Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Perdamaian Sejati

Pencinta Damai Sejati

Nabi Isa AS (Alaihi Salam) Vs Yesus Kristus

OPINI | 15 December 2012 | 18:07 Dibaca: 8573   Komentar: 57   0

Sebentar lagi hari NATAL akan tiba

Seluruh umat manusia tentunya sangat hafal dan memahami hari apa hari NATAL itu ?

Apalagi kalau bukan hari kelahiran Yesus Kristus yang sangat dimuliakan oleh umat Kristiani.

Kenapa Judul yang saya cantumkan disini memakai kata “Versus” ?

VS atau Versus artinya BERLAWANAN alias TIDAK SAMA

Lalu kenapa cukup banyak umat Muslim yang “mengakui” Yesus Kristus = Nabi Isa AS ???

Mohon maaf jika saya ingin mencoba meluruskan disini, bahwa pengakuan itu adalah SALAH BESAR karena YESUS KRISTUS tidaklah sama dengan Nabi Isa AS.

Saya berani tegaskan disini bahwa baik umat Muslim maupun umat Kristiani, janganlah sekali-kali “mengakui” bahwa YESUS KRISTUS dan Nabi ISA AS adalah “SAMA”. Karena apabila “KALIAN” mengakui hal ini maka secara tidak langsung kalian telah MENGINGKARI “IMAN” kalian masing-masing.

Umat Muslim “beriman” kepada Nabi Isa AS sebagai salah seorang Nabi utusan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pencipta lagi Maha Esa.

Dengan berimannya umat muslim kepada Nabi Isa AS sebagai seorang Nabi utusan ALLAH SWT, maka secara otomatis “Doktrin” atau “pengakuan” atau “kepercayaan” atau “iman” bahwa Nabi Isa adalah Tuhan akan GUGUR demi hukum (hukum keagamaan Islam).

Sementara itu, umat Kristiani beriman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan bukan sebagai Nabi utusan Tuhan. Iman ini adalah HARGA MATI (Tidak dapat ditawar-tawar), maka secara otomatis “doktrin” atau “pengakuan” atau “kepercayaan” atau “iman” bahwa Yesus Kristus adalah Nabi utusan Allah SWT akan GUGUR demi hukum (hukum keagamaan Kristiani)

Ini penjelasan yang sangat sederhana, saya yakin baik umat Muslim dan umat Kristiani sama-sama mengerti penjelasan ini.

Oleh sebab itu, marilah kita menjunjung tinggi PERBEDAAN diantara kita semua.

Ini barulah arti yang sebenarnya tentang “Menghargai”, “Menjunjung tinggi” atau “Menerima” apa itu sebuah “PERBEDAAN”.

Menghargai atau Menjunjung tinggi atau Menerima “Perbedaan” bukanlah harus dengan cara “IKUT MENGAKUI” atau “IKUT MENGAMINKAN” apa yang diyakini oleh pihak yang berseberangan dengan kita.

Umat Muslim TIDAK PERLU mengakui atau mengaminkan bahwa betul Nabi Isa AS itu adalah Yesus Kristus nya umat Kristiani.

Begitu pula Umat Kristiani TIDAK PERLU mengakui atau mengaminkan bahwa betul Yesus Kristrus adalah Nabi Isanya umat Islam.

Disinilah letak PERBEDAAN antara iman umat Muslim dan iman umat Kristiani.

Sampai DUNIA KIAMAT, PERBEDAAN ini akan menjadi PERBEDAAN PERMANENT yang tidak akan pernah berubah menjadi SAMA.

Jika kita, dua umat ini punya keyakinan yang BERBEDA, lalu kenapa kita harus MERASA TIDAK ENAK untuk saling mengakuinya di hadapan khalayak umum ?

Kenapa kita harus MERASA TIDAK ENAK kepada sekelompok manusia yang BERBEDA keyakinan dengan kita untuk mengakui apa yang menjadi IMAN kita masing-masing ?

Kenapa karena RASA TIDAK ENAK itu harus menjadikan kita bersikap MUNAFIK dengan menampakkan di hadapan khalayak umum bahwa kita saling MENGHARGAI PERBEDAAN dengan cara saling mengakui keyakinan pihak yang lain ?

Mengapa kita bisa punya RASA TIDAK ENAK kepada kaum manusia sementara kita tidak pernah MERASA TIDAK ENAK terhadap IMAN kita masing-masing ???

Jika kita adalah umat Muslim yang TAAT pada ajaran AGAMA ISLAM, maka pertahankanlah IMAN kita sesuai ajaran di dalam Agama Islam.

Jika kita adalah umat Kristiani yang TAAT pada ajaran AGAMA KRISTEN / KHATOLIK, maka pertahankanlah IMAN kita sesuai ajaran di dalam Agama Kristen / Khatolik.

Bukankah ini adalah FAKTA ? masing-masing kita mengklaim kita orang yang paling BERIMAN pada agama kita. Tetapi dengan tanpa rasa malu kita menggadaikan IMAN kita demi sebuah kata PERDAMAIAN.

Apakah dengan masing-masing BERPEGANG TEGUH kepada ajaran Agama masing-masing dapat menghancurkan sebuah PERDAMAIAN ?

Asal kita tidak bersikap egois, dengan mewajibkan pihak lain mengakui atau mengimani apa yang kita imani, maka tentunya PERDAMAIAN itu tak kan pernah tergores.

Kaum ulama (Kiyai atau Ustadz) atau Pemimpin Agama Umat Islam di dalam Mesjid, silahkan berceramah dan menekankan dengan sedalam-dalamnya tentang iman seorang muslim, termasuk tentang iman kepada para Nabi utusan Allah, serta yang tentang Laaa illlaaa hailllaalaaa… bahwa TIADA TUHAN yang patut disembah selain ALLAH SWT.

Kaum penginjil (Pendeta atau Pastur) atau Pemimpin Agama Umat Kristiani di dalam Gereja, silahkan berkhotbah dan menekankan dengan sedalam-dalamnya tentang iman seorang kristiani, termasuk tentang iman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan.

Kenapa kita sebagai umat Kristiani harus merasa bising dan marah ketika kita mendengar Adzan berkumandang di Mesjid ??? Padahal itu adalah ajaran di dalam Agama Islam ?

Kenapa kita sebagai umat Muslim harus merasa bising dan marah ketika kita mendengar suara puji pujian berkumandang di Gereja ??? Padahal itu adalah ajaran di dalam Agama Kristen / Khatolik ?

MARILAH kita buka fikiran kita luas-luas, hei kita-kita yang mengaku diri kita orang berpendidikan, orang yang cinta damaaaaaiiiiiiii…………

Sadarkan diri kita masing-masing bahwa kita telah MENODAI arti PERDAMAIAN dengan mengagungkan keegoisan kita, serta pemaksaan hak terhadap orang lain.

Bagiku agamaku dan bagimu agamamu.

Masing-masing pihak punya HAK yang SAMA untuk mempertahankan iman masing-masing sesuai ajaran agama masing-masing. TIDAK ADA YANG SALAH disini, jangan pernah MALU mengakui iman kita dihadapan umat yang lain. Dan jangan lupa, jangan pula kita memaksakan kehendak kita kepada orang lain untuk bersikap sama seperti kita.

Ingatlah sekali lagi :

Bagiku agamaku dan bagimu agamamu.

Itulah arti IMAN yang sebenarnya

Dan itulah arti PERDAMAIAN yang sebenarnya

Mari saling menghargai hak orang lain dengan tidak memaksakan kehendak kita kepada yang lain.

Mari saling menjaga iman masing-masing dengan tanpa rasa malu kepada yang lain.

Karena hak kita SAMA.

Semoga perenungan ini membawa manfaat baik bagi umat Muslim maupun umat Kristiani.

Satu hal lagi, mungkin kita semua pernah dengar :

Saling mengucapkan Selamat Hari ……. Juga ada dalam ajaran agama masing-masing

Di dalam ajaran agama Islam, mungkin saja pernah terdengar sebagian Ulama atau Kiyai atau Ustadz menyatakan haram hukumnya mengucapkan Selamat Hari Natal kepada umat Kristiani, karena dianggap secara tidak langsung kita MENGAKUI bahwa hari Natal adalah hari besar yang patut disyukuri seluruh umat. Sementara umat Muslim hanya boleh mengakui SATU TUHAN saja yaitu ALLAH SWT. Sementara mengucapkan selamat kepada hari besar umat agama lain tentunya dapat menggugurkan keimanan tentang Tuhan Yang Maha Esa.

Jika memang terjadi demikian, maka umat Kristiani tolong bisa mengerti dan memahami bahwa memang umat Muslim dilarang dalam agamanya mengakui tuhan agama lain sebagai tuhan, maka kenapa kita tidak berbesar hati bahwa itulah ajaran mereka, itulah ajaran agama Islam ???

Lalu ketika umat Kristiani tidak dilarang oleh agamanya atau mungkin oleh Pendeta dan Pasturnya untuk mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada umat muslim. Maka itu adalah ajaran agama nya yang TIDAK MELARANG.

So, janganlah kita yang TIDAK DILARANG mewajibkan agama lain juga SEHARUSNYA TIDAK BOLEH MELARANG JUGA DONK, nah disinilah letak kesalahannya, letak keegoisannya yang ditonjolkan tanpa memperhatikan kepentingan dari umat yang lain.

Jika kita yang DILARANG, kita jangan memaksakan bahwa orang lain harus DILARANG JUGA

Begitupun sebaling jika kita TIDAK DILARANG, maka janganlah sekali-kali kita memaksakan kehendak kita bahwa orang lain harus TIDAK DILARANG JUGA.

KESIMPULAN :

Jika kita ingin saling menghargai sesama umat beragama, pahamilah ajaran agama orang lain untuk umatnya. HARGAILAH, APAPUN AJARANNYA !!!

Marilah kita bersikap sebagai orang yang berada di sisi orang yang berseberangan dengan kita, tentu saja kita akan bersikap hal yang sama.

INTI :

Apapun yang dilarang agama kita JANGAN LAKUKAN, meskipun seluruh dunia berteriak bahwa kita adalah PENDOSA.

Apapun yang dianjurkan agama kita LAKUKANLAH dengan sepenuh hati, meskipun seluruh dunia berteriak kita adalah PENDOSA.

Jika kita tidak mampu melewati rintangan cemoohan dan fitnah dunia, bagaimana kita layak menghadap Tuhan dan berkata kepadaNYA bahwa kita BERIMAN kepadaNYA diatas segala-galanya, bahkan nyawa taruhannya ???

Sahabatku, agamaku adalah agamaku, agamamu adalah agamamu.

Marilah kita sama-sama menjunjung tinggi ajaran agama kita, dan jangan menoleh atau terpengaruh dengan teriakan dunia J

Bagiku, cukuplah agamaku saja yang menjadi pemimpinku di dunia dan di akherat.

Bagaimana dengan anda ???

SALAM DAMAI SEJATI

Tags: agama

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Kaum Dhuafa Berebut Zakat, Negara Gagal …

Nasakti On | | 28 July 2014 | 23:33

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 28 July 2014 23:45

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 28 July 2014 22:40

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 28 July 2014 21:13

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: