Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Dedi Rahmat Hidayat

Man Jadda Wa Jadda, Siapa bersungguh-sungguh akan mendapatkan keberhasilan

Masih Perlukah Memilih Tahun 2014?

OPINI | 27 November 2012 | 01:10 Dibaca: 119   Komentar: 0   1

Sejak pertama kali menjadi pemilih di pemilu zaman orde baru, saya selalu diberikan doktrin ataupun himbauan yang menginginkan ‘kita’ memenangkan atau memilih golongan tertentu, dan setelah bertahun-tahun saya faham bahwa mencoblos tidak mencoblos hasil sudah ada, hebat ya.

Terakhir memilih mulai dari pemilihan ketua RT, ketua RW, Kepala Desa, Bupati, Gubernur, Anggota DPRD, DPD, DPR/MPR, Presiden, saya sudah bosan mencoblos atau sakralnya mual, eneg mau muntah kalau saya harus mencoblos/mencontreng teknik terbaru memilih pilihannya.

Untuk pemilihan RT, RW dan Kepala Desa langsung terasa manfaatnya, minimal urusan KTP dan surat menyurat mudah walaupun saya tidak memilih pejabat yang sekarang.

Untuk Bupati/Gubernur saya tidak merasakan apa-apa, sumpah saya tidak tahu manfaat yang didapat dari pemilihan bupati dan gubernur, tapi kata pak RT memang manfaatnya tidak langsung karena nggak mungkin ketemu sama Bupati atau Gubernur kalau sudah terpilih, lagian siapa elo?

Untuk pemilihan Anggota DPRD, DPD, DPR/MPR, Presiden,  lebih parah lagi, nggak bakalan lagi saya ketemu langsung dengan mereka, waktu kampanye pun saya cuma lihat di TV, tempelan pamplet, spanduk, poster yang mengotori pemandangan dan lingkungan, apa mereka tahu saya butuh apa? masyarakat butuh apa? negara ini butuh apa? Yang kita dapat hanya berita-berita negatif tentang mereka.

Bila 2014 masih mereka lagi atau kerabat atau keroco atau tim sukses yang ada dalam daftar pemilihan, coba jawab judul tulisan ini.

Salam bang Haji ………………………………………………………………………….. T E R L A L U.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Menjadi Tim Sukses Caleg Gagal …

Harja Saputra | | 24 April 2014 | 08:24

Di Balik Cerita Jam Tangan Panglima …

Zulfikar Akbar | | 24 April 2014 | 01:13

Bapak-Ibu Guru, Ini Lho Tips Menangkap …

Giri Lumakto | | 24 April 2014 | 11:25

Pedagang Racun Tikus Keiling yang Nyentrik …

Gustaaf Kusno | | 24 April 2014 | 10:04

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 6 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 7 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 7 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 11 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: