Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Pentingnya Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa dan Negara Indonesia

OPINI | 06 October 2012 | 03:01 Dibaca: 11061   Komentar: 0   0

Apakah penting Pancasila untuk di Indonesia? Ya, sangatlah penting dan bersifat sakral. Kita ketahui bahwa Pancasila dibuat sejak kepresidenan Soekarno setelah mendapatkan kemerdekaan. Ialah dan rekan-rekannya yang membuat naskah Pancasila lalu merumuskan Pancasila Sakti yang hingga saat ini tidak bisa diubah. Mereka membuat Pancasila sebagai Ideologi bangsa dan Negara Indonesia. Ideologi tersebut dimaksudkan agar bangsa Indonesia memiliki pedoman atau dasar untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Pancasila juga bisa dibilang sebagai fondasi dari suatu Negara Indonesia. Apabila fondasinya terbentuk kuat, maka Negara Indonesia pun begitu. Dan apabila bangsa ini dapat memahami dengan seksama dan mengamalkan apa yang tercantum pada pancasila maka Indonesia tidak akan terpecah belah oleh sebab apapun.

Pada sila pertama tertulis “Ketuhanan Yang Maha Esa” , itu dimaksudkan kepada masyarakat Indonesia untuk wajib memeluk agama yang dipercayai dan tunduk terhadap ajaran yang diajarkan oleh agama tersebut. Sila kedua “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, memiliki arti bahwa Negara dan pemerintahan harus berlaku adil terhadap masyarakatnya, dan mempunyai adab dalam memperlakukan siapapun tidak memandang Suku, Agama, Ras, Jabatan dan Status Sosial.

Kemudian pada sila ketiga ditulis “Persatuan Indonesia” yang dimaksudkan supaya masyarakat Indonesia selalu bersatu teguh walaupun terdapat berbagai macam Suku, Agama, Ras, dan Kebudayaan seperti prinsip “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya walaupun berbagai macam tetap satu jua. Persatuan tersebut dimaksudkan agar Indonesia tidak terjajah seperti sebelumnya. Setelah itu disila keempat juga tertulis “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan” dalam kalimat ini terdapat makna bahwa seorang pemerintah harus lebih mementingkan kepentingan Negara dan masyarakat dan juga mengutamakan budaya musyawarah dalam pengambilan keputusan bersama.

Kemudian yang terkhir pada sila kelima ditulis “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” dimana yang bermakna bahwa seluruh rakyat Indonesia medapat jaminan keadilan sosial dari Negara dan pemerintah. Tujuannya agar rakyat merasa aman dan tentram.

Tetapi semua yang diharapkan belumlah berjalan baik karena hanya sebagian besar masyarakat yang menganggap penting Pancasila sebagai ideologi bangsa dan Negara. Contohnya masih ada masyarakat yang hanya memeluk agama karena faktor mayoritas, sehingga ia tidak bisa menjalani ajaran agamanya dengan baik. Masih banyak juga manusia yang bersikap tidak adil terhadap sesama hanya karena perbedaan suatu hal. Masih banyak masyarakat yang terlibat aksi bentrok antar suku karena belom adanya kesadaran dan rasa persatuan. Masih sering juga kita liat aksi demo masyarakat karena tidak setuju dengan keputusan dari wakil-wakil mereka yang hanya mementingkan kepentingan individu atau kelompok tidak dengan bermusyawarah. Sering juga kita dengar banyak masyarakat yang diperlakukan tidak adil di tempat bersosialnya karena faktor perbedaan RAS.

Maka dari itu, kita sebagai warga Negara Indonesia yang baik, harus memahami dan serta menganggap penting Pancasila serta mengimplementasikannya kedalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu tujuan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan Negara Indonesia bisa terwujud.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Wisata ke Perbatasan Surga dan Neraka di …

Taufikuieks | | 17 December 2014 | 11:24

Melahirkan Cesar Versi Saya dan Ashanty …

Mariam Umm | | 17 December 2014 | 13:39

Mau Operasi Kanker Tulang Kemaluan Atau …

Posma Siahaan | | 17 December 2014 | 19:17

The Hobbit: The Battle of the Five Armies …

Iman Yusuf | | 17 December 2014 | 21:02

Lima Edisi Klasik 16 Besar Liga Champions …

Choirul Huda | | 17 December 2014 | 21:54


TRENDING ARTICLES

Sadisnya Politik Busuk Masa Pilpres di …

Mawalu | 8 jam lalu

Kalah Judi Bola Fuad Sandera Siswi SD …

Dinda Pertiwi | 8 jam lalu

Mas Ninoy N Karundeng, Jangan Salahkan Motor …

Yayat | 9 jam lalu

Jiwa Nasionalis Menteri yang Satu Ini …

Adjat R. Sudradjat | 9 jam lalu

Hanya Butuh 22 Detik Produksi Sebuah Motor …

Ben Baharuddin Nur | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

7 Cara Ajaib! Memenangkan Lomba Vote di …

Giant Sugianto | 11 jam lalu

Aristan : Audit Dinas PU Sigi …

Geni Astika | 12 jam lalu

100 Hari Menuju Sakaratul Maut …

Ivone Dwiratna | 12 jam lalu

Dulu Soekarno Mengusir Penjajah, Sekarang …

Abdul Muis Syam | 12 jam lalu

Seniman, antara Profesi dalam Angan dan …

Suharyadi | 12 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: