Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Surat Yasin

mahasiswa uin jogja / peneliti Human Literasy

Jakarta Membaik = Jokowi Melejit

OPINI | 03 November 2012 | 09:39 Dibaca: 479   Komentar: 0   1

Gaya kepemimpinan yang sangat merakyat menjadi background utama yang ditonjolkan oleh jokowi. Tidak hnya itu, ia juga tidak segan-segan untuk turun langsung kejalan-jalan dan ke lingkungan kumuh masyarakat untuk merealisasikan janji-janjinya.gaya bicara yang kalem namun berarti menjadi aura yang tidak dimiliki oleh kebanyakan pemimpin. Sejak dilantiknya beliau menjadi gubernur DKI, beliau lebih sering turun langsung ke kantor-kantor daerah dan kantor pelayanan masyarakat untuk melakukan sidak. Selain itu beliau juga sering berkunjung ke tempat tempat masyarkat yang kurang mampu dan di komplek terpencil. Beliau juga pernah menyisir jalanan kota jakarta secara langsung untuk melihat secara langsung keadaan yang dialami oleh masyarakat, bahkan beliau menolak untuk dikawal dan dibukakan jalan seperti para pemimpin pada umumnya.

Jokowi adalah sosok pemimpin yang perlu ditiru tidak hanya untuk rakyat tapi juga untuk semua pemimpin yang ada di negeri ini. Lihatlah, kejujuran, tanggung jawab, jiwa nasionalisme, jiwa yang menyatukan, dan penyerahan diri untuk mengabdi kepada rakyat. Jiwa patriotisme bukan hanya untuk mereka yang peduli terhadap bangsa saja, tetapi juga untuk rakyat kecil, rakyat kita sendiri yang lebih membutuhkan bantuan. Nampaknya jokowi tidak main-main dengan perkataannya, bukan pencitraan yang menjadi karakternya tapi tanggung jawab atas perkataanyalah yang menjadi karakternya.

Dalam memajukan suatu kota seorang pemimpin dituntut untuk memahami keadaan lingkungan sosial masyarakatnya yang ada di sekitarnya. Jika seorang pemimpin tidak peka terhadap lingkungan masyrakatnya maka yang trjadi adalah seperti yang telah terjadi pada kepemimpinan sebelumnya. Membangun, membangun, dan terus membangun bukan merupakan solusi yang pas saya kira jika masih banyak dari masyarakatnya yang masih tergolong kaum menengah kebawah. Selain itu, juga perlu diperhatikan apakah tingkat kebutuhan pendidikan sudah merata atau belum baik untuk masyarakat kalangan atas maupun menengah kebaawah.

Lihatlah gaya kepemimpinan jokowi, perlahan demi perlahan dia membenahi jakarta. Jika dilihat, pembenahan yang dia lakukan menggunakan gaya “down to up” bukan “up to down”. Ini berkaitan dengan pembenahan dan pembangunan kota jakarta, bukan pembangunan seperti halnya di korea. Pembangunan dari “up to down” telah dilakukan oleh pemimpin-pemimpin sebelumnya, namun apa kenyataannya, jakarta semakin maju tapi rakyat yang kecil selalu terlupakan dari pembangunan kota jakarta. Sedangkan dari gaya kepemimpinan jokowi ini, beliau mulai pembangunan dari hal yang terkecil, yakni dari rakyat-rakyat kecil dan berusaha untuk mensejahterakan seluruh lapisan masyarakat. Pembangunan dari yang terkecil inilah yang menurut saya efektif untuk membangun suatu daerah. Karena, sebagian besar dari masyarkat kita adalah rakyat kecil.

Baru sekitar satu bulanan jokowi menjabat sebagai gubernur DKI pembangunan pembangunan sudah mulai dilakukan, pendataan masyarakat kurang mampu pun juga sudah berjalan. Nampaknya pembagian tugas antara gubernur dan wakil gubernur DKI yang baru ini sangatlah tersusun dengan rapi dan terencana dengan bagus. Pertama jokowi terjun langsung ke lapangan, dan wakilnya bekerja di kantor.

Namun begitu, bagaimanapun juga kita juga harus memberikan apresiasi yang besar untuk para pemimpin sebelumnya yang telah berjasa mengabdi untu rakyat, jadi tidak langsung kita cemooh dan kita lupakan begitu saja. Mereka telah berusaha, dengan segenap kemampuannya untuk menciptkan jakarta yang ideal, jakarta yang nyaman, dan jakarta sebagai kota metropolitan. Sekarang adalah saatnya kita bangga dengan pemimpin yang baru yang kita harapkan dapat membenahi jakarta, untuk lebih baik. Seagai warga yang peduli terhadap bangsanya, saat ini kita hanya bisa berharap bahwa jokowi akan benar-benar memenuhi janjinya hingga akhir masa jabatannya, menjadikan kota jakarta sebagai kota yang makmur, dan mengurangi segala masalah yang menumpuk di kota jakarta saat ini. Seperti halnya yang telah ia lakukan ketika ia menjabat sebagai gubernur solo, dan menata jakarta sebagus ia menata kotanya, solo.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Transjakarta vs Kopaja AC, Pengguna Jasa …

Firda Puri Agustine | | 31 October 2014 | 12:36

Kenapa Orang Jepang Tak Sadar Akan Kehebatan …

Weedy Koshino | | 30 October 2014 | 22:57

Juru Masak Rimba Papua Ini Pernah Melayani …

Eko Sulistyanto | | 31 October 2014 | 11:39

Green Bay dan Red Island Beach, Dua Pesona …

Endah Lestariati | | 31 October 2014 | 11:47

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 2 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 6 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 6 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 7 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

(MA), Hakim dan Komisi Yudisial …

Muhammad Farhan | 8 jam lalu

Tessy Sang “Ksatria” Versus …

Pasti.golput | 8 jam lalu

Nangkring Bareng Paula Meliana …

Mila Vanila | 8 jam lalu

Sang Pelipur [Bingung] …

. .em-has | 8 jam lalu

Saya Mau Mempromosikan Jokowi di Luar Negeri …

Danielhombing | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: