Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Ajeng Rasdan

Jualan Peralatan kedokteran Hub ke No di bawah ini : Jl Sarijadi 38 022-2012037/ 081321100539

Kuburan-kuburan Keramat di Nusantara

OPINI | 30 December 2012 | 22:00 Dibaca: 3228   Komentar: 3   2

Kuburan-kuburan Keramat di Nusantara

Membaca kajian buku, “Kuburan-kuburan Keramat di Nusantara” karya dari Hartono Ahmad Jaiz dan Hamzah Tade. Menandakan keberadaan kuburan-kuburan keramat (baca : dianggap Keramat) di Indonesia amatlah banyak. Dari ujung Serang sampai ujung Marauke, apalagi di Pulau Jawa.

Dengan fenomena yang nyata ini dikalangan masyarakat seringkali terjadi kemusyrikan secara struktural (menyeluruh), dengan itu saya memberikan daftar kuburan-kuburan keramat diantaranya :

Bagian I

KUBURAN YANG DIKERAMATKAN (LUAR JAWA)

  • Makam Syiah Kuala (Aceh)
  • Makam Syaikh Burhanuddin (Riau)
  • Makam Keramat Mabar (Medan)
  • Makam Datuk Keramat Darah Putih (Medan)
  • Makam Empat Datuk (Deli Serdang)
  • Makam Putri Ayu (Jambi)
  • Makam Tanjung Lilin (Payakumbuh)
  • Makam dan Surau Tao Taram (Payakumbuh)
  • Makam Keramat Pulau Plutukung (Balik Papan)
  • Makam Keramat di Sulawesi
  • Makam Keramat Jupanggola (Gorontalo)
  • Makam Keramat Magau Tonikota (Parigi, Sulteng)
  • Makam Datokarama (Palu)

Bagian II

KUBURAN YANG DIKERAMATKAN ( DI JAWA)

  • Makam Mbah Kwitang (Jakarta)
  • Makam Keramat Kampung Bandang
  • Makam Luar Batang
  • Makam Jilun dan Guru Mughni (Jakarta)
  • Makam Pangeran Wijayakusuma (Jakarta)
  • Sejarah Ritual Mesum Pesugihan di Gunung Kemukus
  • Makam Keramat Ki Ageng Balak (Sukaharjo)
  • Makam Keramat Kartosuwirjo Pulau Obi (Jakarta)
  • Makam Keramat Tan Malaka (Kediri)
  • Makam Keramat di Kebon Raya Bogor (Bogor)
  • Makam Keramat Mbah Manggeng (Tegal)
  • Makam Keramat Mbah Punggung (Tegal)
  • Makam Keramat Wali Sepuluh

Bagian III

MACAM-MACAM KYAI ADA YANG DIKERAMATKAN

  • Kyai Maja
  • Kyai Langgeng
  • Kyai Kanjeng
  • Kyai Slamet
  • Kyai Sengkelat
  • Kyai Semar
  • Kyai Sapu Jagad
  • Kyai Petruk
  • Kyai Sadrach

Bagian IV

MASALAH NGALAP BERKAH KEMAKAM WALI SONGO

  • Makam Wali Songo
  • Peringatan Empat Puluh Hari Kematian Adalah dari Adat Fir’aun
  • Tabaruk (Ngalap Berkah) yang Boleh dan yang dilarang
  • Berbondong-bondong “ngalap Berkah” kekuburan Wali Bukan dari Tradisi Islam.

Diriwayatkan, Umar Ibn Khatthab memerintahkan untuk menebang pohon yang pernah jadi tempat bai’atur ridhwan, karena khawatir akan dikeramatkan orang. Kenapa Umar Ibn Khatthab melakukan itu?

Masalahnya adalah pengkramatan kuburan itu berkaitan langsung dengan Aqidah, yakini rawan kemusrikan. Sedang kemusyirikan atau syirik (Menyekutukan Allah dengan selain-Nya) itu adalah dosa paling besar, Syirik adalah tindakan di benci Allah SWT apalagi Syirik Akbar (besar) maka, resikonya seluruh amaliahnya batal (sia-sia).

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | | 25 October 2014 | 14:51

Kompasiana Nangkring Special di Balikpapan …

Bambang Herlandi | | 25 October 2014 | 13:44

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 3 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 4 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 5 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 6 jam lalu

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

ATM Susu …

Gaganawati | 7 jam lalu

Perjamuan Akhir di Bali …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 8 jam lalu

Gayatri Dwi Wailissa, Anggota BIN yang Gugur …

Opa Jappy | 8 jam lalu

Belajar Ngomong:”Mulutmu …

Wahyu Hidayanto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: