Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Ismail Solichin

"…pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya menjulang ke langit, memberikan buahnya pada setiap musim selengkapnya

“Selamat Tahun Baru 2012 A”

OPINI | 31 December 2012 | 19:01 Dibaca: 151   Komentar: 0   0

Tidak sedikit orang memiliki pandangan bahwa angka 13 itu angka sial. Rumah yang semestinya bernomor 13 sering dirubah menjadi 11 A. Atau lantai gedung perkantoran, gedung apartemen, hotel  yang seharusnya bernomor 13 juga sering diganti dengan nomor 12 A seperti yang tercetak di tombol lift. Di negeri kitapun, sering kali mendengar orang setengah teriak ” Wah cilaka tigabelas!”, untuk menunjukan kesialan, ketidak beruntungan yang menimpanya.

13, angka sial ?

Jika dirunut kebelakang keterkaitan angka 13 dengan kesialan (konon) berkaitan dengan kepercayaan bangsa Ibrani kuno yang menganggap bahwa angka 13 itu angka sial karena huruf ketiga belas dalam alfabet Ibrani adalah “M”, huruf pertama kata “Mavet” yang berarti kematian.

Dan parahnya lagi pikiran kita kadung ikutan membenarkan anggapan bahwa angka 13 itu angka sial. Jejak pikiran negatif yang tertanam dalam benak kita, akan berpengaruh terhadap keputusan dan tindakan yang akan  diambil. Maka jika angka 13 itu dianggap negatif, tidak berlebihan jika semua tindakan berkaitan dengan angka 13 juga negatif. Apalagi  jika dikaitkan dengan cerita/berita bahwa si Anu menderita kerugian besar karena menempati rumah/ruko nomor 13 atau karena diresmikan pada tanggal 13 .

Jika demikian halnya tahun depan (dapat diperkirakan) adalah tahun stagnasi pertumbuhan dan perkembangan bisnis. Karena banyak pihak yang tak mau ekspansi dengan membuka toko-toko baru, gerai-gerai pemasaran baru, cabang-cabang baru, karena pebisnis, pengusaha  itu percaya bahwa tak baik membuka peluang bisnis baru di tahun 2013. Akan lucu juga jika mereka  lantas  mencantumkan dalam halaman  depan kalender yang akan dibagikan ke customernya dengan menuliskan:

“Selamat Tahun Baru 2012 A”

sumber gambar: mathpedia. wordpress.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melukis Malam di Bawah Lansekap Cakrawala …

Dhanang Dhave | | 21 October 2014 | 13:50

Kisah Setahun Jadi Kompasianer of the Year …

Yusran Darmawan | | 21 October 2014 | 11:59

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Merencanakan Anggaran untuk Pesta Pernikahan …

Cahyadi Takariawan | | 21 October 2014 | 10:02

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 4 jam lalu

Film Lucy Sebaiknya Dilarang! …

Ahmad Imam Satriya | 6 jam lalu

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 7 jam lalu

Tangisan Salim Said & Jokowi’s …

Iwan Permadi | 9 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Citilink Kok Nggak Ngaret Lagi Sih…? …

Sony Hartono | 8 jam lalu

Mahasiswa Swasta Itu 90% Berbakat Menjadi …

Jejen Al Cireboni | 8 jam lalu

Perjalanan tanpa Tujuan adalah Tujuan …

Mochamad Syafei | 8 jam lalu

Anang Hermansyah Hadiri Pesta Rakyat, Ahmad …

Sahroha Lumbanraja | 8 jam lalu

Belajar Bahasa Inggris: Buat Pendengar …

Arbi Syah Sabi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: