Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Mbah Ukik

sudah tua tapi belum merasa tua dan gak merasa muda yang dirasakan cuma rahayu basuki

Gebyak Bantengan Mahandhaka Semeru di Desa Gubuk Klakah

REP | 07 October 2012 | 21:24 Dibaca: 811   Komentar: 16   7

1349618167866791027

1349618238208955764

Selain Upacara Yadnya Kasada yang dirayakan setiap tahun oleh masyarakat Suku Tengger adalah Upacara Karo. Upacara Karo dirayakan pada bulan ke dua menurut penanggalan Jawa, atau dua bulan setelah Upacara Kasada. Upacara Karo kurang begitu dikenal oleh masyarakat luar, padahal upacara ini justru paling meriah karena dirayakan selama 15 hari berturut-turut.

Jika Upacara Kasada dirayakan pada hari dan tempat yang sama oleh masyarakat Suku Tengger, maka Upacara Karo dirayakan pada hari yang berbeda. Tujuannya hanya satu, agar bisa saling mengunjungi dan beranjangsana. Karena pada upacara ini biasanya setiap keluarga akan mengadakan pesta besar dengan menyembelih babi dan sapi untuk menjamu para tamu.

1349618316550677548

1349618371796635224

Upacara Karo tahun ini, kaum muda Desa Gubug Klakah mengadakan Gebyak Bantengan Mahandhaka Semeru pada hari ini: Minggu, 7 Oktober 2012. Gebyak atau festifal ini melibat atau menampilkan hampir seluruh Kelompok Kesenian Bantengan yang ada di wilayah Kecamatan Poncokusumo serta mengundang satu kelompok dari Kota Batu. Tak kurang dari 30 bantengan tampil menunjukkan ‘kebolehannya’ sepanjang jalan desa Gubuk Klakah sampai Rest Area dekat air terjun Coban Pelangi menuju Gunung Bromo. Jalan sepanjang 9 km dengan tanjakan sekitar 20⁰ hingga 40⁰ membuat para peserta tampak kelelahan, apalagi anggota yang menjadi banteng dan mengalami kesurupan…….

Acara yang baru pertama kali diadakan sejak Desa Gubuk Klakah menyebut diri sebagai Desa Wisata mendapat sambutan meriah dari seluruh wilayah masyarakat Suku Tengger yang ada di Kabupaten Malang serta wisatawan yang akan berkunjung ke Gunung Bromo. Bahkan, Bapak Rendra, Bupati Malang, pada Kamis, 4 Oktober 2012 jam 20.00 WIB berkenan membuka seluruh rangkaian upacara, yang meliputi pentas seni, tayuban, dan kelompok band dan dangdut dari kaum muda Desa Gubuk Klakah.

Gebyak Bantengan Mahandhaka Semeru dimulai pada jam 9 pagi dan baru berakhir jam 5 sore tadi.

1349618436269841778

13496184983194407

13496185431264841530

1349618589223739574

1349618633846673453

13496190052142240814

134961914261168050

13496193851331365067

13496195141186018841

13496197562081157314

o o o o o

nguri-uri budaya Jawa

o o o o o

Baca juga :

http://sosbud.kompasiana.com/2012/08/25/bantengan-seni-tari-tradisional-dari-malang/

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Backpacking 4D3N ke KL – Singapore Berdua …

Debora Mersiana | | 25 April 2015 | 21:18

Tiga Rahasia dari Seorang Instruktur Menulis …

Mauliah Mulkin | | 25 April 2015 | 13:39

Joshua Wong, Scholarism, dan Kisah …

Hardian Relly | | 25 April 2015 | 18:51

Serius, Jangan Mudah Percaya dengan …

Andrian Benny Hiday... | | 25 April 2015 | 17:00

10 Ulasan Kompasianer Terkait Kepergian Olga …

Kompasiana | | 25 April 2015 | 14:38



Subscribe and Follow Kompasiana: