Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Fey Down

I am a simple lady who likes the simple things in life. Email : fennydown@gmail.com selengkapnya

Jadi Istri Jangan Sok Galak

OPINI | 01 December 2012 | 00:16 Dibaca: 529   Komentar: 0   4

Banyak istri bangga jadi wanita galak, mereka ngga sadar bahwa perbuatannya menjatuhkan harga diri seorang suami. Mereka ngga sadar bahwa  jika laki laki mengalah bukan karena takut tapi tak ingin melayani istri galak.  Jangan heran jika akhirnya suami cari pelarian, mencari wanita yang membuat dia merasa dibutuhkan dan dihargai.

” Mana berani suamiku macam macam, bisa gue cerai dia dan ngga bisa ketemu anak anak.” Begitu kata  Intan (samaran) dengan bangganya.  Saya mengenal Intan dan suaminya Denni  karena waktu itu kami  bergabung di salah satu LSM . Mereka sudah menikah delapan tahun lamanya dan memiliki dua anak lelaki dan perempuan.

Intan bangganya bukan main jadi perempuan galak. Setiap pulang kerja  hp Denni dicek,  ada telpon dan sms dari siapa saja dia harus tahu. Beruntung suaminya lelaki penyabar dan selalu mengalah.

Suatu saat saya dan beberapa teman makan bareng sama Intan dan suaminya. Waitress tersenyum manis sambil menanyakan ingin minum apa. Tahu tahu Intan berdiri dan menghampiri si waitress dan bilang

” Kenapa loe senyum2 sama laki gue? Loe demen.” Tentu saja kami semua kasian melihat Denni yang tampak sangat malu. Beberapa kali saya nasihatin Intan , jangan terlalu jadi istri nanti susah sendiri. Tetap dia ngga mau dengar, ya sutralah bodo amat.

Puncak kesabaran Denni habis sudah ketika ia dipermalukan lagi .  Waktu itu kami rapat disalah satu hotel. Tiba tiba Intan datang dan menanyakan keberadaan suaminya. Memang saat itu sedang break dan Denni istirahat dikamarnya. Intan langsung menuju kamar dan menyuruh suaminya membuka seluruh pakaian lalu memeriksa tubuh suaminya.

Tak lama ada gossip kalau Denni punya wanita lain. Bisa dibayangkan apa yang dilakukan Intan. Dia paksa suaminya agar mengantar kerumah wanita itu. Dengan garang Intan menghina dan memaki seluruh keluarga si wanita dengan kata kata sangat kotor, lalu menyuruh suaminya mengucapkan kata putus pada wanita itu. Tentu Denni tak ingin membuat keadaan makin runyam, ia turuti kemauan Intan.

Akhirnya  Denni  menikahi wanita itu dan menceraikan Intan. Denni tetap membiayai anak anaknya lalu tinggal di Amerika bersama istri barunya.   Kini Intan hidup merana, sesal kemudian tak berguna.  Makanya jadi istri  jangan sok galak.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengubah Hujan Batu Menjadi Emas di Negeri …

Sekar Sari Indah Ca... | | 19 December 2014 | 17:02

Haruskah Jokowi Blusukan ke Daerah Konflik …

Evha Uaga | | 19 December 2014 | 12:18

Artis, Bulu yang ‘Terpandang’ di …

Sahroha Lumbanraja | | 19 December 2014 | 16:57

Bintang dan Tumor …

Iyungkasa | | 19 December 2014 | 21:29

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Singapura Menang Tanpa Perang Melawan …

Mas Wahyu | 4 jam lalu

RUU MD3 & Surat Hamdan Zoelfa …

Cindelaras 29 | 7 jam lalu

Potong Generasi ala Timnas Vietnam Usai …

Achmad Suwefi | 12 jam lalu

Penyebutan “Video Amatir” Adalah …

Arief Firhanusa | 12 jam lalu

Menteri Rini “Sasaran Tembak” …

Gunawan | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: