Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Betawi Young

pegawai swasta, bekerja di jakarta.

“Membongkar Misteri Hari Kiamat”

OPINI | 21 December 2012 | 07:49 Dibaca: 2190   Komentar: 0   0

Fidel Hardjo

1356050480698936478

Foto:http://www.toonaripost.com

Oppa Gangnam Style dan Hari Kiamat.  Dua topik ini cukup seksi untuk diobrol di warung kopi sambil makan gorengan. Kedua topik ini membuat manusia “terbelah” dalam dua misteri yaitu kegebetan Oppa Gangnam Style dan ketakutan Hari Kiamat.

Ada apa?

Ternyata, setelah dilacak, Si Oppa Gangnam Style dari Korea ini adalah  tokoh misterius “penari unggang kuda” yang disebut Nostradamus Code sebagai pria utusan Hari Kiamat.

Di satu sisi, hampir seluruh dunia sedang menikmati  musik unik dari Korea, Tunggang Kuda. Gaya menari yang cukup nyentrik. Tangan membentuk X seperti sedang menarik kekangan kuda dan bokong dibikin sedikit tungging. Kadang tangan diputar-putar di atas seperti cow boy yang sedang meracik kudanya untuk berlari kencang. Itu saja.

Simple tapi entah kenapa musik bikin bocah sampai ibu-ibu merasa tersihir. Sekali terdengar lagu ini dari kejauhan bikin tubuh panas 180 derajat, gatal-gatal ingin menari Gangnam Style.

Padahal, lagu ini adalah sebuah ejekan untuk gaya hidup orang kaya dan artis-artis papan atas di Korea yang tinggal di sebuah perumahan elit dan sangat eksklusif. Jika belum tinggal di situ, berarti kalaupun Anda artis, paling artis kacangan dan orang kaya, baru shok kaya.

Lagu “Oppa Gangnam Style” telah mengguncang pasar musik Amerika. Ia menggantikan posisi kelejitan Michael Jacson, The King of Rock, yang juga hadir dengan musik kocak dengan Penari Belut, tubuh meliuk-liuk seperti belut lentur abis. Sumbangan musik dari negeri Ginseng ini, sangat fantastik.

Sementara di sisi lain, kita juga  dibikin “sport jantung” oleh isu Hari Kiamat.  Hari Kiamat yang menurut sumber tidak jelas akan mulai tanggal 21-23 Desember 2012.  Hari Kiamat ini ditanda kegelapan tiga hari.  Rasa takut bikin  pikiran jingkrak bak berjalan di atas paku.

Dua suasana kontradik membelah wajah manusia. Sebagian wajahnya sedih. Sisanya gembira. Ini bukan kebetulan terjadi. Hukum alam yang mengondisikan manusia dalam dua kebertentangan. Ada positip, ada negatip. Wanita, ada laki-laki. Ada gelap, muncul terang.

Tapi, satu hal yang menarik. Kehadiran Lagu Oppa Gangnam Style diprediksi sebagai pembenaran konsep ahli Fisika Nostradamus tentang Hari Kiamat. Nostradamus yang dijuluki sebagai Nabi Fisika ini, sempat menulis puisi kuatrains. Ia menulis:  “From the calm morning, the end will come. When of the dancing horse. The number of circles will be 9”.

Puisi empat baris yang ditulis abad XVI ini memprediksi Hari Kiamat ditandai oleh kedatangan Penari Tunggang Kuda. Penari Tunggang Kuda ini akan tiba-tiba muncul pada Pagi  yang Tenang di sebuah kota. Sialnya, Nostradamus tak sebut siapa dan apa kota itu.

Orang menduga-duga bahwa Penari Tunggang Kuda itu adalah Oppa Gangnam Style.  Kota yang dimaksud juga adalah Korea. Ada kemiripan historis kurang lebih sama. Korea dikenal dengan ‘Land of the Morning Calm’.  Penamaan itu sudah disematkan kepada kota Korea sejak Disnati Ming Cina, menyebut Korea sebagai ‘Chaohsien’ (kota pagi yang tenang).

Mungkin secara kebetulan kehadiran Oppa Gangnam Style di tengah kegalauan dunia akan Hari Kiamat yang tak kalah hebohnya.  Dua pemandangan yang seakan mengutuk satu dengan yang lain. Antara siap stok makanan di kulkas atau gebetan goyang Gangnam Style.

Pilihan yang tak sulit. Tinggal memilih saja. Jika orang percaya Hari Kiamat, maka mereka akan panik. Beli lilin, siap stok makanan, dan  iman bisa blunder. Antara menjadi pribadi lebih khusuk berdoa atau  menjadi pribadi yang pecah-murka, yang banyak panik tidak tahu buat apa. Pada level ini,  penyebar tragedi Hari Kiamat berhasil. Karena, misi mereka sukses.

Sukses membuat orang galau dan panik. Mungkin ini, tidak termasuk sasaran penyebaran Hari Kiamat. Sebab kebanyakan teori Hari Kiamat biasanya berasal dari aliran radikal  antisekular di kota Eropa. Kelompok ini ingin melakukan sabotase lunak kepada pemimpin dunia dan manusia modern yang tergelayut edan dan hedo (The Nostradamus Code, 2005).

Karena itu, untuk menyukseskan misi mereka, maka media sosial adalah salah satu pintu untuk mengeksekusi  program mereka. Di media sosial, kita akan menerima sekian banyak informasi Hari Kiamat ini. Mulai dari dikisahkan apa yang terjadi. Apa pula yang perlu dipersiapkan.  Terasa tidak ada yang salah dengan petunjuk ini. Lengkap dengan videonya.

Kita seperti tidak dikibuli. Tetapi, target atau misi Hari Kiamat memang hadirnya secara lunak. Entah menakutkan atau membuat kita panik. Mereka tidak peduli. Karena, sasaran mereka adalah bagaimana mengubah dunia yang sudah “tidak waras” lagi ini kembali seperti suasana awal penciptaan. Kepala manusia berisikan rancangan “mengindahkan” dunia.

Bak gayung bersambut. Aliran antisekular dibonceng oleh aliran keras  yang mengaku diri Christian Radikal di Eropa. Yang mendramatisir ajaran Kitab Suci secara gamblang tentang hari kiamat. Hari kiamat itu akan datang seperti munculnya wabah penyakit, alam bergejolak, peperangan, permusuhan dan kebencian. Inilah hari kiamat yang ditiup mereka.

Selain mereka mengunyah mentah-mentah ajaran Kitab Suci, sebenarnya konsep mereka juga terprovokasi oleh pemikiran “Nostradamus Code”. Dalam buku The Nostradamus Code, karya Michael Rathford menggambarkan prediksi Nostradamus akan “The World War III”.  Dunia akan mengalami perang dunia ketiga yang lebih sadis dan tragis karena ulah manusia.

Memang dalam Nostradamus Code dijelaskan prediksi akan apa yang bakal terjadi pada World War III. Ada tiga kubu bermain di sana.  Pertama, dia sebut sebagai  kubu AntiChrist. Kedua,  kubu Ogmios (pelawan antichrist). Ketiga adalah kubu Cabal (penipu kelas kakap).

Kubu antichrist ini ingin menguasai dunia secara sekuler. Pola kekuasaan mereka mirip teori Thomas Hobbes yaitu “Manusia menjadi serigala bagi yang lain”. Siapa bergigi taring secara ekonomi, budaya, dan politik adalah mereka yang pantas menjadi penguasa yang mengutak-atik dunia sesuai selera mereka. Lawan yang akan menggoyang tatanan, akan dikunyah.

Kubu antichrist ini akan dilawan oleh kelompok manusia raksasa yang disebut Ogmios.  Tubuh kelompk Ogmios ini seperti Hercules. Dan sebenarnya, kelompok Ogmios ini bisa ditafsir dengan kehadiran lembaga NGO di berbagai dunia sekarang.  Kelompok ini selalu berteriak dan tidak segan-segan mengumpul masa menarik koprol para pemimpin antichrist.

Kubu yang terakhir adalah Cabal. Kubu ini digambarkan manusia-manusia yang gigi panjang dan tajam. Tubuh mereka kecil-kecil. Kubu Cabal ini biasanya berada di balik kubu antichrist.  Cabal bermain cantik menguasai pasar. Karena itu, secara kasat mata mereka tidak punya power tetapi mereka bisa menyetir pemimpin kubu antichrist. Kita duga, inilah kapitalisme dan korporasi global yang rakus mengeliling kita. Termasuk, di Indonesia.

Jadi ketiga kubu ini,  menurut Nostradamus yang membawa dunia ini ke World War III.  Konsep ini diterjemahkan oleh kelompok aliran keras agama  dan antisekuler di Eropa sebagai  Hari Kiamat. Karena tidak ada power yang bisa menghentikan keberingasan ini. Maka, meniup isu berbau misteri spiritual “ Hari Kiamat” sebagai benteng terakhir.

Oleh karena itu, Hari Kiamat yang digosipkan akhir-akhir ini arahnya ke situ yaitu perang lunak menghadapi kekerasan, kekacauan, penderitaan, kebrutalan bangsa-bangsa, agama-agama, sekutu-sekutu dunia selama ini, baik kepada sesamanya maupun alamnya sendiri.

Dan lebih penting lagi, Hari Kiamat ini adalah sebuah awasan yang lunak kepada manusia modern yang menguburkan kehidupan spiritual terlalu pagi (bdk. Teori Nietzce “Allah sudah mati”) mendewa-dewakan kehidupan teknologi, intelektual, kapital, seksual,  dan individual.

Inilah hari kiamat itu. Kegelapan pikiran manusia. Kegelapan itu tidak hanya menari-nari dalam kehidupan perorangan  tetapi sudah merambat secara akut dalam organisasi, institusi, partai, agama, gender, klub, modis, perumahan, perserikatan, perkoncoan, dan pendidikan.

Nostradamus  menyebut tanda kehadiran Hari Kiamat itu secara jelas sudah sejak abad XVI yaitu akan ada “Penari Tunggang Kuda” yang datang dari kota yang disebutnya “Kota Tenang Pagi Hari”.  Rupanya Oppa Gangnam, Si penari Tunggang Kuda dari Korea adalah tokoh misterius yang tercatat dalam kitab mantra Nostradamus.

Hei Sexy Lady, let’s dance Oppa Gangnam Style! Oppa Gangnam Style, Engkaulah “penebus” galau Hari Kiamat. Hari Kiamat ke laut saja loe.. hu…hu..hu.. Oppa Gangnam Style…!!!!!!!!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Transjakarta vs Kopaja AC, Pengguna Jasa …

Firda Puri Agustine | | 31 October 2014 | 12:36

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | | 30 October 2014 | 22:57

Juru Masak Rimba Papua Ini Pernah Melayani …

Eko Sulistyanto | | 31 October 2014 | 11:39

Green Bay dan Red Island Beach, Dua Pesona …

Endah Lestariati | | 31 October 2014 | 11:47

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 5 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 6 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 6 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 7 jam lalu

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Racun di Sudut Ruang Rumah Kita …

Akualib | 8 jam lalu

Potret Negeriku Saat Ini …

Surat Yasin | 8 jam lalu

Menyusun Anggaran Keuangan dan Menerapkannya …

Pakar Investasi | 8 jam lalu

Serendipity [3] …

Septi Yaning | 8 jam lalu

Akhh… …

Ando Ajo | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: