Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Paulus Londo

Aku bukan siapa-siapa

Musik Bambu Tradisional Masyarakat Kepulauan Sangihe Talaud

REP | 17 December 2012 | 13:21 Dibaca: 599   Komentar: 0   0

1355724929928355161

Kelompok Musik Bambu Sangihe Talaud pada penyambutan tamu peserta World Ocean Conference di Manado

Meski dari kejauhan, namun alunan suara musik sudah terdengar merdu. Lengking suling, berpadu dengan bunyi trompet serta sesekali diselingi nada rendah dari bunyi bas sangat menggugah perasaan. Sekilas terdengar seperti paduan musik militer, namun suaranya lebih halus. Itulah musik bambu (tiup), khas masyarakat Kepulauan Sangihe Talaud Sulawesi Utara.

Konon masyarakat Sangihe Talaud telah mengenal musik bambu tradisional ini sejak abad 1700-an. Semula sebagai alat hiburan bagi warga masyarakat petani setelah seharian melakukan aktivitas sebagai petani yang biasanya dibunyikan setelah selesai makan malam. Tapi saat ini, dengan berbagai penyempurnaan, musik bambu telah menjadi musik bergengsi untuk acara-acara tertentu termasuk untuk menyambut tamu-tamu penting.

1355725080201176567

Kelompok Musik Bambu Tradisional Sangihe Talaud di Jakarta

Salah satu ciri khas dari musik bambu tradisional Sangihe Talaud adalah semua peralatannya terbuat dari bambu. Menurut Aris Taasiringan, yang pernah memimpin grup musik bambu di desa Moronge Talaud, bunyi dari peralatan dari bambu lebih halus dibanding bunyi yang dihasilkan dari alat tiup terbuat dari logam. Selain itu, dengan bahan bambu pembuatan alat tiup relatif lebih mudah sebab dapat dikerjakan sendiri dengan peralatan sederhana.

“Dulu model alat tiup sangat sederhana, tapi belakangan seiring dengan kemajuan bentuknya peralatan dapat dibuat dengan model beraneka ragam. Ada yang meniru bentuk trompet musik tentara, ada dibuat melingkar-lingkar, tergantung kreasi masyarakat,” kata dia. Karena itu dalam perlombaan, tidak hanya keindahan bunyinya yang dinilai, tapi juga artistik peralatannya,” lanjut dia.

1355725165382897114

Gabungan Musik Bambu

Komposisi Peralatan

Biasanya satu grup musik bambu tradisional terdiri dari beberapa alat tiup, yakni, suling kecil, suling besar, korno nada tinggi (terdiri dari tiga jenis yakni, re-mi-fa, do-si-la, dan korno sol). Lalu ada korno nada rendah yang terbagi sama dengan korno nada tinggi. Korno berfungsi sebagai pengiring melodi yang dimainkan oleh suling kecil, dan juga klarinet. Sedangkan suling besar yang mengikuti irama suling kecil berfungsi sebagai penghalus nada sehingga terdengar lembut.

Lalu, ada trombone (sexaphone) “kontra bas” dan “bas” yang dimainkan layaknya pada musik tiup pada umumnya. Paulus Londo

1355725262174914000

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nangkring Bareng Pertamina …

Maria Margaretha | | 29 August 2014 | 23:37

“Curhat Jokowi Kelelep BBM dan Kena …

Suhindro Wibisono | | 29 August 2014 | 16:40

Jose Mujica, Dihormati Meskipun Tidak Punya …

Putu Djuanta | | 29 August 2014 | 14:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jogja Terhina, France Tidak Perlu Minta Maaf …

Nasakti On | 7 jam lalu

Rising Star Indonesia, ‘Ternoda’ …

Samandayu | 7 jam lalu

Yogya, Kamar Kos, dan Segarnya Es Krim Rujak …

Wahyuni Susilowati | 11 jam lalu

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 14 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

5 Polusi Rumah yang berbahaya selain Rokok …

Hendrik Riyanto | 7 jam lalu

Tentang Mengusahakan Jodoh …

Adin_noel | 8 jam lalu

V2 a.k.a Voynich Virus (part 19) …

Ando Ajo | 9 jam lalu

Meninjau Konsistensi kehalalan Produk …

Donny Achmadi | 9 jam lalu

Gojlokan Dian Kelana, Membuatku Kecanduan …

Seneng Utami | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: