Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Siti Miftachul Khasanah

saya adalah prbadi yang menyenangkan

Artikel Kebangsaan

OPINI | 31 October 2012 | 21:24 Dibaca: 1208   Komentar: 0   0

SATU BANGSA SATU NEGARA
Setiap warga negara Indonesia memiliki kedudukanhak dan kewajiban yang sama. Yang terpenting setiap orang haruslah terjamin  haknya untuk mendapatkan status kewarganegaraan. Tetapi pada saat yang sama, ada seseorang yang memiliki kewarganegaraan ganda. Karena hal itu diperlukan perjanjian antarnegara untuk menghindari status dwi-kewarganegaraan.
Indonesia adalah negara yang besar. Kaya akan suku, budaya, agama, bahasa,  kekayaan yang melimpah, dan memiliki ribuan pulau yang terbentang luas dan diiringi jumlah penduduk yang selalu bertambah. Hal tersebut bukanlah tolok ukur untuk melihat suatu bangsa. Seiring perjalanan waktu,  wawasan kebangsaan semakin memudar. Sehingga sering muncul konflik antarbangsa yang memicu perpecahan. Disinilah tampak peranan wawasan kebangsaan dalam menumbuhkembangkan cita-cita negara yang menamai dirinya sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam  persatuan dan kebersamaan dalam berkehidupan berkebangsaan Indonesia, terdapat dua aspek yang perlu diketahui dalam menerapkan konsep wawasan kebangsaan. Yaitu aspek moral dan aspek intelektual. Kedua aspek tersebut sangat penting  dan harus kita miliki sebagai warganegara Indonesia.
Wawasan kebangsaan dapat ditumbuhkan kepada setiap warga negara agar sama-sama memiliki rasa kebangsaan. Pertama, memberikan pengetahuan mendalam tentang wawasan kebangsaan ( rasa  nasionalisme ). Indonesia sebagai negara yang diikat oleh kesamaan fisik (seperti budaya, agama, dan bahasa) atau non-fisik (seperti keinginan, cita-cita dan tujuan). Hal ini berkaitan dengan usaha warga negara untuk bersatu. Kedua, ikut berperan dalam pembangunan yang sedang dilaksanakan. Dengan wawasan kebangsaan ini, bertujuan demi tercapainya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera sesuai dengan cita-cita Pancasila dan UUD 1945. Ketiga, berperan dalam menentukan bagaimana bangsa Indonesia menempatkan dirinya dalam tata cara berinteraksi dengan sesama bangsanya serta dalam pergaulan dengan bangsa-bangsa lain di dunia internasional. Hubungan interaksi yang baik akan menumbuhkan rasa persaudaraan dan solidaritas sehingga setiap permasalahan dapat dipecahkan dengan asas kekeluargaan demi mencapai perdamaian.
‘’ Atas Berkat Rohmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”.
Petikan diatas merupakan cita-cita bangsa Indonesia yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945. Upaya yang dilakukan untuk menumbuhkan wawasan kebangsaan adalah melakukan sosialisasi pendidikan seperti Guru/Dosen.  Sosialisasi dapat dilakukan seperti pengajaran di sekolah, seminar, mendatangkan narasumber dan lain-lain. Selain itu organisani masyarakat juga dapat turut serta dalam menumbuhkan wawasan kebangsaan.
Warga negara yang telah memiliki wawasan kebangsaan haruslah menularkan wawasan kebangsaannya kepada warga negara lain, agar tidak tumbuh konflik apapun.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ada Kain Benang Emas dan Ulos Gendongan Bayi …

Piere Barutu | | 24 April 2014 | 22:40

Lost in Translation …

Eddy Roesdiono | | 24 April 2014 | 22:52

PLN Gagap Online …

Andiko Setyo | | 24 April 2014 | 23:40

Drawing AFC Cup U-19: Timnas U-19 Berpotensi …

Primata Euroasia | | 24 April 2014 | 21:28

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Ahmad Dhani: Saya Dijanjikan Kursi Menteri …

Anjo Hadi | 9 jam lalu

Partai Manakah Dengan Harga Suara Termahal? …

Chairul Fajar | 11 jam lalu

Siapa yang Akan Bayar Utang Kampanye PDIP, …

Fitri Siregar | 11 jam lalu

Riska Korban UGB jadi “Korban” di Hitam …

Arnold Adoe | 12 jam lalu

Tangis Dahlan yang Tak Terlupakan …

Dedy Armayadi | 15 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: