Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Fey Down

Simple lady who likes the simple things in life. Berusaha menulis yang bermanfaat bagi masyarakat. selengkapnya

RSIA ” Vitalaya” Pamulang Melayani Penuh Kasih.

OPINI | 15 October 2012 | 21:25 Dibaca: 3086   Komentar: 4   1

13503108462105017277 GEDUNG LAMA RSIA VITALAYA

13503109571450264397 GEDUNG TERBARU  RSIA VITALAYA YANG HAMPIR SELESAI.

Rumah Sakit Ibu dan Anak ” Vitalaya” sangat terkenal di wilayah Pamulang. Pelayanan dokter, bidan, suster dan staff admin di RS tersebut sangat bagus. Mereka  menyapa pasien dengan senyuman dan melayani penuh kasih.

RSIA “Vitalaya ” asalnya  sebuah klinik bersalin yang di pimpin oleh Bidan Vivi Asih. Letaknya disebuah ruko di wilayah  Pondok Benda Indah, Pamulang. Pada tahun 1998 klinik tersebut pindah kegedung berlantai dua tak jauh dari ruko sebelumnya.

Seiring berjalannya waktu, nama klinik Vitalaya makin terkenal karena pelayanannya yang sangat baik, tentu saja semua tak lepas dari nama  besar Bidan Vivi yang memimpin klinik tersebut. . Beliau sangat terkenal karena keramahan, kesabaran dan selalu tersenyum.  Ia tak sungkan memberi nomor hp agar pasien setiap saat dapat menghubunginya. Jika  sedang sibuk, maka beliaulah yang akan menelpon kembali.

Seorang supir angkot berkisah

” Bidan Vivi orangnya baik banget, waktu istri saya melahirkan, pulangnya diantar oleh beliau.”

Ibu Ichie Pamulang :

“Dulu saya melahirkan tahun 2006 dibantu bidan Vivi, bidan Dewi dan bidan Maya. Bidan-bidannya sangat  baik dan ramah.”

Mama Alden - Pamulang

“Di Pamulang itu ada bidan Vivi di klinik VITALAYA. Beliau sangat  bagus dan berpengalaman. karena setiap imunisasi, Alden aku bawa kesitu. Selalu ramai dan antri,  bahkan ada temannya sepupuku yang dari BSD, bela2in ke situ. Dari cerita sepupuku yang melahirkan  di situ, cukup bagus pelayanannya. bidan nya sangat ramah, sabar dan helpful. “

Pak Ardi yang istrinya melahirkan di sana pada July 2010 berkata

” Bidan Vivi is okayy bangett!!sabar, murah senyuum n telaten bgt!!”

Kesaksian putri saya yang saat itu sedang hamil besar dan memeriksakan diri pada bidan Vivi.

” Bidan Vivi orangnya ceria, ramah dan teliti sekali. Semua pertanyaan saya dijawab dengan jelas. Saya dikasih nomor hp pribadi agar tiap saat bisa menghubunginya. Ketika saya telpon, beliau bilang sedang sibuk dan segera  akan menelpon balik. Tak lama benar saja  bu Vivi menelpon kembali. ”

Demikian kesaksian dari orang orang yang pernah menjadi pasien  bidan Vivi.

Sejak pindah dari ruko ke gedung berlantai dua, klinik ini berubah status menjadi Rumah Sakit Bersalin Ibu dan Anak Vitalaya. Memasuki gedung rumah sakit ini kita diwajibkan membuka alas kaki dan di situ disediakan rak rak tempat menaruh sendal dan sepatu.  Di lantai satu terdapat kamar bayi, ruang bersalin normal, kamar kamar pasien kelas 1 dan 2. Di lantai dua terdapat ruang USG, ruang pasien , ruang praktek bidan, dokter gigi dan dokter umum, juga ruang bermain untuk anak anak balita. Di gedung ini jika ada pasien yang akan melahirkan ceasar, mereka akan dirujuk ke beberapa rumah sakit terdekat.

Tahun ini  RSIA Vitalaya akan pindah ke gedung megah tak jauh dari gedung lama. Bangunan  yang sudah selesai adalah dibagian belakang yang terdiri dari ruang operasi ceasar dan kamar kamar khusus pasien yang melahirkan ceasar . Ruang pasien  kelas 1 (TV, 1 bed untuk pasien , AC, Kamar Mandi dan Single bed untuk keluarga pasien)  dan kelas 2 (TV, 2 tempat tidur untuk 2 pasien, AC )

Saya mengenal RSIA Vitalaya  dari referensi keluarga yang pernah melahirkan disana. Kebetulan putri saya saat itu sedang hamil 8 bulan.  Sebelumnya ia memeriksakan diri di sebuah klinik  yang tak jauh dari rumah tapi saya tak puas melihat pelayanan klinik tersebut. Saya minta agar putri saya pindah ke RSIA Vitalaya.

Ternyata pilihan kami tak salah. Dari pemeriksaan USG yang teliti, juga dokter, para bidan, para suster dan staff yang ramah, membuat putri saya sangat nyaman memeriksa kehamilan dan melahirkan disana.

Semoga RSIA Vitalaya makin sukses dan selalu  melayani pasien dengan penuh kasih.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | | 25 October 2014 | 14:51

Kompasiana Nangkring Special di Balikpapan …

Bambang Herlandi | | 25 October 2014 | 13:44

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 16 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 16 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 17 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 20 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Ngomong:”Mulutmu …

Wahyu Hidayanto | 7 jam lalu

MEA 2015; Bahaya Besar bagi Indonesia …

Choerunnisa Rumaria | 7 jam lalu

Bersenang-Senang dengan Buku …

Mauliah Mulkin | 7 jam lalu

Kematian Pengidap HIV/AIDS di Kota Depok …

Syaiful W. Harahap | 8 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: