Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Phei

khoirukum anfa'ukum linnas...

Seribu lima ratus muslimah hadiri Liqo’ Muharram bersama Muslimah HTI

REP | 09 December 2012 | 20:58 Dibaca: 160   Komentar: 0   0

Jember - “Apakah boleh saya mengajarkan syi’ir tadi kepada santri saya?” tanya Nyai Fathimah dengan menggebu. Pertanyaan itu muncul karena semangat juangnya yang menggelora setelah dibawakannya syi’ir Yaumun Nashr dalam acara liqo’ Muharram Muballighoh bersama Muslimah HTI di gedung serba guna GOR Kaliwates, Jember, Ahad (09/12) tadi. Nyai Fathimah pun meminta do’a dari seluruh peserta agar santriwati dan muhibbatnya dimudahkan oleh Allah untuk memperjuangkan khilafah.

Memperjuangkan Khilafah, sudah tidak asing lagi bagi kalangan Nyai, muballighhoh, ketua & penggerak majlis taklim dan massanya. Terbuki, agenda Liqo’ Muharram 1434 H ini menyedot lebih dari 1500 peserta. Karena keterbatasan kapasitas gedung, panitia terpaksa membatasi pendaftaran. Namun peserta tetap membludak hingga memenuhi hall timur gedung. Tidak hanya itu, tim multimedia menginformasikan lebih dari 81.000 orang menyaksikan Liqo’ Muharram melalui live streaming di situs resmi hizbut tahrir.

Liqo’ Muharrom kali ini dikemas dengan memasukkan nilai kedaerahan. Di awal acara, peserta disambut oleh qasidah thala’al badru yang dibawakan penuh semangat oleh santriwati PP Nurul Ulum, Wirowongso. Selanjutnya, dengan hangat host memandu acara dalam dua bahasa, Indonesia & Madura. Indonesia kaya tapi miskin. Mayoritas perempuan sengsara & generasi rusak akibat penerapan kapitalisme di Indonesia. “Pas epadekremma’ah kapitalisme nikah, Bu’? E buengngah, napa paggun e angguyyeh?!” teriak Host setelah materi pertama. Kompak peserta menyahut, “Bueeeeng…!” Selanjutnya, materi kedua memaparkan tentang Khilafah sebagai sistem warisan Rasulullah yang akan menggantikan sistem kapitalisme. Dengan gamblang pemateri menggambarkan bagaimana khilafah mewujudkan kesehteraan & kemuliaan perempuan dan generasi. Menutup sesi materi, Ustadzah Asma’ Amnina dari DPP Muslimah HTI menjelaskan tahapan mengubah masyarakat hingga tegaknya Khilafah yang mencontoh metode Rasulullah.

Selaras dengan Nyai Fathimah, Ibu Ita Badriatin, muballighoh & penggerak MT yang membawa massanya ke Liqo’ Muharram ini menegaskan harapannya akan segera tegaknya Khilafah dan menyeru seluruh peserta yang hadir untuk bergabung dengan Hizbut Tahrir untuk memperjuangkan Khilafah. Suasana Liqo’ Muharram terus menggelora hingga akhir acara. Khilafah… khilafah… muslimah ngarep Khilafah… muslimah kerrong Khilafah… !!! Yel-yel peserta membahana sesaat sebelum Liqo’ Muharram diakhiri.[phei]


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kabar Burung tentang Bandung: Superhero …

Gede Surya Marteda | | 20 December 2014 | 14:15

Ikhlas, Kunci Ibu Bisa Bahagia …

Sekar Sari Indah Ca... | | 20 December 2014 | 13:33

Kompasiana Drive&Ride: “Tantangan …

Kompasiana | | 16 December 2014 | 17:35

Mazagran: Lahir dari Perang, Lalu …

Kopi Keliling | | 20 December 2014 | 13:38

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 6 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 7 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 7 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 8 jam lalu

Hati Lembut Jokowi Atas Manuver Ical …

Mas Wahyu | 9 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: