Back to Kompasiana
Artikel

Sosbud

Farid Wadjdi

Lulusan arsitek yang bekerja di perusahaan kontraktor nasional. Mengelola blog "Bedah Rumah" yang membedah segala selengkapnya

Gambar Neymar Disalib Menuai Protes Umat Kristen

OPINI | 30 September 2012 | 16:31 Dibaca: 2973   Komentar: 9   4

134897615081553420

Gambar sampul Neymar yang menghebohkan itu (www.tribunnews.com)

Belum lama umat Islam mengalami cobaan berupa penghinaan dengan adanya pemutaran film Innocence of Muslims, baru-baru ini muncul penghinaan serupa yang mendera umat Kristen/Katolik. Kali ini medianya bukan berupa film, melainkan sebuah sampul majalah di Brasil, yang dinilai menyinggung perasaan keagamaan umat Kristen/Katolik. Seperti kita ketahui, mayoritas penduduk Brasil beragama Katolik, dan berbahasa Portogis. Uniknya, gambar sampul yang dinilai melecehkan itu temanya tidak jauh dari keseharian masyarakat Brasil yang menganggap sepak bola seperti agama kedua.

Adalah Neymar, pesepakbola Brasil yang terkenal, yang membuat ulah yang dianggap melecehkan agama Kristen itu. Neymar sendiri selain dikenal karena prestasinya, juga dikenal dengan tingkah polahnya yang kerap kontroversial. Seperti terlihat pada gambar di atas, majalah Brasil “Placar” memajang foto bintang sepak bola muda tersebut sebagai cover majalah dalam kondisi disalib seperti Yesus Kristus. Tak ayal, cover tersebut melahiran gelombang protes karena dinilai tak sopan. Kecaman di antaranya datang dari Konfederasi Uskup Nasional Brasil (CNBB). Demikian dikutip dari situs tribunnews.com.

Dalam suratnya yang ditandatangani presiden CNBB, Kardinal Raymundo Damasceno Assis dan sekretaris umum Dom Leonardo Ulrich Steiner yang dimuat disitus resmi organisasi itu, CNBB menilai foto itu “menunjukkan penghinaan terhadap perasaan keagamaan publik.”

“Kami sangat marah dengan foto montase dimana citra Yesus Kristus disamakan dengan wajah seorang pemain sepak bola,” demikian pernyataan mereka. “Montase foto menggunakan gambaran Yesus secara eksplisit, meski direktur membantahnya. Ini sangat jelas tak menghormati dan melukai citra paling suci umat Kristen dengan cara yang memprihatinkan, mencari perhatian dengan cara provokasi,” lanjutnya.

Salib Neymar, Curhat Tentang Diving

Apa maksud dari cover dengan tampilan seperti demikian? Ternyata seperti dijelaskan di sampul majalah tersebut, Neymar adalah semacam martir yang jadi kambing hitam (karena dituding sering melakukan diving, Red) padahal, kata mereka, di dunia olahraga sekarang banyak atlet lain yang melakukan hal yang jauh lebih kotor ketimbang pemain Santos tersebut.

Tudingan itu memang kian gencar ditujukan kepada pemain yang diincar banyak klub Eropa tersebut. Bahkan, legenda sepak bola Brasil, Pele pun pernah mengecam aksi pura-pura jatuh bintang muda tersebut. “Tubuhnya seperti tak bisa menerima hantaman sedikitpun. Acapkali disenggol sedikit saja ia langsung terjatuh, tapi saya lihat ia sudah terlalu berlebihan,” kata Pele beberapa waktu lalu. Menurut Pela, ia pernah menyarankan agar saat disentuh pemain lawan, Neymar meneruskan saja berlarinya, dan tak perlu pura-pura jatuh. “Saya yakin ia akan jauh lebih baik kalau menghindari diving,” ujarnya.

Mungkin tak terima karena kritikan terus berdatangan untuk Neymar, majalah “Placar” kemudian “membela” bintang muda tersebut dengan cara ekstrem, yang gilirannya justru menuai kritikan.

Berhati-hatilah Menggunakan Simbol Agama

Apa yang terjadi pada Neymar dan majalah “Placar” itu memberikan pelajaran kepada kita agar berhati-hati menggunakan simbol-simbol agama. Penggunaan atau penggambaran simbol agama terkadang dimaksudkan untuk menyampaikan maksud dari sebuah tulisan atau sesuatu yang ingin disampaikan. Penggambaran Neymar, yang disebutkan sebagai pembelaan terhadap kritik yang bertubi-tubi terhadap Neymar, pada akhirnya justru menjadi blunder karena dianggap sebagai pelecehan terhadap simbol agama, dalam hal ini agama Kristen/Katolik.

Semua umat beragama pasti akan sangat marah apabila simbol-simbol agamanya digunakan secara sembarangan, sehingga dianggap melecehkan kesucian simbol tersebut. Apalagi jika penggunaan simbol tersebut justru disengaja untuk menghina suatu agama, pasti akan lebih membuat umat tersebut terluka.

Penghinaan terhadap sebuah agama, pada dasarnya adalah penghinaan terhadap semua agama. Sebagai muslim, saya pun ikut merasakan kemarahan umat Kristen/Katolik atas pemuatan gambar salib Neymar tersebut. Semoga kejadian seperti ini tak akan terulang, dan kerukunan antar umat beragama kembali terbina dengan baik.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Pileg] Pertarungan antar “Kontraktor …

Syukri Muhammad Syu... | | 23 April 2014 | 22:57

Pengalaman Jadi Pengamen Pada 1968 – 2013 …

Mas Ukik | | 23 April 2014 | 21:14

Ini yang Penting Diperjelas sebelum Menikah …

Ellen Maringka | | 23 April 2014 | 13:06

Bumiku Sayang, Bumiku Malang …

Puri Areta | | 23 April 2014 | 16:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 14 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 16 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 17 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 18 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 19 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: