Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Jannus Panggabean

Seorang warga DKI Jakarta pemerhati sosial & budaya.

KPK Membuka Dosa-dosa Para Pejabat Negara

OPINI | 07 October 2012 | 22:27 Dibaca: 166   Komentar: 0   0

Saat ini sorotan mata masyarakat  sedang tertuju kepada KPK, suhu politik pun ikut memanas apabila mendengar orang mengganggu keberadaan KPK. Sangat miris memang KPK merupakan badan independen di negara ini adalah satu satunya institusi pemberantas korupsi yang tidak pandang bulu apabila menindak korupsi. Rating pemberitaan di media massa pun ikut terangkat apabila mengangkat topik KPK.

KPK bagaikan tangan tanpa dosa untuk membuka dosa-dosa para pejabat di negara republik Indonesia tercinta ini, KPK bagaikan tangan tanpa dosa untuk menindak mereka yang melakukan korupsi di berbagai instansi pemerintahan. Akhirnya banyak pejabat di negara ini merasa  semakin terusik keberadaannya  dan terdesak akan kepiawaian dan ketangguhan KPK untuk memberantas korupsi. Satu sisi KPK menjadi kebanggaan masyarakat yang mewakili mereka untuk ikut serta secara moral menegur dan membuka dosa-dosa keserakahan para pejabat dalam pemerintahan baik di daerah dan di pusat pemerintahan.

Dikarenakan para  pejabat  dan anggota-anggota dewan terhormat tersebut  tidak peduli kepada masyarakat yang diwakili mereka, dengan tidak malu-malu mereka mempertontonkan kesalahan mereka ke publik dalam menyalahgunakan kewenangan mereka menggunakan keuangan negara. Lewat keberadaan mereka sebagai aparatur  negara dan sebagai wakil-wakil rakyat di daerah dan di pusat pemerintahan. Seharusnya mereka bersikap melindungi rakyatnya dan membela kepentingan masyarakat secara luas, tetapi  sebaliknya mereka hanya mencari keuntungan diri sendiri dan kelompoknya.

Satu sisi akibat keberadaan KPK tersebut menimbulkan resistensi dari pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan eksistensi  KPK di negara ini untuk memberantas korupsi,  kebencian timbul  tanpa bentuk sehingga muncul kelompok-kelompok tertentu tanpa memiliki bentuk yang memiliki kekuatan sistimatis untuk mengusik melemahkan keberadaan KPK.

Harapan kita sebenarnya  adanya keberadaan lembaga KPK adalah merupakan salah satu alat  untuk mensejahterakan rakyat  di  bumi pertiwi ini. Dimana KPK mengurangi kerugian negara dalam hal penyalahgunaan penggunaan keuangan negara. Sebaliknya KPK juga harus memiliki tangan-tangan yang suci dan kudus untuk memberantas korupsi  di Republik ini supaya KPK tidak salah tindak apabila menangkap koruptor-koruptor.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Catat, Bawaslu Tidak Pernah Merekomendasikan …

Revaputra Sugito | | 23 July 2014 | 08:29

Kado Hari Anak; Berburu Mainan Tradisional …

Arif L Hakim | | 23 July 2014 | 08:50

Jejak Digital, Perlukah Mewariskannya? …

Cucum Suminar | | 23 July 2014 | 10:58

Apakah Rumah Tangga Anda dalam Ancaman? …

Agustinus Sipayung | | 23 July 2014 | 01:10

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


TRENDING ARTICLES

Seberapa Penting Anu Ahmad Dhani buat anda? …

Robert O. Aruan | 3 jam lalu

Sampai 90 Hari Kedepan Belum Ada Presiden RI …

Thamrin Dahlan | 7 jam lalu

Membaca Efek Keputusan Prabowo …

Zulfikar Akbar | 7 jam lalu

Prabowo Lebih Mampu Atasi Kemacetan Jakarta …

Mercy | 16 jam lalu

Kalah Karena Dicurangi? Belajarlah pada …

Ipul Gassing | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: