Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Yogi Pusa

Selalu belajar menulis. Bagaimana cara menyusun kalimat yang baik dan benar. Dengan menulis akan membuat selengkapnya

Wadah Gerakan Pemuda Adat Kalbar Terbentuk

REP | 20 October 2012 | 14:02 Dibaca: 263   Komentar: 0   0

Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) sebagai salah satu sayapnya Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menggelar kegiatan konsolidasi, pemilihan dan pembentukkan pengurus wilayah Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut berlangsung dari Jumat sampai Sabtu (14-15/9/2012) yang di koordinir oleh Barisan Pemuda Adat(BARA) AMAN Kalbar bertempat di rumah Betang Lingga, Sei Ambawang, Kubu Raya.

HARI itu Jumat (14/9/2012), suasana di sekitar rumah Betang Lingga yang persis berada di lintas jalan trans Kalimantan tampak lain dari biasanya. Para kaum muda dan tua tampak kompak. Kehadiran mereka ditempat itu bukan untuk melaksanakan kegiatan gawai dayak ataupun kegiatan berhura-hura lainnya.

Namun hari itu rupanya ada pembukaan hajatan besar yang bertajuk pertemuan wilayah I Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN), Kalimantan Barat. Pertemuan tersebut merupakan kali pertama dalam sejarah barisan pemuda adat di Kalbar. Adapun tema dalam kegiatan itu “Peran Pemuda Adat Dalam Rencana Strategis Melestarikan Adat dan Budaya di Kalimantan Barat”.

1355230429688409291

Perwakilan BPAN AMAN Pusat memotong tebu ketika memasuki arena kegiatan.

Tepat pukul, 09.00 Wib acara pembukaan pun dimulai. Sedianya acara tersebut dibuka langsung oleh wakil bupati Kubu Raya, Andreas Muhrotein. Namun, karena kesibukkan menjalan tugas-tugas yang tidak bisa ditinggalkan, acara pembukaan pun digantikan oleh Abdi Akbar selaku kepala Departemen Penguatan Organisasi Anggota dan Jaringan Strategis pengurus pusat BPAN.

Prosesi pembukaan pun diawali dengan penyambutan tamu undangan ketika akan memasuki kompleks rumah Betang Lingga. Tampak seorang kepala adat membaca kan doa-doa seraya membaca mantra dan menaburkan beras kuning.

Sambil mengoleskan kunyit kedahi para tamu, sementara itu para penari dari dayak Sanggar Muara Talino, dengan sigap beratraksi sambil berlenggak lenggok. Nun jauh dirumah betang sudah bergema musik dengan hentakan nya yang merdu. Abdi Akbar pun didaulat untuk memotong sebatang tebu yang sudah dilintangkan di tengah jalan dengan sebilah Mandau.

Dengan sekali tebasan…blessss……putuslah sebatang tebu muda itu. Kemudian para rombongan pun diajak bersama-sama untuk memasuki rumah betang. Sementara didepannya para penari terus berlenggak lenggok dengan lemah gemulai. Upacara tersebut dinamakan bapipis,yakni upacara ritual penyambutan tamu khas dayak Kanayatn Ambawang.

Setelah sampai di betang dilanjutkan dengan upacara nyangahatn oleh Timangokng sebagai pertanda supaya kegiatan tersebut berjalan dengan lacar tanpa gangguan dan kendala-kendala. Sebelum acara adat Nyangahatn dimulai dilakukan seremonial pembukaan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh para siswa/siswi SMA Katolik Talino, Sei Ambawang dengan diikuti oleh para hadirin.

Yulidas selaku ketua panitia pelaksana mengatakan, sebelum kegiatan itu berlangsung pihaknya merasa pesimis bisa terlaksana dengan baik. Namun berkat semangat dan kerja keras semua pihak akhirnya bisa berjalan dengan dengan lancar.

“Awalnya saya pesimis acara ini akan terlaksana seperti ini. Namun berkat perjuangan dan kerja keras teman-teman panitia dan rekan-rekan dari AMAN Kalbar akhirnya pada hari ini, kita bisa berada disini. Dan saya merasa bangga atas perjuangan dan kerja keras kita semua,”kata Yulidas dalam sambutan pembukaannya.

Pada kesempatan itu juga semua pihak yang hadir diajak untuk mengheningkan cipta guna mengenang tokoh AMAN dan juga pejuang masyarakat adat, Surjani Alloy. Menurut, Gloria Sanen selaku ketua panitia pengarah. Kegiatan pertemuan pemuda adat wilayah Kalbar ini memang merupakan ide dan keinginan yang sudah lama dari almarhum Surjani Alloy selaku ketua BPH AMAN Kalbar.

” Pak Surjani Alloy sudah lama menyampaikan gagasan ini. Dan beliau ingin agar para pemuda adat semakin menguatkan solidaritas. Meskipun pada hari ini beliau sudah tidak lagi bersama-sama dengan kita, namun gagasan dan cita-cita beliau akhirnya bisa diwujudkan. Kita patut menghargai dan meneruskan perjuangan beliau,”ujar Gloria Sanen dalam sambutannya.

Sedangkan yang mewakili ketua BPAN pusat, Abdi Akbar, menyambut baik dilaksanakannya kegiatan tersebut. Menurutnya sangat penting sekali menguatkan organisasi para pemuda adat diseluruh Nusantara. “Saya merasa bangga pada hari ini bisa datang ditengah-tengah para pemuda adat di wilayah Kalbar.

Saya baru sekali ini datang ke tanah borneo. Organisasi pemuda adat yang merupakan sayap AMAN merupakan bagian penting, guna mendukung dan memperjuangkan nasib masyarakat adat. Khususnya para pemuda adatnya,”kata Abdi Akbar. Dirinya pun mengapresiasi atas kerja keras para panitia dan AMAN Kalbar yang bisa menyelenggarakan acara pertemuan wilayah BPAN dengan lancar dan sempurna.

Setelah selesai semua kata sambutan, kemudian dilakukan pemukulan Gong sebanyak tujuh kali oleh Abdi Akbar sebagai pertanda dimulainya kegiatan pertemuan wilayah I BPAN Kalbar. Setelah selesai acara pembukaan. Pada siangnya diadakan seminar setengah hari yang menghadirkan para narasumber, yakni Pelaksana Tugas (PLT) Badan Pengurus Harian (BPH) AMAN Kalbar Aga Pitus, Timangokng Binua Sunge Samak Sa’ena dan Timangokng Sunge Manur / Koala Mandor Adrianus Adam Tekot.

13552306451762919909

Para peserta pertemuan BARA Kalbar berfose bersama rumah Betang, Lingga-Kubu Raya.

Kegiatan seminar tersebut diiikuti oleh perwakilan dari komunitas pemuda adat seluruh daerah yang ada di Kalbar. Seperti Ngabang , Ambawang, Singkawang, Sekadau dan sejumlah perwakilan organisasi mahasiswa di Pontianak. Semua peserta yang hadir pun tampak antusias mengikuti acara tersebut.

Sedangkan pada malam harinya, diadakan pertunjukkan seni tari dari sanggar Muara Talino dan paduan suara dari para siswa SMA Katolik Talino, Sei Ambawang. Tak ketinggalan pula disuguhkan dengan pemutaran film documenter tentang lingkungan. Warga sekitar pun berbondong-bondong untuk menyaksikan acara tersebut. Di sekitar rumah betang pun mendadak ramai baik tua maupun muda ingin bersama-sama ikut ambil bagian didalamnya.

Esoknya, Sabtu (15/9/2012) kegiatan acara inti berupa konsolidasi pertemuan wilayah I BPAN Kalbar pun dimulai.Tahapan pembahasan terhadap berbagai hal tentang keorganisasian pemuda Adat pun dimulai, seperti pembahasan AD/ART, Tatib sidang. Semua peserta yang hadir pun memberikan masukan dan saran terhadap segala peraturan yang menyangkut BPAN Kalbar kedepannya. Suasana pun menjadi alot dengan perdebatan-perdebatan layaknya sidang wakil rakyat.

Setelah melalui proses pembahasan dan perdebatan yang sangat alot seharian. Akhirnya pada sore harinya, tibalah kepada prosesi pemilihan siapa yang akan memimpin BPAN Kalbar mendatang?

Sejumlah nama pun sempat diusulkan. Akhirnya semua peserta secara aklamasi sepakat untuk memilih Yulidas dan Adrianus Suwandi. Masing-masing sebagai ketua dan wakil ketua BPAN AMAN Kalbar.

Salah satu program kerja Yulidas kedepannya, yakni akan merangkul seluruh elemen masyarakat adat untuk semakin mencintai terhadap adat dan tradisi budaya dan akan berprinsip dan berpegang teguh kepada UUD 1945 dan Pancasila dalam menjalankan tugas.

“Kedepan kita coba rangkul pemuda adat dan masyarakat adat guna menumbuh kembangkan kecintaan, kepeduliaan dan mampu mengimplementasikan adat istiadat dan budaya ditengah-tengah modernisasi. Dan tetap memegang teguh UUD 1945 dan Pancasila karena jelas kita adalah warga Negara Indonesia,” kata Yulidas mengajak.

Kini di pundak merekalah segala perjuangan dan cita-cita mulia para pemuda adat di Kalbar digantungkan harapan. Semoga tetap semangat dan terus berjuang. Proviciat dan selamat! (Yogi Pusa)


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Memotret Manusia Api …

Nanang Diyanto | | 19 September 2014 | 17:32

Ketika Institusi Pendidikan Jadi Ladang …

Muhammad | | 19 September 2014 | 17:46

Masa sih Pak Jokowi Rapat Kementrian Rp 18 T …

Ilyani Sudardjat | | 19 September 2014 | 12:41

Imbangi Valencia B, Indra Sjafrie Malah …

Djarwopapua | | 19 September 2014 | 14:17

Dicari: “Host” untuk …

Kompasiana | | 12 September 2014 | 16:01


TRENDING ARTICLES

Mencoba Rasa Makanan yang Berbeda, Coba Ini …

Ryu Kiseki | 6 jam lalu

Fatin, Akankah Go Internasional? …

Orang Mars | 6 jam lalu

Timnas U23 sebagai Ajang Taruhan… …

Muhidin Pakguru | 9 jam lalu

Wajar, Walau Menang Atas Malaysia, Peringkat …

Achmad Suwefi | 11 jam lalu

Memilih: “Kursi yang Enak atau Paling …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

“Calon Ibu Pejabat Galau di Negeri …

Rietsy | 8 jam lalu

Centang Prenong …

Rifki Hardian | 8 jam lalu

Duka Lara …

Rifki Hardian | 8 jam lalu

Awal Manis Piala AFF 2014: Timnas Gasak …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Taman Rekreasi Atau Kuburan? …

Rifqi Nur Fauzi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: