Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Astokodatu

Syukuri Nostalgia Indah, Kelola Sisa Semangat, Belajar untuk Berbagi Berkat Sampai Akhir Hayat, (Mantan karyawan, mantan swastawan, selengkapnya

Batas Cinta dan Batas Dosa

OPINI | 11 October 2012 | 11:51 Dibaca: 241   Komentar: 7   4

Tulisan ini sudah tampil tetapi dalam posisi tidak sempurna, termasuk ada keluhan tak bisa komen dan saran untuk di edit. Setelah saya edit ulang : OPINI | 02 August 2012 | 15:56 http://stat.ks.kidsklik.com/statics/kompasiana4.0/images/ico_baca.gifDibaca: 202 http://stat.ks.kidsklik.com/statics/kompasiana4.0/images/img_komen.gifKomentar: 1 http://stat.ks.kidsklik.com/statics/kompasiana4.0/images/ico_nilai.gif2 dari 2 Kompasianer menilai inspiratif , dan masih saya ulang sekarang dengan perubahan sedikit untuk aktualisasi/penyegaran.

Menghadapi kegilaan zaman Orang bijak pernah bilang : Kamu akan mendengar dan mendengar namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat namun tidak menanggap…….. Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar… Mencari menentukan batas batas baik – buruk, benar - salah itu sulit karena dipersulit diri sendiri…. TetapI rasanya perlu kita berupaya memaknai peristiwa.

I. Peristiwa dan Fakta.

1. FPI Bandung menghadirkan sebuah silang pendapat, tengok berita di MetroTVNews.com ini : Metrotvnews.com, Bandung: http://www.metrotvnews.com/ramadan/news/2012/07/18/98859/FPI-Bandung-Tetap-akan-Sweeping-Tempat-Hiburan-Malam/6 . Peringatan Mabes Polri agar organisasi kemasyarakatan tidak ada yang melakukan razia atau sweeping menjelang juga selama Ramadan, tak diindahkan ormas keagamaan Front Pembela Islam (FPI). FPI Bandung mengancam akan tetap menggelar sweeping terhadap tempat-tempat hiburan malam yang beroperasi selama bulan puasa. Ancaman itu terungkap ketika puluhan anggota FPI berunjuk rasa di depan Kantor Pemerintahan Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu.(18/7).

2. Dan baik diangkat kembali lagi “PENGAKUAN SEORANG KRISTIANI yg MENDUKUNG FPI…” (LIA CHRISTINE: http://www.kompasiana.com/ adellia) Opini KOMPASIANA, 19 Februari 2012, yang sedikit saya kopi paste ini :“Siapa tak yang tak mengenal FPI? Tiga huruf itu adalah singkatan dari Front Pembela Islam.” Sementara maksud yang bersangkutan adalah menegakkan Amar Maruf Nahi Mungkar [mengajak kebaikan dan memerangi kejahatan]. Ada peran media masa disini. Diekspose FPI terkait dengan ‘budaya’ kekerasannya. Dan masyarakat pun seakan juga tak setuju jika FPI memakai ‘embel-embel’ Islam. Karena menurut mereka, Islam itu damai, mencintai perbedaan dan bukan kekerasan.

3. Rekan Kompasianer,Kanedi, menulis dalam Sosok dengan judul : “4 Penyebab Ariel Dielu-elukan Saat Keluar Penjara” “Luar biasa! Itulah kata yang pantas diungkapkan terhadap fenomena meriahnya sambutan penggemar Nazriel Ilham alias Ariel Peterpan menyambut pembebasan bersyarat terpidana kasus video mesum itu …” Opini ini diiposting 23 July 2012 , http://sosok.kompasiana.com/2012/07/23/4-penyebab-ariel-dielu-elukan-saat-keluar-penjara/ Dan dibaca oleh 2623 pembaca, dikomentari 82 pembaca yang menilai actual 12 orang sampai hari ini. Fenomena yang dihebohkan pula dalam pembahasan dan pembicaraan oleh masyarakat. Itu berarti perlu dipahami untuk diambil pembelajaran untuk kita sendiri bersikap pas.

II. Analisa Dosa atau kejahatan.

A. Analisa Penulis terbantu dengan mengambil pola pikir dari Ritus Agama . Pertanyaan Pastor ditujukan kepada calon tertahbis/babtis/perkawinan. “Sanggupkah anda menolak Setan dan kecenderungan melawan Allah berupa :

  1. kejahatan dalam diri anda sendiri
  2. dalam bentuk tahyul, perjudian, hiburan tidak sehat
  3. tindakan dan kebiasaan yg tidak adil atau tidak jujur, melanggar hak azasi
  4. setan sumber segala dosa dan penguasa kegelapan.

Nampaknya keempat butir tersebut diatas merupakan perwakilan jenis atau kategori bentuk dosa, kejahatan atau perbuatan melawan Allah perbuatan memihak setan.

Dengan bermatiraga dan puasa manusia segera dengan mudah melihat batas dosa dan cinta. Dalam kesadaran “dekat Tuhan” manusia dengan mudah melihat semua pelecehan sedikit manapun adalah dosa besar terhadap Allah. Para kudus Tuhan akan melihat diri sendiri dalam sangat-sangat kurang pantas, penuh dosa dan hanya maha maha maha murah Tuhan manusia “dipantaskan”.

B. Adegan Cinta remaja dalam acara kencan dst, dan pemikiran mereka yang sedang jatuh cinta hampir pasti ada kesadaran penuh bahwa tidak boleh ada istilah “Pengorbanan yang terlalu…”. Artinya setiap pengorbanan adalah bukti kesetiaan kepada yang tercinta. Sebaliknya yang dicintai akan berusaha jangan sampai manja dan menuntut selalu diberi “pelayanan yang menyulitkan/ pengorbanan”. Sang kekasih jangan sampai harus menanti terlalu lama. Selisih sedikit dalam hal waktu kencan merupakan kesalahan besar. Sebaliknya kesalahan yang demikian besar demi cinta akan mendapat pengampunan permaafan juga. Sejauh manakah pengorbanan cinta, dan dosa yang dimaafkan oleh cinta, sulit ditentukan. Ada dosa pelecehan terhadap perempuan / kekasih (eits maaf kata) sampai kekasih akhirnya hamil, perempuan itu menangis saat kehamilannya disadar. Tetapi katanya demi cinta mau juga malah menuntut dikawini oleh pemuda tidak bertanggung jawab. Dosa dan Cinta sering ada persengketaan batas demarkasi. Akan bagaimanakah Ariel dengan pasangan mesumnya ?

5. Catatan : Bukan Nabi dan bukan Agama, Komunikasi antar kita saja.

A. Kalau kita mau mau berkomunikasi serta berbagi, tentu menggunakan bahasa yang saling dikenal. Kalau kita mau belajar agama belajarlah dalam agama, belajarlah pada Nabi dan Alkitab. Dalam mengupas peristiwa boleh saja kita memakai panduan paradigma, logika dan atau filosofia tertentu, asalkan dalam bahasa yang dapat dipahami. Berbagi pengalaman iman dalam kesadaran penuh pengertian akan sangat bermanfaat untuk mengembanbgkan iman kita sendiri.

B. Dosa adalah penolakan pada Tuhan. Dosa itu sama dengan tidak cinta pada Tuhan. Batas dosa terletak pada batas tidak cinta, dan batas cinta terbawah adalah dititik sebelum disebut dosa. Batas Dosa dan Batas Cinta relatip ditentukan oleh Suara hati yang bercinta dan yang mau berdosa. Nabi dan Agama silahkan memberi panduan untuk manusia yang lemah ini. Manusia yang taat beragama membangun suara hati selaras dengan agamanya.

C. Masalah FPI terkutip adalah masalah batas kewenangan Suara Hati dan Hukum Positip (Agama dan Negara). Disana terjadi beda kesimpulan batas Semangat Cinta FPI kepada Tuhannya dengan pengertian “Dosa/kekerasan” menurut yang lain.

D. Sudah terjadi komunikasi, entah itu negosasi, entah sweeping, entah apa, tetapi sangat diharapkan bertemunya suatu penyelesaian yang damai serta mendamaikan bagi yang berbeda pendapat maupun masyarakat luas.

Pada edisi pertama saya tulis : Selamat menunaikan Ibadah Puasa. Untuk sekarang saya tambahkan saja, bahwa tulisan ini saya ulang menunjang tulisan terakhir saya perihal Cinta.

Salam Kompasiana.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Seluk Beluk Industri Plastik …

Dhanang Dhave | | 16 April 2014 | 13:07

Perang Saudara Kian Dekati Timur Eropa …

Adie Sachs | | 16 April 2014 | 17:51

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Akun Dinda Tidak Takut Komen Pedasnya Pada …

Febrialdi | 5 jam lalu

Prabowo Terancam Tidak Bisa Bertarung di …

Rullysyah | 6 jam lalu

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 15 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 15 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: