Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Muhammad Yusuf El-badri

Anak Kos Bandes 42 Padang

Konspirasi (?)

OPINI | 31 October 2012 | 18:15 Dibaca: 171   Komentar: 0   0

Sejak bom Bali tahun 2001 lalu, ribuan orang tanpa dosa tewas menggenaskan oleh aksi pemboman. Kerugian materi yang diakibatkan terorisme di Indonesia pun sudah tidak terhitung jumlahnya. Berbagai asumsi muncul, mulai gerakan Islam radikal hingga gerakan -sekelompok orang- yang menginginkan Negara berasas Islam alias NII, jaringan osama dan lain sebagainya. Asumsi itu bisa benar dan bisa salah.

Peristiwa pemboman ini menggambarkan betapa nyawa manusia sudah tidak ada harganya. Mereka dengan mudah mengorbankan orang-orang tak berdosa yang tidak ada sangkut pautnya dengan politik kekuasaan, politik ekonomi, budaya dan yang lainnya. Tentu hal ini sangat mencengangkan kita, kenapa bisa terjadi dan apa motif dibalik aksi kekerasan itu. Sudah sebrutal itukah orang-orang kita Indonesia?

Dan yang lebih mengcengangkan lagi, setiap kali pihak kepolisian melakukan penangkapan orang-orang yang “terduga” teroris itu selalu ada keganjilan dan kesalah pahaman. Sehingga tidak jarang orang yang “diduga” teroris pun heran apa yang tengah terjadi. Keluarga terduga sering terheran-heran dengan kasus penangkapan salah seorang anggota keluarganya.

Selain itu, pelaku teror yang sering ditangkap oleh kepolisian kebanyakan pemuda-pemuda desa yang tidak tahu apa-apa. Bagaimana mungkin mereka akan mampu meracik bom sendiri, dari mana mereka mendapatkan bahan peledak? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang belum terpecahkan kalau aksi terorisme murni dari pelaku teror itu sendiri. Seperti kata pepatah tidak ada asap kalau tidak ada api, tidak akan ada teror kalau tidak ada pemeliharanya.

Setelah penangkapan demi penangkapan terjadi, kepolisian melakukan jumpa pers dan berpendapat dengan alasan klasik bahwa aktivitas terduga sudah lama diintai dan dicurigai.

Semua itu sudah berlalu, namun dari peristiwa yang berlalu itu ada semacam kecurigaan masyarakat yang peduli dengan bangsa Indonesia. Aksi teror yang masih sering terjadi hingga kini sudah membosankan. Masyarakat mulai membuka mata dan menaruh beberapa pertanyaan curiga. kenapa aksi teror muncul setiap kali isu nasional dan kebangsaan memanas?

Perlu disimak dengan baik, teror bom Bali I satu muncul ketika kasus BLBI tengah menjadi pembicaraan yang menasional. Kasus BLBI pun hilang tak jelas rimbanya. Ketika beberapa kali bank Century menjadi pemberitaan media, sebanyak itu berita teror pun menggelinding di berbagai daerah. Dan daerah yang sangat strategis untuk dijadikan aksi teror memang daerah rawan konflik seperti poso dan ambon.

Beberapa hari terakhir ini misalnya, aksi teror kembali muncul disaat-saat kasus korupsi Hambalang dan simulator SIM menjadi buah bibir banyak orang. Apakah ini sebuah konspirasi atau hanya kebetulan saja? Kalau ada yang berpendapat kebetulan, kenapa puluhan bahkan ratusan aksi teror terjadi bersamaan dengan kasus besar menjadi bulan-bulanan pemberitaan media. Adakah konsep “kebetulan” memang seperti itu?

Kiranya kalau kita berfikir jernih dan rasional, di dunia ini tidak ada yang kebetulan apa lagi soal kekuasaan dan politik dan tidak akan pernah suatu peristiwa terjadi kalau tidak pernah direncanakan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melihat Lagi Fenomena Jokowi di Bentara …

Hendra Wardhana | | 25 October 2014 | 05:13

Bertualang dalam Lukisan Affandi …

Yasmin Shabrina | | 25 October 2014 | 07:50

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 5 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 10 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 11 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 11 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | 8 jam lalu

Takut Pada Presiden Jokowi, Malaysia Bongkar …

Febrialdi | 8 jam lalu

Melihat dari Film II …

Nilam Sari Halimah | 8 jam lalu

Cara Efektif Menghafal …

Masykur | 8 jam lalu

Sembilu Cinta …

Christian Kelvianto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: