Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Memey, TKI Korban Trafficking yang Tampil dan Bersaksi di PBB

REP | 22 October 2012 | 09:28 Dibaca: 667   Komentar: 12   2

Seperti yang kita ketahui, ribuan bahkan jutaan orang Indonesia bekerja di luar negeri untuk mencari nafkah, dan tahukah bahwa ratusan ribunya menjadi korban penjualan manusia (human trafficking), yang kebanyakan terutama menimpa kaum perempuan. Hal ini merupakan sebuah kejahatan dan mata rantai syetan yang harus dicegah oleh negara. Dan kita semua hendaknya juga harus bisa bijak jika ingin bekerja ke luar negeri, kita harus mempunyai bekal pemahaman yang baik tentang pekerjaan kita nantinya di luar negeri, sebab jika tidak, kita bisa jadi korban trafficking.

13508715211139380019

Memey bersaksi di PBB (tempo.com)

Beberapa dari mereka menjadi korban skema penipuan yang sangat pintar dan cerdik. Mereka menjadi korban pemerkosaan, mereka dipaksa untuk bekerja dalam waktu yang sangat panjang dan mereka juga tidak diberi gaji. Namun, ada satu korban yang nekad melompat keluar dari jendela dan ajaibnya, dia bisa lolos dan hidup. Dia adalah Memey, sosok perempuan yang berkarakter luar biasa. Dia tidak hanya bangkit dari keterpurukannya, sekarang dia juga menjadi aktivis yang melawan perdagangan manusia, memberikan sesi konseling dan pendampingan untuk para korban trafficking.

Memey, seorang perempuan korban trafficking yang akhirnya tampil berbicara langsung dengan cerdas dan bersaksi di PBB. Memang memilukan, banyak pelecehan, pelanggaran hak, perampasan ekonomi hingga infeksi HIV menyertai kisahnya. Saya salut pada Memey yang sudah membuka mata dunia tentang ganasnya trafficking.

13508719202041036335

ilustrasi:tempo.com

Kisah yang sangat menyedihkan. Niat baik yang berakhir tragis. Saya membaca sepintas di media tentang kisah salah satu TKI bernama Memey yang bersaksi di sidang PBB. Memey yang awalnya berniat ingin mmbantu orang tua keluar dari kemiskinan dengan bekerja sebagai pmbantu di luar negeri. Tapi, justru di jual dan dijadikan PSK,yang akhirnya trinfeksi HIV.

Yang jadi pertanyaan adalah apakah kejadian ini hanya terjadi pada Memey seorang?? TIDAK!! Tapi hanya kasus Memey yang muncul ke permukaan. Ibarat Gunung es, Memey adalah permukaan yang tampak padahal masih banyak dan lebih besar lagi yang tersimpan, tersembunyi, tak terekspos, tak terjamah di bawahnya. Tapi, dengan bijaknya Memey justru mengangkat kasusnya untuk menghentikan mata rantai setan itu (kalau seseorang tidak mulai bertindak maka takkan pernah ada habisnya). Dia ingin menjadikan kasusnya sebagai pelajaran buat yang lainnya.

Kemiskinan kadang dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya!!! Bayangkan kalau memey tidak bertindak tidak mengeluarkan suaranya??? Bayang memey-memey malang lainnya didaerah terpencil (target operasi trafficking) yang akan mengulang cerita yang sama, hanya waktu yang berbeda.

Kesaksian Memey korban perdagangan manusia di PBB mungkin untuk sebagian orang adalah hal yang memalukan, tapi hal itu penting juga, seorang TKI bersaksi di PBB agar semua bangsa tahu kalau untuk mengisi perut ada sebagian orang (termasuk saya)terpaksa mencari ke luar negeri, dengan resiko yang mungkin menimpa, seperti ditipu, diperbudak atau diperdagangkan. Kita memerlukan perlindungan, bukan hanya teori tapi aksi nyata dari pihak negara.

Kasus perdagangan manusia (Human Trafficking) di Indonesia semakin mencengangkan. Seperti pada data yang dirilis oleh International Organization for Migration (IOM) tahun 2011, Indonesia menempati posisi teratas dengan jumlah korban lebih dari 4000 korban.

Dalam pernyataanya di PBB, Memey sangat berharap dan tidak menginginkan terjadinya kisah Memey-memey lainnya. Dan untuk itu, diperlukan keterlibatan semua pihak, agar human trafficking dapat dimusnahkan.

Support for Memey, stop human trafficking !!!

1350871810334197803

ilustrasi: indonesia.ucanews.com

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Menjadi Tim Sukses Caleg Gagal …

Harja Saputra | | 24 April 2014 | 08:24

Pojok Ngoprek: Tablet Sebagai Pengganti Head …

Casmogo | | 24 April 2014 | 04:31

Rp 8,6 Milyar Menuju Senayan. Untuk Menjadi …

Pecel Tempe | | 24 April 2014 | 03:28

Virus ‘Vote for The Worst’ Akankah …

Benny Rhamdani | | 24 April 2014 | 09:18

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 3 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 4 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 4 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 8 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: