Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Fey Down

Simple lady who likes the simple things in life. Berusaha menulis yang bermanfaat bagi masyarakat. selengkapnya

Jadi Istri Jangan Sok Galak

OPINI | 01 December 2012 | 00:16 Dibaca: 518   Komentar: 0   4

Banyak istri bangga jadi wanita galak, mereka ngga sadar bahwa perbuatannya menjatuhkan harga diri seorang suami. Mereka ngga sadar bahwa  jika laki laki mengalah bukan karena takut tapi tak ingin melayani istri galak.  Jangan heran jika akhirnya suami cari pelarian, mencari wanita yang membuat dia merasa dibutuhkan dan dihargai.

” Mana berani suamiku macam macam, bisa gue cerai dia dan ngga bisa ketemu anak anak.” Begitu kata  Intan (samaran) dengan bangganya.  Saya mengenal Intan dan suaminya Denni  karena waktu itu kami  bergabung di salah satu LSM . Mereka sudah menikah delapan tahun lamanya dan memiliki dua anak lelaki dan perempuan.

Intan bangganya bukan main jadi perempuan galak. Setiap pulang kerja  hp Denni dicek,  ada telpon dan sms dari siapa saja dia harus tahu. Beruntung suaminya lelaki penyabar dan selalu mengalah.

Suatu saat saya dan beberapa teman makan bareng sama Intan dan suaminya. Waitress tersenyum manis sambil menanyakan ingin minum apa. Tahu tahu Intan berdiri dan menghampiri si waitress dan bilang

” Kenapa loe senyum2 sama laki gue? Loe demen.” Tentu saja kami semua kasian melihat Denni yang tampak sangat malu. Beberapa kali saya nasihatin Intan , jangan terlalu jadi istri nanti susah sendiri. Tetap dia ngga mau dengar, ya sutralah bodo amat.

Puncak kesabaran Denni habis sudah ketika ia dipermalukan lagi .  Waktu itu kami rapat disalah satu hotel. Tiba tiba Intan datang dan menanyakan keberadaan suaminya. Memang saat itu sedang break dan Denni istirahat dikamarnya. Intan langsung menuju kamar dan menyuruh suaminya membuka seluruh pakaian lalu memeriksa tubuh suaminya.

Tak lama ada gossip kalau Denni punya wanita lain. Bisa dibayangkan apa yang dilakukan Intan. Dia paksa suaminya agar mengantar kerumah wanita itu. Dengan garang Intan menghina dan memaki seluruh keluarga si wanita dengan kata kata sangat kotor, lalu menyuruh suaminya mengucapkan kata putus pada wanita itu. Tentu Denni tak ingin membuat keadaan makin runyam, ia turuti kemauan Intan.

Akhirnya  Denni  menikahi wanita itu dan menceraikan Intan. Denni tetap membiayai anak anaknya lalu tinggal di Amerika bersama istri barunya.   Kini Intan hidup merana, sesal kemudian tak berguna.  Makanya jadi istri  jangan sok galak.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kejanggalan Hasil Laboratorium Klinik …

Wahyu Triasmara | | 19 September 2014 | 12:58

“Kita Nikah Yuk” Ternyata …

Samandayu | | 19 September 2014 | 08:02

Masa sih Pak Jokowi Rapat Kementrian Rp 18 T …

Ilyani Sudardjat | | 19 September 2014 | 12:41

Seram tapi Keren, Makam Belanda di Kebun …

Mawan Sidarta | | 19 September 2014 | 11:04

Dicari: “Host” untuk …

Kompasiana | | 12 September 2014 | 16:01


TRENDING ARTICLES

Wajar, Walau Menang Atas Malaysia, Peringkat …

Achmad Suwefi | 7 jam lalu

Memilih: “Kursi yang Enak atau Paling …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Ahok Rugi Tinggalkan Gerindra! …

Mike Reyssent | 10 jam lalu

Ahok Siap Mundur dari DKI …

Axtea 99 | 14 jam lalu

Surat untuk Gita Gutawa …

Sujanarko | 18 jam lalu


HIGHLIGHT

Lemahnya Sinergi BUMN Kita …

Yudhi Hertanto | 7 jam lalu

4 Hewan Paling Top Dalam Perpolitikan …

Hts S. | 8 jam lalu

Bantu Pertamina, Kenali Elpijimu, Pilih yang …

Vinny Ardita | 8 jam lalu

More than Satan Word …

Bowo Bagus | 9 jam lalu

Mencoba Rasa Makanan yang Berbeda, Coba Ini …

Ryu Kiseki | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: