lama si adik telp sambil menangis, mobilnya hilang di gondol maling, padahal dikunci, pakai alarm, dan pakai kunci stang juga. Di sana  berderet mobil mobil  lain parkir…tapi mobil si adik yang hilang. Tak lama ada kabar lagi si adik rumahnya rubuh, genteng rumah amblas ke dapur, padahal tinggal di perumahan mewah.

Apa arti semua ini? Artinya Tuhan mengambil rezeki kita kembali dengan berbagai cara. Menurut pendapat saya, janganlah pelit pada ayah dan ibu, walau mereka tak minta, kita sebagai anak tetap harus mengerti kebutuhan mereka. Ingatlah selalu, ayah dan ibu  tak pernah menghitung dan mengeluh ketika membesarkan kita.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melihat Lagi Fenomena Jokowi di Bentara …

Hendra Wardhana | | 25 October 2014 | 05:13

Bertualang dalam Lukisan Affandi …

Yasmin Shabrina | | 25 October 2014 | 07:50

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 4 jam lalu

Mejikuhibiniu: Perlukah Menghapal Itu? …

Ken Terate | 6 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 9 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 10 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Cara Efektif Menghafal …

Masykur | 7 jam lalu

Sembilu Cinta …

Christian Kelvianto | 7 jam lalu

Pembunuhan Karakter Keprofesian Industri …

Vendy Hendrawan | 7 jam lalu

Seorang Perempuan di Pemakaman …

Arimbi Bimoseno | 7 jam lalu

Gayatri Si Anak Ajaib Yang Terbang Ke Negeri …

Birgaldo Sinaga | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: