Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Asri Bintoro Asri Bintoro

saya lahir di grabag kutoarjo purworejo

Pilar-Pilar Bangsa Negara UUD 45

OPINI | 08 October 2012 | 03:15 Dibaca: 107   Komentar: 0   0

3. UNDANG UNDANG DASAR R.I. TH.45

UUD 45 terdiri dari ;

Mukadimah UUD 45
Batang Tubuh ,
Penjelasan .

Dengan bertolak pada dasar Pancasila Sejak awal pembentukan UUD 45  ,Soekarno telah memberi wanti wanti :

” buanglah sama sekali faham induvidualisme itu , dan janganlah dimasukkan dalam Undang  Undang Dasar kita yang dinamakan “right of citizens ” maka oleh karena itu , jikalau kita betul betul hendak mendasarkan negara kita kepada faham kekeluargaan , faham tolong menolong faham gotong royong dan keadilan sosial , enyahkannlah
tiap tiap faham induvidualisme dn liberalisme dari padanya .”

“Keberanian menunjukkan bahwa kita tidak hanya membebek kepada contoh contoh Undang Undang Dasar negara lain , tetapi membuat sendiri undang undang yang baru , yang berisi kefahaman Keadilan yang menentang induvidualisme dan liberalisme ; yang berjiwa kekeluargaan dan gotong royong .( Dari pidato Bung Karno dalam rapat Badan Penyelidik Usaha Persiapan  Kemerdekaan Tanggal 15 Juli 1945 , dikutip dari Muh.Yamin : Naskah persiapan undang undang dasar 1945 j.1 hal 287-298 ) . Dari Kumpulan Karangan Prof .Soediman Kartohadiprojo .PT.Pembangunan Jakarta 1963 .

Dalam Rapat Besar Badan Penyelidik Usaha Persiapan kemerdekan pada 15 Juli 1945 sebagai Ketua Panitia Perancang Undang Undang Dasar Badan Penyelidik beliau mempertahankan  rancangan Undng Undang Dasar yang disusunnya berdasarkan Pancasila   Justru semua anggota pada waktu itu demikian , setuju memufakati dasar yang dibicarakan didalam sidang pertama dari pada Badan Penyelidik .Buman tak mungkin pula bahwa persetujuan mereka karena kepercayaannya kepada fugur dan kharisma Soekarno yang memang dominan , tetapi bukan karena pengertian dan kesadaran yang dimiliki .

Tampak semua mengalir begitu saja , tanpa prasangka dibelakang hari akan timbul masalah masalah .karena Seolah olah hanya mengikuti irama  orasi orasi yang melelapkan .

Barangkali Bung Karno lupa bahwa orang disekitarnya adalah para intelektuil pendidikan barat , yang telah mengahayati begitu lama budaya barat , begitu membanggakan kepandaian yang diperoleh di barat dan yang mungkin saja telah meninggalkan kepribadian sendiri atau setidaknya tak mengeanal yang disebut kepribadian sendiri yang juga belum jelas , tiba tiba harus mecampakkannya mengganti dengan kepribadian sendiri yang belum dipahami .

Berulang ulang Bung Karno menegaskan “bikinlah UUD sendiri ,  tak menjiplak undang undang orang barat , tetapi UUD yang sesuai dengan Pancasila .

Mengembalikan seluruh wajah kehidupan bangsa ini pada kepribadian sendiri berarti merombak semua apa yang sudah ada warisan penjajahan , dikembalikan pada yang disebut kepribadian sendiri . Pekerjaan ini haruslah dimulai dengan merubah cara berpikir .Cara berpikir barat (Hollandsche denken ) perlu diubah menjadi yang sesuai dengan kepibadian sendiri .Nilai nilai menurut ukuran barat perlu diganti dengan nilai nilai menurut kepribadian sendiri .
Umwertung aller werte ,merombak semua nilai menurut ukuran barat , diganti dengan niai nilai menurut ukuran kepribadian sendiri .

Hal yang sulit diikuti ialah untuk merobah kebisaan dan kebiasaan tukang roti di Eropah untuk membuat gudeg Yogya . Perlu waktu .

Sebetulnya selain  memperlihatkan semangatnya , Bung Karno juga merasa dikejar waktu untuk dapat menyaksikan hasil usahanya menghadirkan Pancasila  buat bangsa dan negaranya , sedangkan Pemerintahan Penjajahan Jepang sudah  dapat dipastikan segera jatuh .

Karena Pembukaannya telah disepakati ,Proses penyusunan UUD terus berjalan ,dikerjakan sesuai dengan pengetahuan para ahlinya .Masalahnya apakah yang dimaksud dalam pembukaan yang merupakan dasar  dengan kepridadian sendiri  dengan batang tubuhnya yang dikerjakan para ahli pendidikan barat itu bisa sesuai atau tidak belum dipersoalkan  .Apakah pikiran orang yang pesan sate akan sama dengan pikiran pembuat sate belum dipermasalahkan .Aa lagi pembuat satenya ternyata pembuat salad model barat .

APAKAH INI BUKAN MASALAH ?

UUD RI resmi menjadi UUUD pada 18-8-1945  disebut sebagai UUD 45 .
Republik Indonesia mengawali pemerintahannya dengan membentuk Pemerintah Presidentil Kabinet , pada tanggal 8-8-1945 . Tetapi untuk menghindari tuduhan sebagai  hasil kolaborasi dengan pemerintah Jepang yang kalah ,dan agar pemerintah lebih demokratis  para ahli yang westernis merasa perlu merubah kabinet pertama  menjadi Kabinet Parlementer.

Segera diundangkan Maklumat Wakil Presiden No. X . Kini partailah yang memimpin negara , sesuai dengan yang sedang berkembang di Eropah .

Kabinet jatuh bangun setiap bulan , sementara teritorial kita makin habis diagresi dan dikuasai Belanda kembali . Ini pengalaman RI bangkrut pertama .

Ternyata Diplomasi tak diadakan secara bilateral antara RI dan Belanda , tetapi  antara RI dan negara lainnya di Indonesia ini artinya antara kita kita sendiri .

Kesepakatan di KMB .

Delegasi Negara RI berhadapan dengan negara negara ,daerah daerah , kerajaan kerajaan lain di Indonesia , berhadapan sebagai musuh (?) yang berlawanan . Lho kok bisa begitu (?) .

Ternyata delegasi selain kalah mayoritas , kalah ahli dan kalah dalam menghadirkan kenyataan dan pengetahuan . Delegasi RI menerima ketentuan KMB .

Indonesia menjadi RIS .
Soekarno menjadi Presiden R.I.S.

Di buat UUD RIS
Sesuai dengan sikonnya UUD RIS pastilah dikerjakan oleh lebih banyak orang westernis , karena negara negara RIS terdiri dari lebih banyak yang dipengaruhi pemerintah Belanda .
Namun kiranya jiwa Pancasia masih bertengger dalam pembukaannya .Apakah ini pertanda bahwa sebenarnya negara negara bagian itu juga tetap menghormati warisan budaya leluhur , kepribadian sendiri atau hanya terpengaruh kharisma Soekarno .?
Padahal banyak orang curiga batang tubuhnya tak lain adalah jiplakan UUD Kerajaan Belanda .

Meskipun Soekarno sudah ditempatkaan pada kedudukan Presiden RIS tampak kurang puas :

pertama mungkin ada perasaan ,” menyerah  pada KMB seperti mengakui kekalahannya ,dan mengakui kemenangan Belanda dalam come backnya ke Indonesia.

kedua terlalu banyak untuk membayar kekalahannya kepada kolonialis Belanda ,

ketiga tak bersedia dibawah naungan Uni-Belanda -Indonesia .

keempat Bung Karno sebagai sosok Indonesia lupa bahwa hakekat masyarakat Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika , bermcam macam bangsa atau “bangsa ” dan negara negara federal yang jadi sarekat , merupakan sumber  sumber kebijakan kuno yang menjadi Pancasila yang selalu menjadikn pemikiran Soekarno .

Kalau saja RIS dipertahankan yang tentu sja dengan mengurangi beban beban yang terlalu banyak merugikan barangkali RI tak akan menderita kerugian berkepanjangan  .Dalam RIS , RI dan Soekarno sebenarnya sudah untung .

Masalahnya adalah masalah kalah atau menang . Kadang kadang orang berpikiran lebih baik hancur tetapi menang ,dari mengalah untuk selamat .

Ternyata pilihan kita , kembali menjadi RI Kesatuan kembali pada tahun 1950 . Yang berarti memasuki kesulitan kembali . Dalam masa inipun Soekarno masih tegar memimpin bangsa kita .
Apa sebenarnya yang Bapak cari wahai Bapak Soekarno .

Anda sudah Presiden negara besar RIS .

Kini Soekarno kembali ke RI Tahun 50 dan siap membuat dan menghadapi kesulitan babak baru kembali .

UUD RIS disimpan dan kini digunakan UUDS RI Sementara 1950  dan Jiwa Pancasilanya tak berubah , tetap bertengger dalam Mukadimah , sedangkan batang tubuhnya mengikuti maksud maksud pembukaannya kurang jelas karena belum  sempat mengkajinya  .
Untuk melegalkan  Negara agar menjadi syah dibentuk konstituante untuk membuat UUD RI yang syah sesuai dengan adat demokrasi barat . Ternyata memang kita tak berpengalman dalam bernegara dan berdemokrasi atau demokrasinya yang tak cocok dengan kepribadian kita .
Konstituante tak dapat  (gagal ) menyelesaikan tugasnya . Negara menjadi stagnan dan keadaan seperti ini berbahaya .
Dewan dewan pemerintahan daerah dibentuk sendiri seolah olah sudah tak mempercayai Pusat ,Pusat menderita krisis kewibawaan . Ini merupakan kebangkrutan Presiden yang ketiga .

Pemerintah Pusat kedodoran , sehingga Bung Karno sebagai figur sentral harus tampil .Kini Bung Karno tampil dengan Konsepsi Baru .

Berkata Bung Karno ” Maka akhirnya saya sampai pada keyakinan , nahwa kita telah memakai sisstim yang salah , satu stiyl pemerintahan yang salah , yaitu stiyl yang kita namakan demokrsi barat. ” ” Dan oleh karena demokrasi ini adalah demokrasi import , bukan demokraasi Indonesia , bukan demokrasi yang cocok dengan jiwa kita sendiri , maa kita mengalami segenap ekses ekses dari sekedar memakai barang import .” ” Maka oleh karena itu mari kita kembali kepada jiw kita sendiri .” (Dikutipdari Buku Pak Soediman Kartohadiprodjo -KUMPULAN KARANGAN  -PT Pembanguan 1963 ) .

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gayatri, Sang “Doktor Cilik” Itu Telah …

Randy Ghalib | | 24 October 2014 | 12:25

Ide Fadli Zon Bangun Perpustakaan & …

Hazmi Srondol | | 24 October 2014 | 08:54

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Tindak Pidana di Indonesia Masih Tinggi, Ini …

Joko Ade Nursiyono | | 24 October 2014 | 08:14

Bagi Cerita dan Foto Perjalanan Indahnya …

Kompasiana | | 22 October 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Jokowi Tunda Tentukan Kabinet: Pamer …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Jokowi Marahin Wartawan …

Ifani | 8 jam lalu

Pelacur Berisi, Berintuisi di Dalam Selimut …

Seneng | 11 jam lalu

Jokowi Ngetest DPR …

Herry B Sancoko | 12 jam lalu

Jika Tak Lulus CPNS, Kahiyang Akan Jaga …

Erwin Alwazir | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Masyarakat Kelautan dan Perikanan Kian …

Jejaka Bahari | 8 jam lalu

Bung Karno,,President, Seniman & …

Nasionalisme Soekar... | 8 jam lalu

Ketika Si Tuan Besar Berkuasa: Sejarah …

Dede Abdul Rohman | 8 jam lalu

Trik Bikin Buku Untuk Anda Yang Malas …

Suka Ngeblog | 8 jam lalu

Judi dan Olok-olong di Prime Time? …

Imam Safingi Mansur... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: