Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Fey Down

A simple lady, who likes the simple things in life. Pemerhati dan penulis masalah penipuan selengkapnya

Indahnya Ucapan Terima Kasih Dan Minta Maaf Dari Hati

OPINI | 24 December 2012 | 13:43 Dibaca: 626   Komentar: 0   8

Rasanya ketika saya kecil, Oma hanya ajarin saya untuk selalu bersyukur pada Tuhan dan berterima kasih pada orang lain yang memberi sesuatu pada kita, tapi saya tak diajarkan berterima kasih pada keluarga dirumah.

Untungnya sejak kecil oma mengajarkan  saya untuk minta maaf jika salah. Maka sejak kecil saya tak sungkan minta maaf. Memang berat minta maaf jika tak biasa kita praktekan, terutama ego kebanyakan  manusia  selalu merasa benar. Padahal minta maaf itu bisa melunakkan hati yang keras. Tentu minta maaf yang tulus dari hati, bukan maaf pura pura atau terpaksa.

Jaman anak anak masih kecil, ada tetangga yang anak anaknya sering mengajak anak anak saya berantem. Mereka sangat usil dan jail, kalau di lawan mereka marah. Tiga orang anak saya yang baru berumur 9, 8 dan 7 th dikeroyok anak anak tetangga itu. Ortu, tante dan om mereka yang tinggal berdekatan selalu ikut memarahi anak anak saya. Beruntung saya tak ikut ikutan, tapi saya hanya nasihatin anak anak saja. Namanya anak anak nanti juga baikan lagi. Lalu saya berpikir, bagaimana cara menyentuh hati orang tua anak anak ini agar anak anaknya tak lagi mengganggu anak anak saya.

Tepat di malam takbiran, saya bawa anak anak kerumah tetangga itu. Mereka kaget melihat saya datang dan bingung. Saya tersenyum lalu saya tampil duluan menyalami mereka satu satu dan minta maaf. Saya bilang ke mereka, maafkan kelakuan anak anak saya yang bikin anak anak ibu kesal ( padahal yang terjadi adalah sebaliknya, tapi saya singkirkan gengsi ) Anak anak juga saya suruh minta maaf. Alhamdulilah, si ibu nangis, si bapak bengong , anak anaknya diam…Sejak itu tak ada lagi yang ngajak berantem.

Hingga anak anak dewasa, peristiwa itu selalu mereka ingat “ Kami bangga sama mama, mereka yang salah tapi mama yang minta maaf”

Ketika tinggal di Amerika dan sekarang menetap di Australia. Saya banyak melihat bahwa di negara barat seperti Amerika dan Australia , ucapan terima kasih dan minta maaf menjadi budaya sehari hari dalam keluarga, juga dalam berinteraksi dengan teman teman. Entah di negara lain saya kurang tahu, tapi setahu saya di Indonesia jarang suami istri saling ngucap terima kasih.

Menurut mereka ( termasuk saya dulu ) udah kewajiban bini masak, laki cari uang , ngapain lagi ucapin terima kasih. Soal minta maaf juga kebanyakan laki bini gengsi bener…

Setelah netap di Australia, saya kaget ketika masak, suami bilang terima kasih, ketika saya selesai guntingin kuku2 nya, selesai mijat, beliau selalu bilang terima kasih. Cuma diambilin air minum, terima kasih. Kalau kami beda pendapat, tak sungkan ia meminta maaf. Tapi jangan juga minta maaf karena melakukan kesalahan yang sama dan di ulang ulang, itu mah bikin BT…Dulu saya sudah terbiasa minta maaf, kini ditambah lagi membiasakan diri ucapkan terima kasih.

Ketika berlibur ke Indonesia beberapa tahun lalu, saya praktekan kebiasaan saya dan suami. Kami memberi contoh pada keluarga. Ternyata saling ucapkan terima kasih dan minta maaf sangat berarti dan indah sekali jika dipraktekan dalam kehidupan sehari hari.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kabar Buruk untuk Pengguna APTB, Mulai Hari …

Harris Maulana | | 01 August 2014 | 11:45

Aborsi dan Kemudahannya …

Ali Masut | | 01 August 2014 | 04:30

Mendekap Cahaya di Musim Dingin …

Ahmad Syam | | 01 August 2014 | 11:01

Generasi Gadget dan Lazy Parenting …

Umm Mariam | | 01 August 2014 | 07:58

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

ANTV Segeralah Ganti Nama Menjadi TV India …

Sahroha Lumbanraja | 3 jam lalu

Macet di Jakarta Gubernur Disalahkan, …

Amirsyah | 6 jam lalu

SBY-MEGA Damai Karena Wikileak …

Gunawan | 6 jam lalu

Perbedaan Sindonews dengan Kompasiana …

Mike Reyssent | 15 jam lalu

Lubang Raksasa Ada Danau Es di Bawahnya? …

Lidia Putri | 19 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: