Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Fey Down

Simple lady who likes the simple things in life. Berusaha menulis yang bermanfaat bagi masyarakat. selengkapnya

Jadi Istri Jangan Sok Galak

OPINI | 01 December 2012 | 00:16 Dibaca: 519   Komentar: 0   4

Banyak istri bangga jadi wanita galak, mereka ngga sadar bahwa perbuatannya menjatuhkan harga diri seorang suami. Mereka ngga sadar bahwa  jika laki laki mengalah bukan karena takut tapi tak ingin melayani istri galak.  Jangan heran jika akhirnya suami cari pelarian, mencari wanita yang membuat dia merasa dibutuhkan dan dihargai.

” Mana berani suamiku macam macam, bisa gue cerai dia dan ngga bisa ketemu anak anak.” Begitu kata  Intan (samaran) dengan bangganya.  Saya mengenal Intan dan suaminya Denni  karena waktu itu kami  bergabung di salah satu LSM . Mereka sudah menikah delapan tahun lamanya dan memiliki dua anak lelaki dan perempuan.

Intan bangganya bukan main jadi perempuan galak. Setiap pulang kerja  hp Denni dicek,  ada telpon dan sms dari siapa saja dia harus tahu. Beruntung suaminya lelaki penyabar dan selalu mengalah.

Suatu saat saya dan beberapa teman makan bareng sama Intan dan suaminya. Waitress tersenyum manis sambil menanyakan ingin minum apa. Tahu tahu Intan berdiri dan menghampiri si waitress dan bilang

” Kenapa loe senyum2 sama laki gue? Loe demen.” Tentu saja kami semua kasian melihat Denni yang tampak sangat malu. Beberapa kali saya nasihatin Intan , jangan terlalu jadi istri nanti susah sendiri. Tetap dia ngga mau dengar, ya sutralah bodo amat.

Puncak kesabaran Denni habis sudah ketika ia dipermalukan lagi .  Waktu itu kami rapat disalah satu hotel. Tiba tiba Intan datang dan menanyakan keberadaan suaminya. Memang saat itu sedang break dan Denni istirahat dikamarnya. Intan langsung menuju kamar dan menyuruh suaminya membuka seluruh pakaian lalu memeriksa tubuh suaminya.

Tak lama ada gossip kalau Denni punya wanita lain. Bisa dibayangkan apa yang dilakukan Intan. Dia paksa suaminya agar mengantar kerumah wanita itu. Dengan garang Intan menghina dan memaki seluruh keluarga si wanita dengan kata kata sangat kotor, lalu menyuruh suaminya mengucapkan kata putus pada wanita itu. Tentu Denni tak ingin membuat keadaan makin runyam, ia turuti kemauan Intan.

Akhirnya  Denni  menikahi wanita itu dan menceraikan Intan. Denni tetap membiayai anak anaknya lalu tinggal di Amerika bersama istri barunya.   Kini Intan hidup merana, sesal kemudian tak berguna.  Makanya jadi istri  jangan sok galak.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Cermat Buang Sampah, yang Mungkin Dapat …

Tjiptadinata Effend... | | 21 October 2014 | 21:18

Rupiah Tiada Cacat …

Loved | | 17 October 2014 | 17:37

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Ekspektasi Rakyat terhadap Jokowi …

Fitri.y Yeye | | 21 October 2014 | 10:25

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46


TRENDING ARTICLES

Pak Prabowo, Sikap Anda Merusak Isi Kepala …

Eddy Mesakh | 4 jam lalu

Jamberoo itu Beda Total dengan Jambore …

Roselina Tjiptadina... | 5 jam lalu

Siapa Sengkuni? Amien Rais, Anda Atau Siapa? …

Erwin Alwazir | 11 jam lalu

Anang Hermansyah Hadiri Pesta Rakyat, Ahmad …

Sahroha Lumbanraja | 11 jam lalu

Jokowi Membuatku Menangis …

Fidiawati | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kindi: Fotografer Cilik …

Dewilailypurnamasar... | 8 jam lalu

Kuliner Bebek Mercon di Warung Komando Eko …

Sitti Rabiah | 8 jam lalu

Bersih Dusun Playen I dan II dari Kirab …

Tulus Jokosarwono | 9 jam lalu

“Ketika Rintik Hujan Itu Turun di …

Asep Rizal | 9 jam lalu

Inilah Pemenang Blog Reportase Test Ride …

Kompasiana | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: