Artikel

Sosbud

Arif Wibowo

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Kecil sampai sma di Laweyan - Solo. Alhamdulillah dapet sekolah gratis di STAN. Sekarang jadi PNS di DJP sebagai Pemeriksa Pajak. Semoga coretan-coretan saya dapat berguna bagi semuanya walaupun sebesar debu...

Kyai Slamet

REP | 20 November 2012 | 07:47 Dibaca: 312   Komentar: 5   Nihil

Satu (1) Suro adalah hari pertama dalam kalender Jawa di bulan Suro yang bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriyah, karena kalender Jawa yang diterbitkan Sultan Agung mengacu pada penanggalan Hijriyah (Islam). Satu (1) Suro diperingati pada malam hari setelah Maghrib pada hari sebelum tanggal satu Suro. Hal tersebut karena pergantian hari Jawa dimulai pada saat matahari terbenam dari hari sebelumnya, bukan pada tengah malam (Wikipedia).

Dahulu kala, waktu jaman masih kecil (sampe sekarang masih kecil juga seehh ) seneng aja liat keramean malem satu suro. Liak orang-orang dari arah pedusunan pada berbondong-bondong menuju Kraton Kasunanan.

Oh iya, di Surakarta ( Solo ) tuh ada dua kraton, yaitu Mangkunegaran dan Kasunanan. Kalo malem satu suro biasanya duo kraton tersebut bikin acara kirab. Kalo Mangkunegaran kirab pusaka, la kalo Kasunanan kirab Kyai Slamet. Yang rame tuh di Kasunanan, pada “ngalap berkah” Kyai Slamet.
Nah sekarang yang jadi pertanyaan adalah “Who is Kyai Slamet ?”..Kyai kok dikirab…Kyai Slamet adalah nama seekor kebo bule yang jadi “klangenan” Paku Buwono penguasa Kasunanan. Saya juga bingung, knapa seekor kebo bule bisa dipanggil “Kyai”.

13533706351074613821

Di Jawa Tengah dan Jogjakarta banyak sekali sebutan “Kyai” untuk benda-benda yang dikeramatkan. Contohnya ya Kyai Slamet tadi, trus ada Kyai Jetayu, Kyai Garudayaksa , dua nama tersebut merupakan nama kereta kencana.

Kalo di Jawa Timur, panggilan Kyai hanya ditujukan kepada para ahli agama Islam. Mereka sangat dihormati karena ilmunya yang tinggi. Misalnya Kyai Khos Langitan, Kyai Imam Zarkasyi Ponorogo, dan laen-laen…
Kalo orang-orang abangan, seperti saya, ketemu mereka pasti akan cium tangan.
Lha sekarang bayangkan. ada orang Jawa Timur-an datang ke tlatah Surakarta. Kemudian disitu ada tempat bertuliskan “nDALEM KYAI SLAMET”. Wuih..dipikirnya kan rumahnya seorang Kyai . Trus pas ketemu dengan Kyai Slamet si orang Jawa Timur tadi cium kaki Kyai Slamet gak ya?…

Saya Arif Wibowo, selamat pagi!!!!

Ngalap berkah : minta barokah
Klangenan : hewan kesukaan

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Kompasianer (anggota Kompasiana) yang menayangkannya.Kompasiana tidak bertanggung jawab atas validitas dan akurasi informasi yang ditulis masing-masing kompasianer.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


TRENDING ARTICLES

World Statesman Award: Buah Simalakama bagi …

Fajar| 9 jam yang lalu

Belanda Sudah Siap Tempur, Indonesia Masih …

Primata Euroasia| 12 jam yang lalu

Inilah Remaja terkaya di Dunia David Karp, …

Edi Abdullah| 17 jam yang lalu

Pak SBY, Anda Tidak Butuh Penghargaan Rakyat …

Ira Oemar| 19 jam yang lalu

Kasus Pemotongan Penis, Siapa yang Harus …

Tri Hatmoko| 19 jam yang lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: