Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Fey Down

A simple lady, who likes the simple things in life. Anti Scam Campaigner. Pemerhati dan selengkapnya

Jadi Istri Jangan Sok Galak

OPINI | 01 December 2012 | 00:16 Dibaca: 509   Komentar: 0   4

Banyak istri bangga jadi wanita galak, mereka ngga sadar bahwa perbuatannya menjatuhkan harga diri seorang suami. Mereka ngga sadar bahwa  jika laki laki mengalah bukan karena takut tapi tak ingin melayani istri galak.  Jangan heran jika akhirnya suami cari pelarian, mencari wanita yang membuat dia merasa dibutuhkan dan dihargai.

” Mana berani suamiku macam macam, bisa gue cerai dia dan ngga bisa ketemu anak anak.” Begitu kata  Intan (samaran) dengan bangganya.  Saya mengenal Intan dan suaminya Denni  karena waktu itu kami  bergabung di salah satu LSM . Mereka sudah menikah delapan tahun lamanya dan memiliki dua anak lelaki dan perempuan.

Intan bangganya bukan main jadi perempuan galak. Setiap pulang kerja  hp Denni dicek,  ada telpon dan sms dari siapa saja dia harus tahu. Beruntung suaminya lelaki penyabar dan selalu mengalah.

Suatu saat saya dan beberapa teman makan bareng sama Intan dan suaminya. Waitress tersenyum manis sambil menanyakan ingin minum apa. Tahu tahu Intan berdiri dan menghampiri si waitress dan bilang

” Kenapa loe senyum2 sama laki gue? Loe demen.” Tentu saja kami semua kasian melihat Denni yang tampak sangat malu. Beberapa kali saya nasihatin Intan , jangan terlalu jadi istri nanti susah sendiri. Tetap dia ngga mau dengar, ya sutralah bodo amat.

Puncak kesabaran Denni habis sudah ketika ia dipermalukan lagi .  Waktu itu kami rapat disalah satu hotel. Tiba tiba Intan datang dan menanyakan keberadaan suaminya. Memang saat itu sedang break dan Denni istirahat dikamarnya. Intan langsung menuju kamar dan menyuruh suaminya membuka seluruh pakaian lalu memeriksa tubuh suaminya.

Tak lama ada gossip kalau Denni punya wanita lain. Bisa dibayangkan apa yang dilakukan Intan. Dia paksa suaminya agar mengantar kerumah wanita itu. Dengan garang Intan menghina dan memaki seluruh keluarga si wanita dengan kata kata sangat kotor, lalu menyuruh suaminya mengucapkan kata putus pada wanita itu. Tentu Denni tak ingin membuat keadaan makin runyam, ia turuti kemauan Intan.

Akhirnya  Denni  menikahi wanita itu dan menceraikan Intan. Denni tetap membiayai anak anaknya lalu tinggal di Amerika bersama istri barunya.   Kini Intan hidup merana, sesal kemudian tak berguna.  Makanya jadi istri  jangan sok galak.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Pengalaman Jadi Pengamen Pada 1968 – 2013 …

Mas Ukik | | 23 April 2014 | 21:14

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 14 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 16 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 17 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 18 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 19 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: