Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Nur Endah Ardiyani

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Realita Anak SMA Saat Ini

OPINI | 27 December 2012 | 12:53 Dibaca: 858   Komentar: 0   0

Putih Abu-Abu adalah sebuah lambang dari jengjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA). Sungguh ironis pendidikan jaman sekarang, khususnya perilaku siswa-siswi SMA yang saat ini berprilaku tidak sesuai dengan usianya. Sering kita temukan anak-anak SMA khususnya wanita, sudah berani merokok layaknya orang dewasa. Sungguh tak enak dipandang melihat seorang wanita berpakaian lengkap putih abu-abu dan masih dengan atribut sekolahnya seperti masih membawa tas sekolahnya. Mereka dengan percaya dirinya merokok layaknya orang dewasa tanpa rasa malu dan bersalah akan dirinya sendiri, orang tua dan nama baik sekolah yang terlihat dari bed identitas asal sekolah yang terdapat di lengan seragam sekolah. Bukan hanya wanita saja, para murid laki-lakipun jauh lebih banyak yang sudah berani merokok di masa-masa SMA. Belum lagi ketika  melihat sepasang siswa dan siswi yang sedang memadu kasih (pacaran) merokok. Tak ada saling larang melarang diantara keduanya, yang status mereka adalah sepasang kekasih yang seharusnya saling menjaga. Sungguh ironis melihatnya, mereka yang masih dibawah umur sudah berani merokok tanpa melihat bahaya merokok bagi dirinya sendiri. Mereka merokok, bahkan dengan terang-terangan memperlihatkan bahwa mereka merokok di tempat-tempat umum, seperti pinggir-pinggir jalan, warung-warung dan tempat-tempat nongkrong atau tempat main mereka.

1356587492887204094

Sumber: http://brianfarisalfarizi.student.umm.ac.id/2010/08/25/pergaulan-bebas-kalangan-remaja/

Mereka dengan status pelajar, seharusnya bertanggung jawab akan statusnya itu sebagai pelajar untuk belajar demi masa depannya. Tetapi apa, sering kali saya menemukan di jam-jam sekolah dan bukan hari libur, mereka siswa-siswi yang bukannya sekolah melainkan nongkrong dengan teman-temannya di warung-warung kopi, suatu tempat yang sering kali dijadikan tempat bolos mereka. Mereka ketawa-ketawa, sambil merokok dengan segelas minuman yang mereka pesan lalu tekadang mereka sambil bermain kartu. Siswa maupun siswi tak ada bedanya kala itu.

Ironis melihat pendidikan saat ini, terlihat dari cara berpakaian seragampun tidak mencermin seorang pelajar yang berbakti dan sopan. Seorang siswa yang berpakaian seragam tak rapih, seenaknya sendiri. Lalu seorang siswi yang memakai pakaian seragam sekolah dengan pakaian ketat, terkadang terdapat siswi yang memakai rok diatas dengkul. Belum lagi seorang siswi berkerudung pun tak ada rasa malu-malunya sama sekali, berkerudung namun kelakuannya nakal dan pakaiannya pun ketat. Jadi malu sendiri saya melihatnya, jika kerudung hanya dijadikan topeng kehidupan. Tak sesuai dengan kepribadiannya. Seharusnya kerudung merupakan kemulian atau sebuah mahkota seorang wanita yang harus dimuliakan dengan perilakunya yang baik.

Belum lagi, banyak sekali pergaulan-pergaulan bebas yang sudah merebah dikalangan SMA. Yang terkadang bermula dengan jejaring sosial media atau pun teknologi internet yang mereka gunakan tidak dengan sebagai mana mestinya belum lagi pengaruh dari faktor lingkungan disekitarnya yang mendukung. Sehingga mereka terjerumus kedalam pergaulan bebas, dan akhirnya merusak masa depannya. Seperti halnya hamil diluar nikah, pengaruh minum-minuman keras, pengaruh obat-obatan terlarang, maupun terjangkit hiv aids. Sungguh kasihan jika semua itu sudah terjadi, hanya penyesalan yang ada pada diri mereka.

Mereka yang belum sepantasnya menjadi seorang ibu, sudah dituntut menjadi seorang ibu. Putus sekolah dan beralih pada anaknya. Sangat kasihan sekali, jika melihat hal itu disekeliling kita. Sedikit bersyukur jika ada yang mau bertanggung jawab atas anak dalam kandungannya mereka. Dan sangat kasihan sekali bagi kaum wanita, mereka hamil dan tidak ada yang mau bertanggung jawab. Sudah jatuh ketimpah tangga, ibarat pepatah mengatakan. Lalu untuk mereka yang sudah ketergantungan minum-minuman bahkan obat-obatan, harus bersusah payah berhenti dari itu semua. Butuh support yang kuat dari dalam diri sendiri maupun lingkungannya untuk terbebas dari segala hal yang mematikan dirinya sendiri atau masa depannya.

Benar-benar sungguh ironis pergaulan bebas saat ini, khususnya dikalangan SMA. Mau jadi apa mereka dan bangsa ini, jika dari dini sajapun sudah tidak baik. Tidak ada sedikit jati diri atau tanggung jawab mereka sebagai seorang pelajar. Dan mereka yang seperti itu tidak mempunyai rasa malu dan kasihan terhadap dirinya sendiri dan keluarga. Jika sudah terjadi, hanya penyesalan yang ada. Oleh karena itu untuk orang tua, sudah saatnya benar-benar mengawasi setiap detik perkembangan putra dan putri. Mulai dengan tanamkan ilmu agama sejak dini, kenalkan dengan setiap perilaku-perilaku yang baik untuk dilakukan, dan pemberitahuan akan dampak negatif jika melakukan perilaku-perilaku yang tidak baik. Ajarkan anak tanggung jawab atas dirinya sendiri dan keluarga. Dan masuklah sedikit kedalam kehidupan anak, agar anak tetap aman dan dalam jangkauan orang tua. Sehingga anak bisa hidup terarah dan terhindar dari segala perilaku yang menyimpang.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Remaja di Moskow Juga Suka Naik ke Atap KRL …

Lidia Putri | | 01 August 2014 | 19:28

Menelusuri Budaya Toleransi di Komplek …

Arif L Hakim | | 01 August 2014 | 18:18

Apakah ‘Emoticon’ Benar-benar Jujur? …

Fandi Sido | | 01 August 2014 | 18:15

“Tak Sempurna Hanya Tanpa …

Jarjis Fadri | | 31 July 2014 | 08:41

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Koalisi Merah Putih Tetaplah Merah Putih, …

Hanny Setiawan | 7 jam lalu

Jokowi Belum Dilantik, PKB Sudah Nagih Jatah …

Ikhlash Hasan | 8 jam lalu

Libur Lebaran, Bertemu Bule dan Supir Isteri …

Hendry Sianturi | 12 jam lalu

Membuat Tanda Salib di Pusara Ir. Soekarno …

Kosmas Lawa Bagho | 13 jam lalu

Info Hoax Umar Abuh Masih Disebarkan …

Gatot Swandito | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: